Quinze

1.8K 208 47
                                        

Jujur, aku lebih suka liat kalian komen yang banyak di bandingkan vote 🙂 karena komenan kalian sangat menghibur aku.

"Ng? Oh, pagi kak Chan" sapa Mikyung saat melihat sang kakak sedang berada di halaman istana sendirian. "Pagi, Mikyung" sahut Chan sambil menoleh.

"Kak Minho mana?"

"Masih tidur"

"...bangunkan sana. Sebentar lagi waktunya sarapan, kalau tidak bawakan saja sarapannya ke kamar" Mikyung kemudian langsung melenggang pergi. Chan mengangguk mendenfarkan ucapan sang adik.

Dia langsung kembali ke kamarnya dan Minho. Minho masih tertidur dengan pulas di atas ranjang empuk mereka. Wajah damainya saat tidur tidak pernah membuat Chan bosan melihatnya.

Chan akhirnya duduk di samping sang istri lalu mengusap pelan rambut dan pipi yang lebih muda, berusaha membangunkan dengan cara selembut mungkin. Merasa mulai terganggu akhirnya sang ratu mulai melenguh pelan dan membuka matanya.

"Hmmh...Chan?" Suara Minho sedikit serak karena baru bangun tidur. "Morning sweetheart" Chan bergerak memajukan wajahnya mendaratkan kecupan singkat di bibir tipis Minho.

"Hmm...pagi"

"Masih sakit hm?" Tanya Chan dengan lembut sambil merapikan poni Minho yang mulai panjang dan menusuk matanya.

"Lumayan, kamu pijatnya terlalu keras semalam!!" Protes Minho sambil memukul bahu Chan. "Tapi jadi terasa lebih baikkan kakinya?" Tanya Chan sambil terkekeh menatap wajah kesal Minho. Wajah kesalnua saja terlihat manis di mata Chan.

"Iya sih"

"Bisa jalan? Kalau tidak aku bisa bawa sarapan kamu ke kamar" tanya Chan dengan lembut. "Bisa, tapi gendong ke kamar mandi" pinta Minho sambil merentangkan kedua tangannya ke depan.

Chan terkekeh, "Katanya bisaa, tapi malah minta gendong" goda Chan sambil menggendong istri manisnya itu. "Tapi kan malaas~ masih ngantuk tau" rengek Minho sambil menyenderkan kepalanya di bahu suaminya.

"Manjanya istriku ini" Chan mendaratkan sebuah kecupan di pipi Minho. "Biar, sama suami sendiri ini" sahut Minho sambil menjulurkan lidahnya. "Mikyung bagimana?"

"Bagaimana apa maksudmu?"

"Apa dia baik-baik saja? Kakinya tidak sakit?"

"Hm...sepertinya tidak. Dia terlihat baik-baik saja dan masih bisa berjalan seperti biasa"

"Woah, aku salut dengannya. Setiap hari dia memakai sepatu tinggi. Tapi semalam dia memakai yang bagian tumitnya tipis dan berjalan ke sana ke mari! Apa tidak pegal?"



Kingdom



"Pagi, kak" sapa Jeno dan Mikyung saat Minho dan Chan masuk ke ruang makan. "Ayah dan ibunda mana?" Tanya Chan setelah duduk di kursinya dengan Minho disebelahnya. Dari semalam dia belum melihat ayah dan ibundanya sama sekali sejak pesta resepsi pernikahan selesai.

"Ayah dan ibunda ikut kak Changbin dan kak Seungmin ke kerajaan Kyler. Katanya mereka akan berada di sana selama dua bulan ke depan" jawab Jeno.

"Iya, katanya tidak mau melewatkan momen kelahiran cucu pertama" timpal Mikyung. "Baguslah, kalau dia disini pasti bilang 'Kerajaan lain aja anak sulung yang memberikan cucu duluan. Ini anak tengah yang memberikan duluan' "

"Buh-"

Mikyung dan Jeno langsung menutup mulut mereka untuk menahan tawa, perkataan Chan memang selalu akurat dan tepat.

"Kak Chan jadi berbulan madu ke Paris?"

"Ya, kakak titip kerajaan ke kamu dan Mikyung. Jaga yang benar ya, kalau ada apa-apa bilang ke Mikyung minta bantuan. Latihan yang dia terima sebagai putri mahkota jangan dianggap remeh"

Chan menepuk pundak Jeno. Jeno mengangguk dengan mantap menyanggupi. Kenyataan Mikyung selama ini belajar menjadi putri mahkota memang sempat membuat Jeno terkejut.

Pengetahuan dan wawasan Mikyung tentang kerajaan amat sangat luas dan bahkan terkadang Mikyung lebih pintar darinya.

Mikyung bisa panahan, menunggang kuda, membentuk strategi perang, menggunakan pedang, bahkan memimpin kerajaan. Mikyung pernah memimpin kerjaan selama seminggu omong-omong.

Saat itu Chan sedang sakit, sedangkan Seungmin sedang menjalankan perjodohan di kerajaan Kyler. Wendy dan Hendry sedang berada di luar negri. Karena Chan saat itu harus beristirahat dengan banyak, mau tak mau kerajaan berada di tangan Mikyung. Dan kemajuan yang didapat dari hasil kepimpinan Mikyung bukan main.

"Kakak berencana memiliki berapa anak?" Tanya Jeno tanpa ragu sama sekali. "Empat" jawab Chan ringan. "Buh-!" Minho yang minum hampir saja tersedak mendengar ucapan suami tercintanya itu.

"Empat?!" beo Minho sambil menatap suaminya itu dengan tatapan tidak percaya. "Iya, mau mengalahkan ayah" jawab Chan sambil tersenyum, Minho semakin cengo. Alasannya cuma buat ngalahin ayah doang?!

Astaga, Chan.

"Di darah kamu mengalir gen anak kembar, bisa aja kita dapat juga kan?" Minho udah ngusap dahi, baru satu hari nikah. Udah begini si Chan :")

"Astaga.." Mikyung cengo dengarnya.

"Oh iya, rencananya kan kakak sama kak Minho nanti bulan madu dua minggu. Tapi sebentar lagi katanya undangan upacara pemberkatan Jeongin mau disebar dalam waktu dekat, kalau ada kabar kasih tau kakak ya"

"Ok, tapi kenapa harus kasih tau kakak? Kalau misalnya hari upacaranya pas kakak masih bulan madu gimana?"

"Ya, mampir ke kerajaan Haidar terus balik lagi ke Paris"

Au ah capek, keluarga kerajaan mah memang beda. Apa dayalah aku hanya seorang author yang misqueen :">


-------------------------------------------
Author's note : Haii~ singkat dulu ya, biar gampang di chap berikutnya langsung bulan madu si Chan sama Minho ;)

Kingdom ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang