Lucy POV
Aku bekerja seperti hari-hari biasanya. Aku tidak menyangka kalau Judy orang sebaik itu, dia membelikanku ponsel kemarin malam.
Aku sempat berpikir, apa ayah dan ibu tidak mau mencariku? Bukankah mereka masih hidup. Apa mungkin belum saatnya? Aku tidak tahu.
Mungkin mereka sengaja membiarkanku hidup seperti ini agar aku lebih mandiri.
Ketika aku keluar rumah sambil mengunci pintu, di belakangku terdengar suara knalpot motor yang berisik.
"Selamat pagi, nona."
Di hadapanku ada Chris, Han, Seo dan Hyunjin. Sedang apa mereka di depan rumahku?
"Pagi. Ada apa kau kemari?" Tanyaku.
Chris turun dari motornya, "Menjemputmu?"
Aku menghela nafas panjang. Dia begitu polos.
"Aku bisa jalan sendiri, Chris. Tidak usah repot-repot."
Tak lama Judy menghampiriku, "Kebetulan ada tumpangan, Lucy. Ayo terima saja. Han, aku ikut bersamamu ya..."
"Tidak mau. Kau jalan saja sendiri." Tolak Han
Judy memandang Seo dengan tatapan memohon, "Naik saja."
"Seo memang lelaki yang baik." Puji Judy. Aku tersenyum. Han mengapa pura-pura menolak? Jika dilihat dari matanya, dia mau saja membawa Judy.
Chris memiringkan kepalanya, "Ya. Kau tadi tersenyum, nona."
"Chris sudah kau pulang saja. Aku harus berangkat kerja." Aku mendorong pelan tubuh Chris.
"Naiklah Lucy!!!! Tidak apa-apa. Chris memang baik hati, mungkin dia sedang mengambil alih hatimu." Goda Judy.
"Chris tidak akan macam-macam. Dia mau menjagamu saja." Ujar Seo.
"Kau yang wajahnya mirip denganku, cepat naik. Nanti terlambat." Hyunjin menimpali.
Sedangkan Han, dia memasang wajah kesal seraya melihat Judy dan Seo.
"Baiklah."
Aku mengalah. Karena seberapa keras aku mencoba menghindar dan menolak, Chris dan teman-temannya akan bersikeras untuk membuatku setuju.
Kami konvoi menuju kantor. Di sela-sela perjalanan Chris mengajakku berbicara.
"Kau suka mendengarkan lagu?" Tanyanya.
"Tidak terlalu suka. Aku hanya sering mengunjungi sebuah studio." Jawabku. Pikiranku langsung melayang ke hari-hari di mana aku menghabiskan waktu bersama dengan Chris di studio yang besar miliknya.
"Benarkah? Milik kekasihmu ya?"
Aku ingin sekali berteriak, itu kau..... Orangnya adalah kau....
"Dia bukan kekasihku. Belum sempat.." entah mengapa aku menjawab pertanyaannya dengan nada yang lesu seperti itu.
"Sekarang ada aku. Aku bisa menjagamu jauh lebih baik darinya."
Aku selalu penasaran, mengapa Chris selalu merecokiku, apa dia pura-pura lupa ingatan?
"Mengapa kau selalu mengganguku, Chris? Apa kau tidak pernah bertanya aku akan nyaman atau tidak?"
Chris menghentikan motornya, "Aku tidak tahu. Saat pertama kali melihatmu, ada rasa ingin menjaga dan melindungimu. Maaf kalau aku terkesan memaksa, nona."
"Kau sangat polos, Chris...." Air mataku tidak terbendung lagi, mengapa Chris begitu manis dengan sikap polosnya itu.
"Anu.. nona.. mengapa nona menangis? Aku sudah kurang ajar ya?"

KAMU SEDANG MEMBACA
[8] REWIND | Chan Yeji
Fanfic[ Book Fantasy Crime Series ] Bagaimana nasib Hwang Yeji ketika dirinya menjadi budak sumber energi dari seorang maniak penjahat... Started : 22. 06. 2020 Ended : 26. 08. 2020 Rank #2 in Christoper (13 Agustus 2020) #1 in Rewind (10 Juli 2020) #2...