Vingt-six

1.4K 145 64
                                        

Semak-semak yang menutupi lajur larinya dia singkirkan dengan paksa menggunakan tangannya, tidak mempedulikan goresan yang kini melukai tangannya. Yang penting sekarang dia tidak boleh tertangkap.

Merasa sudah jauh, aman dan tidak ada yang mengejar lagi setelah bersembunyi di gang buntu sepi, topeng tipis dan rambut palsu yang digunakan untuk penyamarannya dia buka. Begitu juga dengan gaun milik ibu suri kerajaan Adelard yang dia curi, menyisakan pakaian serba hitam yang ketat seperti seorang agen.

Setelah itu, semuanya langsung dia buang ke tempat pembuangan sampah di bagian paling dalam gang. Rambut panjang ikal berwarna coklatnya ia kuncir ekor kuda. Setelah itu dia pergi ke gang tersembunyi yang tak jauh dari gang tadi untuk mengambil tas yang dia sembunyikan disana.

Jubah hitam dengan tudung langsung dia kenakan untuk menyembunyikan ciri-ciri tubuhnya. Setelah itu, sebuah alat transmiser dia keluarkan dari dalam tas dan dia tekan satu tombol. Tak lama kemudian muncul hologram seorang gadis.

"Bagaimana Baram? Kamu berhasil?" tanya gadis itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bagaimana Baram? Kamu berhasil?" tanya gadis itu. "Saya berhasil menyelinap masuk dan menyamar sebagai ibu suri, yang mulia. Permaisuri sudah saya celakai dan seharusnya dia sedang berada di rumah sakit sekarang"

"Hah, bagus. Jika kali ini masih belum berhasil, lakukan lagi dan lagi. Kalau bisa sampai lelaki sialan itu mati dengan anaknya sekalian!! Mengerti?!"

"Baiklah, yang mulia"





Kingdom





"Dengan yang mulia anggota keluarga kerajaan?"

"Bagaimana keadaan permaisuri dokter?" tanya Hendry segera setelah melihat dokter keluar dari ruang operasi.

"Permaisuri baik-baik saja, kepalanya sedikit terbentur dan gegar otak ringan. Janin di dalam kandungannya juga baik-baik saja untungnya karena permaisuri mungkin menahan benturan di perutnya dengan kedua lengannya. Kedua lengannya hanya memar sedikit dan yang mulia mengalami pendarahan ringan"

Semuanya langsung bernafas lega mendengar Minho baik-baik saja, begitu juga dengan Chan. Tubuhnya langsung lemas kembali, rasa ketakutan, kalut dan khawatirnya menguap.

"Saya permisi, yang mulia permaisuri seharusnya sebentar lagi sadarkan diri. Beliau sudah kami pindahkan ke ruang rawat inap VVVIP" pamit dokter tersebut.

Mereka semua berterima kasih tanpa henti, setelah itu. Mereka semua langsung pergi menuju ke kamar rawat Minho, ya meski membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencarinya, rumah sakit kerajaan ini memang luas sekali.

Saat mereka berhasil menemukan kamar rawat inap Minho dan masuk ke dalam, ternyata Minho sudah sadar dalam posisi ranjang setengah duduk, sepertinya perawat yang sudah membantunya. Chan dengan cepat langsung mendahului yang lain menghampiri Minho, bisa dilihat mata istri manisnya itu masih sayu dan tatapannya kosong.

"S-sayang?" Chan membawa sebelah tangannya membelai pipi pucat Minho. Minho akhirnya merespon, perlahan maniknya bergerak menatap Chan. "C-Chan?" lirih Minho pelan, sebelah tangannya di angkat ikut memegang pipi tirus milik sang suami.

"Iya, ini aku sayang. Oh, astaga kamu benar-benar membuatku takut" Chan memeluk erat tubuh munggil istrinya itu, membenamkan wajah manis Minho di bahu lebarnya. Bisa dia rasakan tubuh Minho bergetar.

"Chan...takut Chan..Chan...aku takut" racau Minho, bahu Chan mulai basah sekarang. "Aku tau, sayang, aku tau" Chan membelai punggung dan rambut Minho dengan lembut. Chan kemudian dengan perlahan melepaskan pelukkanya.

