~Happy Reading~
Hari ini matahari sangat terik. Bahkan ini masih terbilang pagi, tapi panasnya sudah menyengat sampai ke kulit kepala.
Pagi ini kelas Jihan, Jea, Rachell dan Lista sedang dalam pelajaran olahraga. Seharusnya ini menjadi saat yang sangat dinantikan untuk keempat gadis cantik tersebut, Namun pemanasan yang sangat memakan waktu dan cahaya matahari yang menyengat kulit membuat semangat mereka benar benar hilang.
"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, Sekarang kepalanya arahkan ke arah kiri" Seru guru olahraga mereka.
"Aduhh pak....gausah pake pemanasan kita juga uda panas kali pak kena sinar matahari, langsung olahraga nya aja deh pak" Keluh Lista yang berada di barisan paling depan.
Sang guru yang mendengar keluhan Lista menghentikan gerakannya.
"Kamu kira panas cahaya matahari sama pemanasan yang saya lakukan itu sama?!" Tanya sang guru pada Lista.
" Pasti Sama lah Pak, kan efeknya sama sama buat tubuh kita panas" Celetuk Jihan.
" Wahhh... Kemari nak" Panggil guru olahraga pada Jihan.
Rachell yang melihat hal itu berbisik kagum pada Jea, " Gila si Jihan, makin pinter aja tuh anak"
Jea hanya merespon dengan senyuman kecil atas pujian Rachella pada Jihan. Dalam hati, Jea juga merasa lucu padahal Rachell masih dalam mode ngambek dengan Jihan.
Sedangkan Jihan, ia berjalan kearah sang guru dengan langkah bangganya, menebar senyum kesemua teman sekelasnya yang menatap dengan raut datar.
"Jawaban saya mengesankan kan pak? Itu berarti mulai minggu depan sebelum mulai main bola, kita gak usah pemanasan lagi dong" Ucap Jihan dengan masih menampilkan senyuman manisnya saat sudah dihadapan sang guru.
Mendengar ungkapan Jihan, sang guru membalikan badan muridnya itu agar menghadap kearah teman teman nya.
"Inilah alasannya kenapa saya selalu menyuruh kalian membaca materi terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran saya, karena saya tidak mau memiliki murid seperti teman kalian yang didepan ini"
Jihan yang mendengar penuturan sang guru langsung membulatkan mata lebar, " Maksud bapak? "
" Karena kamu sudah sok tau dan kelihatan tidak pernah membaca buku olahraga mu. Kamu saya beri hadiah untuk mendapatkan pemanasan yang lebih mudah, yaitu hanya dengan satu gerakan"
Perasaan Jihan sudah tidak enak sekarang, dia tau apa yang akan terjadi dengan pemanasan satu gerakan itu.
"Hehehe, Emm... Gini pak, saya rasa tadi saya ngomong nya ngelantur kok pak, jadi gausah di dengerin" Kata Jihan dengan cengiran nya.
Ia mencoba untuk kembali ke barisan, namun terhenti saat kerah baju olahraga nya tertarik kebelakang.
"Mau kemana kamu?! "
" Ke barisan pak, kan kita mau lanjut pemanasan yang tadi" Jawab Jihan dengan wajah memerah karena sudah menahan malu dan juga takut.
" Kita akan tetap melanjutkan pemanasan, tapi dalam versi berbeda. Saya dan yang lainnya akan melanjutkan pemanasan yang tadi, sedangkan kamu akan melakukan pemanasan dengan berjalan jongkok mengitari lapangan sebanyak sepuluh kali" Ucap sang guru yang langsung mengundang tawa murid murid termasuk Jea, Rachella dan Lista.
"HA HA HA, Kirain tuh anak bakal disanjung, taunya malah di hukum. Ngakak parah gue!! Yaampun han, lo buat perut gue sakit tau gak" Ucap Rachell diikuti tawanya yang keras sambil memegangi perut.
KAMU SEDANG MEMBACA
STORY WITH MANTAN {END}
Fanfiction"Perpisahan kita menyakitkan Han, Ketika cerita belum usai tapi lo uda nutup kisahnya." ~Titan "Gue sama lo hanya perlu jeda untuk gak lagi merasakan luka tan." ~Jihan
