36 : Bertemu Mereka

170 35 10
                                    

Suasana kantor di siang hari begitu ramai, banyak reseller yang datang untuk mengambil pesanan.

Lucy yang sedari tadi belum sempat istirahat meminta izin pada Judy untuk sekedar duduk di ruang tunggu dan meminum sebotol air mineral.

"Auhh gerahnya, lebih baik ku ikat saja." Ujarnya. Lucy mengambil ikat rambut dari saku celananya.

"Permisi." Sapa seseorang. Lucy berbalik seraya mengikat rambutnya, "Iyaㅡ"

Choi Yeonjun. Batin Lucy

"Jangan kaku begitu, aku teman Christoper. Dia sedang di kebun tidak?" Tanya Yeonjun.

Pikiran Lucy langsung tertuju pada kejadian naas di lapangan panah, Yeonjun yang dengan ganasnya menembaki badan Christoper sampai meninggal.

Takdir begitu baik membuat mereka berteman baik sekarang.

"Aku belum melihatnya sejak tadi. Mungkin kau bisa langsung ke rumahnya saja." Saran Lucy.

"Ah begitu ya. Wajahmu sangat familiar, apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

DEG

"T-tidak. Aku baru bertemu denganmu sekarang." Jawab Lucy. Keringat dinginnya mulai bercucuran. Mengapa Lucy harus takut? seandainya Yeonjun bisa mengingat semuanya itu bukan sesuatu yang berbahaya untuknya.

"Jangan lihat aku dengan tatapan seperti itu nona kucing, kau membuatku takut."

Lucy terdiam, "Apa tatapanku.. aneh?"

Yeonjun tersenyum, "Sedikit. Tenang saja aku bukan orang penting, jas ini hanya pelengkap."

"Anu.. baju itu.." Yeonjun memperhatikan baju yang di pakai oleh Lucy.

"Baju?" Tanya Lucy.

Yeonjun membuka jasnya, "Terlihat sama persis dengan baju milikku."

Tentu saja sama persis, baju-baju ini di rajut oleh tangan yang sama, Hwang Nayeon.

Lucy tidak tahu harus bicara apa. Dia hanya tersenyum seraya meminum air mineral. Sedangkan Yeonjun? Ia masih kebingungan.

"Sebenarnya aku sudah bertanya pada semua pengawal dan pembantuku dari mana baju ini berasal, mereka bilang tidak tahu. Mungkin aku di beri hadiah oleh seseorang, aku sendiri tidak ingat siapa yang memberi. Ini aneh."

Baju-baju rajutan ibu Nayeon tidak hilang, berarti Yeonjun dan Christoper memilikinya juga. Batin Lucy

"Selama kau nyaman memakainya mengapa harus di ributkan?"

Benar juga. Yeonjun berseri lagi. Ia memakai jasnya lalu berpamitan pada Lucy.

"Nona kucing, sampai bertemu lagi. Semangat bekerja ya!"

"Terima kasih."

Yeonjun yang sekarang terlihat lebih jujur dan bahagia. Syukurlah.

°°°

Karena waktu kerja Lucy sudah habis, ia merapihkan ruang kerjanya lalu berpamitan pada karyawan lain.

Sebelum pulang, Lucy mampir ke supermarket untuk membeli beberapa cemilan dan minuman isotonik.

Lemari pendingin di buka, tangan Lucy masuk ke dalam untuk mengambil sebuah minuman, tiba-tiba ada suara seorang wanita yang meminta tolong membuat Lucy terdiam.

"You can speak english? Oh God.. help me."

Lucy melihat pakaiannya dari atas sampai bawah, "Kau terlihat seperti orang Korea."

[8] REWIND | Chan Yeji Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang