~Happy Reading~
'Cklek'
Terlihat seorang anak perempuan masih bergelung di bawah selimut dengan posisi menyamping.
Jayden tidak habis fikir, kenapa kakanya yang satu ini selalu bangun siang.
"Bahkan disini gue berasa seorang kakak buat dia" Gumam Jayden sambil menyibakan selimut yang menutupi tubuh Jihan.
"Ca, Sarapan dulu"
"Duluan aja, 5 menit lagi gue turun" Jawab Jihan dengan mata yang masih tertutup.
"Lima menit nya lo itu satu jam nya gue. Buruan atau lo gue tinggal, Gue gak mau telat hanya karena nungguin lo" Ucap Jayden yang kemudian berjalan menuju tirai lalu membukanya agar cahaya matahari masuk ke dalam kamar. Ini jalan satu satunya agar sang kakak membuka matanya.
"JAY.... Cahaya Mataharinya kenapa kearah sini sih! Pindahin gak arahnya?! " Omel Jihan dengan mata yang masih tetap terpejam sambil menelusupkan kepala nya kedalam selimut.
Jayden yang mendengar penuturan Jihan hanya menggelengkan kepala, Ia gak pernah faham kenapa bisa Jihan mempunyai sifat konyol seperti ini.
"Memangnya lo kira lampu tidur apa?! Main pindah pindahin aja"
'Debam'
Suara pintu tertutup yang dibanting keras membuat Jihan membuka matanya sambil mengerucut kan bibir, Adiknya itu tidak bisa membuatnya tidur dengan tenang.
Padahal ia baru memejamkan matanya setengah jam yang lalu. Kejadian kemarin membuatnya tidak bisa tidur semalaman.
" Aishh, kenapa juga gue lupa ngunci pintu" Gerutu Jihan dengan melemparkan bantalnya ke arah pintu kamar.
-----------------------------------------------------------
'Bugh'
" JIHAN!!! Mana Jihan?!!!"
Lista dan Jea yang melihat sebuah tas melayang ke arah mereka membulat kan mata terkejut lalu menatap tajam si pelaku.
"Eh buset, lo kalau mau ngelempar tas kode kode dulu dong!!" Omel Lista.
"Lo kenapa sih dateng dateng emosian gini? biasanya juga Lista yang jadi langganan" Tanya Jea dengan dahi berkerut.
" Jihan mana?! " Tanya Rachell dengan nafas yang memburu.
Jea dan Lista kompak mengarahkan pandangannya ke arah belakang kursi.
Terlihat Jihan yang tengah tertidur dengan kursi kelas yang disusun memanjang sebagai tempat merebahkan diri dan tas sekolah sebagai alas kepalanya.
Rachella yang melihat itu langsung berjalan cepat kearah Jihan dan menyentil dahinya.
'Pletak'
Jihan yang merasakan sakit pada dahinya langsung membuka mata kemudian bangkit dari tidurnya.
" Apasih Chell? ganggu orang tidur aja lo" Tanya Jihan dengan mata yang menyipit.
" Gara gara lo semalem gue harus pulang sama anak psikopat itu tau gak!! "
" Heh!! Sembarangan lo ngatain adek gue psikopat" Jihan yang mendengar perkataan Rachel berucap tidak terima.
KAMU SEDANG MEMBACA
STORY WITH MANTAN {END}
Fanfiction"Perpisahan kita menyakitkan Han, Ketika cerita belum usai tapi lo uda nutup kisahnya." ~Titan "Gue sama lo hanya perlu jeda untuk gak lagi merasakan luka tan." ~Jihan
