chapter 30

1.1K 132 6
                                        

waktu mereka di penginapan onsen katak sudah habis. kini mereka bersiap - siap untuk pulang. Namun, bukan nya bersiap - siap sakura justru terdiam.

Ino yang sejak tadi memerhatikan sakura jelas mengerti apa yang dipikirkan sahabat pinknya itu. Ino menarik nafasnya pelan dan berjalan menghampiri sakura yang terdiam.

Tak

Ino menepuk bahu sakura, hingga sang empunya menoleh. Hanya beberapa detik, hingga akhirnya sakura kembali membuang mukanya dan masih tetap terdiam.

Hingga selang beberapa menit, sakura menegadahkan kepalanya menatap langit biru di belakang penginapan onsen katak yang sepi. Wajar saja sepi, karena semua orang tengah bersiap - siap untuk pulang.

" Aku benar - benar tidak mengira, kalau pergi ke penginapan onsen ini sebelum liburan, adalah... hal yang salah. " sakura menarik nafasnya pelan.

" kalau tahu begitu, aku tidak akan pernah pergi. " matanya mulai berkaca - kaca dan kini mulai menunduk menyembunyikan wajahnya dibalik kakinya yang dilipat.

Terdengar jelas suara isakan keluar dari sakura. Ino yang memegang bahu sakura merasakan kalau bahu sakura bergetar.

Ino melepaskan tangannya dari bahu sakura. Iba rasanya ino melihat tubuh ringkih sahabatnya yang bergetar dan tampak rapuh.

Tangan ino mengepal erat. Ada kilatan amarah terpancar di matanya. 'sasuke, kau harus membayar atas perbuatanmu.'

Perlahan ino bangkit. Dia bertekad untuk melabrak sasuke. Dia tidak bisa membiarkan sahabatnya ini terus bersedih.

Grep

Ino membelakkakan matanya, sakura menatapnya dengan mata yang penuh jejak air mata. Sakura menggelengkan kepalanya pelan. "Jangan. Kumohon jangan." pinta sakura pelan.

"T-tapi, forhead.. "

Sakura kembali menggeleng." kumohon, jangan. " pintanya ulang.

Kalau sudah seperti ini ino tidak bisa menolak. Sakura sudah tahu tabiat ino, oleh karena itu ia melarangnya untuk melabrak sasuke.

"mungkin ini adalah yang terbaik.." sakura menatap ino dan berusaha tersenyum dengan mata ynag berkaca-kaca.

***

 libur telah tiba, dan satu minggu telah berlalu semenjak insiden di penginapan onsen katak. dan yah, tidak ada yang berubah dati hubungan sasuke dan sakura. mereka masih sama, sama -sama saling diam ,tak ada sedikitpun komunikasi selama libur berlangsung, walaupun hanya sekedar bertukar pesan.

malam tadi sakura menelepon ino  dan berharap gadis itu memberinya saran . dan kini sakura bingung, apakah ia harus menuruti saran ino untuk mengajak sasuke bertemu ? karena, itu artinya ,sakura lah yang harus mengirimkan pesan lebih dulu pada sasuke.

sakura terus berjalan bulak-balik seperti setrikaan sambil terus memegangi handphonenya. sudah berkali -kali sakura menulis pesan dan menghapusnya lagi, terus menerus hingga sekarang.

akhirnya sakura mengacak -acak rambutnya frustasi dan duduk di pinggir ranjangnya. sakura menarik nafas pelan. "bagaimana aku mengatakannya ?"

sakura menatap layar ponsel yang ada di genggamannya, lalu mulai mengetikan sesuatu.

'bisa kita bertemu?'

sakura kembali menarik nafsnya, "terlalu aneh." katanya mulai menyerah . 

klik

"eh!"

sakura menatap layar ponselnya. seketika tubuhnya mematung dengan matanya yang membelakak membaca tulisan yang muncul di layar ponselnya.

Akuma [sasusaku]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang