03. Menyesal

339 33 50
                                    

Sudah semalaman Zilo menginap di Apartement Veya. Kini, pagi-pagi sekali dia keluar dari kamar yang ada di Apartement Veya hendak pulang dulu mengambil seragam sekolahnya di rumah. Akan tetapi, jangan kalian pikir semalam Zilo sekamar dengan Veya, itu tidak benar. Di apartement Veya ini ada dua kamar, dan Zilo tidur di kamar yang berbeda dan itu pun hanya sendiri. Sedangkan Veya, dia tidur di kamar utama bersama Kesya. Dan dia pun hampir lupa bahwa semalem tak menghubungi Reva sama sekali. Pasti sekarang ini kekasihnya yang sangat Possesive itu tengah khawatir.

Zilo berjalan ke arah pintu utama, dan disaat tangannya sudah memegang gagang pintu, tiba-tiba ada seseorang yang memegang pundaknya. Zilo menoleh kearah belakang dan ternyata yang memegang pundaknya itu adalah.....

........Veya.

Ya, gadis itu kini sudah berdiri tegak di belakang Zilo dengan senyuman manis yang selalu membuat semua kaum pria terpesona, Begitupun dengan Zilo. Ah iya, sayangnya itu dulu, sekarang? Mungkin hanya biasa saja.

Veya memeluk lengan Zilo seraya menyandarkan kepalanya di lengan kekar Zilo. "Kamu mau kemana, Zi?" tanya Veya seraya memandang lekat wajah Zilo.

Zilo yang merasa risih pun langsung melepas paksa pelukan Veya di lengannya. "Pulang, lagipula lu juga udah baik-baik aja kan,"  kata Zilo jutek.

Veya mengerucutkan bibirnya kesal. "Kenapa cepet banget sih! kan kamu baru semalam di sini," ucap Veya seperti anak kecil yang tak ingin ditinggal oleh sang ibu.

Zilo menatap sinis gadis di depannya. Iya kira, selama ini sikap Reva terlalu lebay dan alay kepadanya, ternyata eh ternyata ada juga yang lebih parah dari pacar nya itu.

ZiloVaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang