~Happy Reading~
Pagi ini Rani dibuat kaget oleh sang anak. Bagaimana tidak? Seorang Titan yang tidak pernah bangun pagi, dan langganan telat kesekolah, kini sudah hadir dihadapannya dengan seragam sekolah lengkap, beserta tasnya.
"Tumben bang? Mau mama ambilin apa? Roti? Atau sereal?" Tanya Rani, menghentikan kegiatan mengoleskan selai pada rotinya.
"Titan mau langsung berangkat mah, sarapan di kantin aja sama orang Yoga" Jawab Titan menyalami Rani, lalu pergi begitu saja.
Rani tau Titan pasti butuh waktu, kali ini sepertinya ia harus berusaha sendiri mengembalikan sikap hangat anaknya itu.
Ia tidak mau berakhir kecewa lagi, karena mengandalkan orang lain untuk mengatasi sikap dingin Titan.
-----------------------------------------------------------
"JAY!! Turunin gue gak?!! Malu tau diliatin anak anak lain!!"
Jihan berteriak meronta dalam gendongan sang adik yang berjalan santai ke arah kelasnya.
'Brak'
"Awhsss.... Sakit bego!! Lo bisa pelan gak sih nurunin gue nya?! Dikira barang apa?!" Omel Jihan.
Teman teman sekelas Jihan menatap heran kearah dua kakak beradik itu, perlakuan Jayden yang menggendong Jihan hingga ke kelas terbilang manis, tapi kalau ujungnya dijatuhkan, tetap saja gak ada manis manisnya.
"Lain kali jangan ngeyel! Mbak Iren udah suruh lo buat obatin tuh kaki kan? Bukanya di obatin malah dibiarin. Sepele banget jadi orang!!"
Jayden pergi berlalu keluar kelas setelah melontarkan kalimat pedas yang membuat Jihan memberengut kesal.
Setelah keluarnya Jayden dari kelas, Tawa dari teman teman Jihan lepas begitu saja. Jihan sudah menahan malu, dan liat sahabat sahabat nya? Bukanya mengasihani malah ikut tertawa. Bahkan tawa dari para sahabat nya lah yang terdengar paling keras.
"Ketawa lo pada?! Gue sumpelin cabe juga tu mulut lama lama. Heran gue, seneng banget liat sahabatnya di siksa"
"Sumpelin tu nasi kek han, Cabe mana kenyang gue" Celetuk Lista yang masih tertawa melihat wajah Jihan.
Perkataan Lista sontak membuat Jihan menatap temannya dengan tatapan membunuh, "Diem lo!!"
"Emm....Pengen deh adik kayak Jayden. Gak bisa jadi adik, jadi pacar juga boleh"
'Tak'
Jihan melempar bolpoint yang dipegang Jea ke arah Rachella. Sangat tepat sasaran, karena sang empu meringis kesakitan memegang kepalanya.
"Yee...Itu sih maunya lo Chell" Cibir Lista.
"Namanya juga usaha lis, dukung gitu gue nya. Lo mah enak gak dicari juga uda disamperin. lah gue, cantik cantik masih tahan ngejomblo"
KAMU SEDANG MEMBACA
STORY WITH MANTAN {END}
Fanfiction"Perpisahan kita menyakitkan Han, Ketika cerita belum usai tapi lo uda nutup kisahnya." ~Titan "Gue sama lo hanya perlu jeda untuk gak lagi merasakan luka tan." ~Jihan
