nineteenth : buku diary 1

19.3K 584 257
                                        

Angel terdiam tersipu mendengarkan ucapan dari Bradley. Tidak lama, Bradley menjauhkan dirinya sendiri dari Angel.

"Oh aku lupa, di gudang, ada beberapa barang yang harus di bereskan. Ku harap tidak memecahkan barang atau mengambil barang apapun disana ?! Kalian mengerti." Ujar Bradley memberikan perintah dengan nada dingin, dan tegas. Bahkan sorot matanya berbeda dari Bradley yang polos itu.

Angel merasa sedikit aneh dengan tuannya yang satu ini, sifatnya labil seperti anak remaja, kadang dingin, kadang galak, kadang sadis, kadang polos bahkan sampai membuat semua yang ada di rumah kadang harus menepuk kening mereka melihat ucapan polos Bradley.

"Ehh.. tapi tuan, bagaimana dengan dapur ??" Tanya Angelina berdiri tidak jauh dari sana, dan mendengarkan perintah dari Bradley.

"Itu gampang, lakukan saja perintah ku. Urusan dapur bisa aku panggilkan maid lainnya." Ujar Bradley.

"Ohh baiklah, tuan Bradley." Ujar Angel.

Lalu Bradley pergi dari dapur dan melangkah menelusuri lorong untuk pergi ke gudang tempat penyimpanan barang-barang lama dan antik milik keluarga mereka. Sementara Angel dan Angelina mengikuti Bradley dari belakang, keduanya tidak tahu tempat atau lorong tersebut sebelumnya, mereka bahkan harus mengingat jalan atau alur lorong agar mereka tidak tersesat untuk kembali ke kamar mereka.

Setelah sampai di gudang penyimpanan barang, Angel dan Angelina terkejut melihat begitu banyak barang di dalam gudang tersebut. Kedua wanita itu melihat begitu banyak barang yang sudah sangat lama dan tua yang di penuhi oleh debu dan sarang laba-laba yang cukup banyak.

"Tuan... Banyak sekali barang disini ??" Tanya Angel.

"Tentu saja, tidak perlu semuanya di bereskan." Ujar Bradley.

"Tapi tuan, kenapa barang ini begitu banyak ??"

"Grrr cerewet sekali sih ?! Memang ada apa ?! Ada masalah kalau barang nya banyak ?!!" Ujar Bradley geram dan menaikkan nada suaranya.

"Tidak ada tuan.." ujar Angelina menunduk takut, jika Bradley sudah menaikkan nada bicaranya.

"Tidak ada tuan, tapi-"

"Tidak perlu ada tapi-tapian !!" Ujar Bradley memotong pembicaraan dari Angel, membuat wanita itu sedikit cemberut kesal. Terkadang kalau Bradley sedang dalam kondisi atau mood galak seperti ini begitu menyebalkan, apapun di marahi tanpa sebab. Benar-benar menyebalkan.

"Hmmm... Majikan nya galak banget.." lirih Angel dengan nada pelan.

"Apa kau bilang ?!" Ujar Bradley dengan nada tinggi mendengarkan lirihan dari Angel.

"Tidak ada." Ujar Angel dengan acuh, melewati Bradley dan mulai mendekati beberapa barang lama yang ada di dalam gudang tersebut.

Bradley hanya menggeram kesal, melihat Angel kelihatan begitu berani kepadanya yang merupakan seorang majikan. Kurang ajar sekali maid itu, lihat saja Bradley akan perkosa dia habis-habisan malam nanti, dan Bradley akan membuat Angel tidak bisa berjalan selama beberapa hari.

"Kalian berdua, harus membersihkan semua barang disini, paham ?!"

"Polos-polos galak..." Lirih Angel, membuat Bradley menoleh ke arahnya dan memberikan tatapan tajam sementara Angel malah bingung dan heran.

"Ehh kenapa kau menatap ku, seperti itu ?? Apa kau mendengarkan apa yang aku katakan ??"

"Tidak !!! Lupakan !!!"

Bruk !!!!!

Bradley keluar dari gudang, dengan sedikit membanting pintu menandakan lelaki itu sedang dalam keadaan tidak mood. Dan itu membuat Angel dan Angelina terkejut karena suara nya cukup keras.

My Five DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang