Jangan lupa vomentnya ya gaes!
Selamat membaca!
--------
Sekarang jam 05.00 tepat. Matahari belum terlihat sama sekali. Sean terbangun dari tidurnya karena suara alarm hp yang ia pasang semalam berbunyi. Ia mematikan alarm hpnya itu.
Sean duduk bersila kemudian berdoa pagi. Setelah itu ia mengambil sebuah foto dan sebuah barang dari laci.
"Selamat ulang tahun," ucap Sean sambil menatap foto dan barang yang ia pegang.
Sean menaruh foto itu di atas bantalnya, dan memakaikan benda yang ia pegang tadi di pergelangan tangannya.
Sean menatap benda itu, "baik-baik aja kan di London?"
Akhirnya matahari sudah mulai terlihat. Sinarnya sudah mulai mencoba masuk ke kamar Sean melalui sela-sela tirai. Sean pun bangun untuk bersiap-siap ke sekolah.
●●●
Krek. Seseorang membuka pintu kamar Nela, dan melangkah mendekati Nela yang sedang tidur.
"Nela....bangun nak."
Nela memutar badannya yang awalnya menghadap pintu kamar di sebelah kirinya, kini menghadap dinding kosong di sebelah kanannya, "huam....dikit lagi mah."
"Bangun nak, jangan ngelawan."
Nela mengambil bantal gulingnya, dan membekap telinganya, "bentar lagi mah, ini masih terlalu morning."
Tiba-tiba suara itupun hilang, Nela merasa sedikit lebih tenang. Namun sekarang, terdengar suara gayung yang jatuh dari dalam kamar mandi.
Ah....palingan tikus, batin Nela.
Dan....gyurrr!! Nela seketika terbangun dari tidurnya karena air dingin yang menyentuh kulitnya. "Aaah! Dingin beut mamaaa!!"
"HAHAHA!" Terdengar sebuah tawa yang menggelegar di seluruh penjuru rumah Nela.
"JEMS! KA—"
Jems menempelkan jari telunjuknya di bibirnya, "shut! Nanti mami sama papi bangun, kasian papi pulang jam setengah dua belas kemaren," bisiknya.
Nela mengangkat 1 kakinya, bersiap untuk menendang Jems agar keluar dari kamarnya, namun Jems menahan kaki itu dan menurunkannya perlahan, "eitsss, nanti kelihatan loh kaka."
Nela pun yang baru bangun, belum connect dengan apa yang dikatakan ponakannya itu.
"Mikir yah? Gak usah, mendingan kak Nela yang imut pergi mandi, karena sekarang udah jam delapan pagi," ucap Jems sambil memamerkan deretan giginya yang rapi.
"WHAT UDAH JAM DELAPAN?! OMEGAT! NELA, SIAP-SIAP!" Teriak Nela tak peduli dengan perkataan Jems tadi sembari berlari ke kamar mandinya.
"Nah kan mantap kalo gini," ucap Jems sambil memukul dadanya, bangga.
Beberapa menit kemudian, Nela keluar dari kamarnya, dan siap untuk pergi ke sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEANNELA
Fiksi Remaja𝗗𝗼𝗻'𝘁 𝗝𝘂𝗱𝗴𝗲 𝗔 𝗦𝘁𝗼𝗿𝘆 𝗕𝘆 𝗜𝘁'𝘀 𝗖𝗼𝘃𝗲𝗿 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧 𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗠𝗔𝗥𝗜 [BACA DULU 10 PART BIAR GREGET] [MAAF BILA BANYAK KEKURANGAN] [AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT] [FOLLOW AKUN AUTHOR] Sean. Preman SMA Nusa, sekaligus ket...