Kedua tangan munggil Minho memegang tangannya yang masih memegang kedua bahu Minho. "Dia baik-baik saja kan, Chan? Anak kita, bayi kita baik-baik saja kan?!" desak Minho dengan mata berkaca-kacanya.

"Hei hei hei, tenanglah. Syukurlah kamu hanya mengalami pendarahan ringan, dia selamat. Dia aman di dalam sana, berkat kamu sayang" jawab Chan dengan lembut sambil menempelkan dahinya di dahi Minho, membuat hidung mancung keduanya ikut bersentuhan, tangannya membelai lembut lengan Minho yang memar.

"Maaf maaf maaf, sayang. Aku gagal menjagamu, seharusnya aku selalu berada di sampingmu. Aku suami yang buruk, aku suami yang telah gagal. Maaf sayang"

"Kamu kenapa bicara begitu? Kamu bukan suami yang buruk Chan!" sangkal Minho sambil menggeleng. Chan tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya diam

"Minho sayang"

"I-ibunda?"

"Maafkan kami ya? Seharusnya kami lebih menjagamu dan memperhatikanmu. Seharusnya ini tidak pernah terjadi, maafkan kami, sayang" ucap Wendy sambil membelai kepala Minho, Minho tau kok, ini ibu mertuanya yang asli.

"Kak Minho"

"Mikyung.."

"Kamu membuatku khawatir setengah mati, kak" ujar Mikyung menahan tangisannya, nggak mungkin dia menangis sekarang. Dia nggak mau membuat Minho merasa lebih sedih dan kembali drop.

Sungguh mewakili para readers sekali Mikyung ini, eh kan memang dia karakter Y/N ya? Hayo siapa yang lupa juga kalau Mikyung sebenarnya kalian di dunia halu ini? :v

"Ah, aku kembali ke istana dulu. Kak Minho kan sudah sadar dan baik-baik saja, aku bisa tenang sekarang. Jeno, jaga kak Minho ya?" pamit Mikyung sambil tersenyum tipis. Jeno mengangguk mengiyakan permintaan istrinya.

Pipi Jeno Mikyung kecup sebelum akhirnya putri cantik itu kembali ke istana, berhubung Minho sudah sadar dan baik-baik saja sekarang. Mikyung bisa lebih leluasa dan lega dalam mengambil aksi. Lagipula ada Jeno dan Chan juga di sana, Mikyung percaya dengan kekuatan mereka berdua.


.

.

.


"Tuan putri, selamat datang kembali!" sambut semua pasukan pengawal dengan serempak. Sementara Mikyung yang sudah mengganti pakaiannya menjadi pakaian yang lebih leluasa untuk melakukan tindakan bela diri dan semacamnya berlalu untuk duduk di atas tahta.

Chan tidak ada, jadi dia yang memegang kendali sekarang. Tidak mungkin juga Mikyung menyuruh Chan kembali sekarang, Minho masih membutuhkan sosok suaminya itu untuk rasa aman dan tenang setelah apa yang terjadi padanya.

"Apa ada kemajuan?"

"Lapor tuan putri, kami menemukan gaun milik ibu suri di tempat pembuangan sampah yang berada di gang buntu dan sebuah rambut palsu, di rambut palsu ini ada sehelai rambut tertinggal"

"Kalian sudah lakukan tes sidik jari dan DNA?"

"Sudah, tuan putri. Hasilnya penipu itu ternyata bukan rakyat kerajaan ini. Sama sekali tidak ada data mengenai identitas penipu itu"

"Apa lagi yang kalian temukan?"

"Di halaman belakang tadi, ada lubang bekas galian. Sepertinya itu yang dia gunakan untuk menyelinap lalu melarikan diri. Tapi lubang itu sudah kami tutup kembali"

"Bagus, perketat keamanan. Tempatkan pengawal di setiap sudut dan perbanyak patroli, lakukan juga pemeriksaan pada semua maid dan pengawal tanpa terkecuali!! MENGERTI?!"

"BAIK, YANG MULIA"





'Minjung, ini pasti perbuatanmu lagi kan?'








--------------------------------------------------------------

Author's note: Haiii, aku double update nih sesuai permintaan salah satu dari kalian ( ~ v ~ ). Sesuai dengan permintaan kalian juga aku selamatnya majikan, permaisuri tercinta, Minho dan buah hati Chan dan Minho. Baik kan aku?

Kingdom ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang