5B dari luar ruangan mendengar semua percakapan ketiga orang tua mereka. Rasanya kelima anak itu, menahan rasa geram dan kesal yang begitu dalam mendengar apa yang terjadi kepada kedua dad nya itu.
"Jalang sialan !!" Umpat Bratt disana.
"Sudahlah, mengumpat tidak akan ada gunanya adikku, lebih baik kita mengunjungi nya dan memberikan beberapa pengalaman yang menyenangkan disana." Ujar Bryan dengan nada sadis nya.
"Ah aku, tahu kapan kita, bisa melaksanakan nya." Ujar Brick berfikir.
"Kapan ??" Tanya Brandon.
"Malam ini.." ujar Brick menyeringai licik.
"Nah, Bradley, kau mau ikut atau-"
Keempat kakaknya kaget melihat Bradley malah duduk di atas kursi sembari menjilati ice cream yang sudah di belikan oleh Raymond untuk mereka berlima. Bradley sadar jika keempat kakaknya sedang menatap ke arahnya itu.
"Ehh apa ada yang salah dengan ku ??" Tanya Bradley dengan polos.
"Ah tidak, jadi Bradley apakah malam ini kau akan ikut ??"
"Ku pikir tidak.."
"Heyy ayolahh.. apa kau merubah nama kita semua ??" Ujar Bratt.
"Ha ?? Nama apa ??"
"Nama kita, sebagai 5B." Ujar Bratt dengan gaya sok cool nya itu.
"Jika Bradley tidak ikut, itu artinya nama kita berubah menjadi 4B ?? Ayolah Bratt, kita bukan boyband yang akan manggung." ujar Bryan
"Lagipula, jika Bradley ada malah berbahaya, musuh bisa memanfaatkan nya." Ujar Brandon.
"Aku setuju dengan Brandon, biar kita berempat saja yang melakukan tugas ini." Ujar Brick.
Bratt merubah ekspresi nya, tapi kalau di pikir lagi. Jika Bradley ikut yang ada malah berbahaya, lagipula Bradley kelihatan tidak sekuat keempat kakaknya, hanya saat dia mengamuk saja. Tapi jika Bradley di buat mengamuk, bisa lebih bahaya. Yang ada Bradley malah menyerang keempat kakaknya itu. Bratt memikirkan ulang ucapan Bryan.
Sejenak keempatnya mengatur strategi, dan Bradley asyik menikmati ice cream dengan menjilatinya menggunakan lidah nya. Tidak lama, pintu terbuka.
Dreettt
"Hey anak-anak, kalian sudah memakan ice cream, yang di belikan oleh Dad Raymond ??" Ujar Roxelia keluar melihat keempat anaknya menggerombol menjadi satu kecuali Bradley yang asyik duduk disana dengan tenang.
"Errr... Hey Mom, bagaimana ??"
Roxelia tersenyum, "Dad Raymold baik-baik saja, nanti malam dia sudah bisa pulang ke rumah."
Membuat keempat lelaki itu menyeringai licik dalam hati, mereka ada kesempatan mengambil beberapa senjata dan peralatan di kamar masing-masing.
~ malam harinya ~
Disaat suasana malam begitu sepi, Roxelia, dan kedua dad nya sudah berada di kamarnya, keempat lelaki itu segera menyiapkan segalanya, peralatan dan perlengkapan yang khusus untuk bisa membunuh jalang yang membuat Dad Raymold mereka menderita.
"Kalian siap ??" Tanya Brick, di jawab anggukan oleh ketiga adiknya itu.
"Baiklah kita berangkat.." ujar Brandon.
"Kalian bisa keluar, aku ada urusan sebentar.." ujar Brick segera melangkah menjauh dari mereka.
Ketiga nya hanya mengangkat bahu, tidak tahu apa yang di lakukan kakak pertama nya itu, tapi yang jelas mereka melaksanakan perintah kakak nya itu. Ketiga adiknya pun segera keluar dari rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Five Devil
Romance21 ++++++ Warning : > Adegan threesome dan Foursome. > Adegan mature. > Kata-kata yang mengandung unsur mature. > Kekerasan seksual. Seharusnya keduanya tidak menyukai atau bahkan mencintai kelima lelaki bejat yang sudah membunuh kedua orang tuanya...
