"Awh !!" Angel dan Angelina tampak berjalan dengan sedikit pincang dan kesakitan. Membuat Chani bingung, saat kedua perempuan itu berjalan perlahan sembari memegang dinding sebagai pegangan mereka.
"Kak Angel, sama Kak Angelina kenapa ??" Tanya Chani dengan penuh tanda tanya, dan bingung.
"Ini..."
"Ini semua gara-gara mereka bertiga !!" Angelina memotong ucapan dari Angel dengan kesal, karena ulah ketiga lelaki yang menyerangnya secara brutal semalam.
"Eh.. Mereka bertiga ??"
Angelina melirik ke arah kelima anak lelaki yang duduk tidak jauh dari sana, Angelina menatap tepat ke arah Brandon, Bratt, dan juga Bryan. Ketiga lelaki itu sebenarnya merasakan tatapan yang mengarah ke mereka, tetapi ketiganya bertingkah acuh dan tidak peduli.
Sementara Chani malah sibuk dengan pemikirannya sendiri, kenapa Kak Angelina dan kak Angel tampak kesakitan ?? Apakah mereka dianiaya ?? Apakah mereka... Ah sudahlah lupakan saja batin Chani.
Disisi lain..
"Apakah lama menunggu ?? Maafkan aku.." Ujar Barcley baru saja datang, dia baru saja sampai di rumah keluarga Hemswrt.
Barcley bertemu dengan Roland, Raymond, Raymold, dan juga Roxelia. Dengan sopan lelaki psikolog itu menundukkan kepalanya sejenak, menghormati Roxelia dan kedua suaminya dan tersenyum senang.
"Aku berterimakasih kepada kalian mempercayakan aku sebagai psikolog pribadi Roland." Ujar Barcley dengan senyuman ramah, sejenak membuat Roxelia senang, ini pertama kalinya seseorang lelaki begitu ramah, sopan dan baik. Biasanya lelaki yang datang kemari selalu berwajah datar seperti tembok.
"Tidak masalah, Roland yang menginginkanmu untuk menjadi psikolog pribadinya." Ujar Raymond dengan ramah, sementara Raymold meneliti lelaki itu dari bawah sampai atas, dia mendengarkan kecurigaan yang Raymond rasakan dari lelaki itu, karenanya Raymold juga ikut menyelidiki.
"Kalau begitu ayo." Ujar Roland dengan senang. Barcley mengangguk, tapi baru satu langkah, dia kemudian hampir terjatuh seakan kakinya tersandung atau keseleo, entah karena apa.
"Awh.." rintih Barcley disana, membuat Roland terkejut.
"Kau tidak apa ??"
"Yeah, maafkan aku.. Memang sedikit kesulitan mengendalikan kaki palsu. Jarang sekali aku hampir jatuh seperti ini." Ujar Barcley yang mengandung kecurigaan dari Raymond, dan Raymold disana.
"Kaki... Palsu ??" Tanya Raymold dengan hati-hati. Tunggu sejak kapan, Raymold memperdulikan perasaan orang ?? Biasanya dia menggunakan kata-kata ketus nya kepada siapapun.
"Iya.. Maafkan aku tuan dan nyonya Hemswrt.. Aku tidak mengatakan sebelumnya, aku mengalami kecelakaan yang membuat kakiku lumpuh sebelah." Ujar Barcley kemudian berusaha berdiri secara perlahan.
"Perlu aku bantu ??" Roland berfikir ingin membantu Barcley, tapi lelaki itu menolak dengan halus dan tersenyum.
"Ah.. Tidak perlu Roland, I'm fine.. Ini hal biasa bagiku. Jangan khawatir."
Setelah Barcley kembali berdiri, Roland segera tersenyum dan mengajaknya untuk ke ruangan yang memang sudah dia persiapkan sebagai ruangan konseling nya dengan Barcley, yaitu....
Di kamar Raland..
Roland sengaja, dia sengaja mengajak Barcley ke kamar milik Raland, untuk membuktikan semua kecurigaannya kepada Barcley.
Setelah Roland dan Barcley pergi, ketiga orang itu terdiam sejenak mendengarkan pembicaraan milik Barcley. Raymond kemudian berbicara kepada adik kembarnya.
"Lihat, apakah aku berlebihan jika mencurigai nya ??" Ujar Raymond seakan menunjukkan sesuatu yang dia curigai.
"Curiga ?? Kenapa ??" tanya Roxelia.
"Well... Sedikit.. Berteori gila.. Jangan pikirkan Roxelia, kak Raymond memang sedang gila." Ujar Raymold, tentu saja dia berbicara seperti itu hanya untuk menutupi dari istrinya sendiri. Raymold tidak mau Roxelia kembali bersedih setelah mendengarkan kecurigaan Raymond, jika Barcley adalah Raland yang masih hidup.
~ ~ ~
Barcley melihat sekeliling kamar Raland, yang masih rapi. Penuh dengan lukisan yang terlihat indah bagi ukuran lukisan anak-anak, tapi Barcley sangat mengagumi lukisan di dinding yang dipajang.
Barcley duduk di kursi yang sudah disediakan oleh Roland. Kursi sofa tentu nya, agar jauh lebih santai dan lebih nyaman. Roland duduk di seberangnya melihat Barcley yang terkesima seperti anak kecil yang melihat sesuatu yang indah.
"Kamar ini sangat indah.. Meski terkesan seperti anak-anak." Ujar Barcley dengan nada kagum disana.
"Y..yeah.. Ini.. Kamar adik kembarku.. Raland.."
Barcley menatap kaget ke arah Roland.
"Kau yakin, baik-baik saja berbicara disini ?? Maksudku.. Apakah ini tidak membebani pikiran dan benakmu ?? Ini hanya akan terus mengingatkan mu pada adik kembar mu, bukan ??" Tanya Barcley dengan nada sendu disana.
"Aku.. Ingin belajar melupakannya.. Jika aku bisa.."
Barcley tersenyum, "Jangan dilupakan.. Tapi relakan.. Kasihan adik kembar mu, bisa tidak tenang di surga.. Bagaimana jika dia turun dari surga dengan sayap ??" Ujar Barcley dengan nada jahil, seakan menjahili anak kecil untuk ditakut-takuti, Roland mana takut dengan arwah Raland.
Mungkin Roland malah akan mengikat adik kembarnya dengan rantai, agar tidak kembali ke surga atau memotong kedua sayap nya agar tidak terbang kemanapun.. Astaga pemikiran gila macam apa itu.
"Aku bersyukur jika dia turun dari surga, aku akan memintanya untuk mengajakku kesana.. Atau aku tahan saja dia dibumi." Ujar Roland tidak kalah tidak masuk akalnya, membuat Barcley tertawa geli mendengar ucapan Roland yang mirip pemikiran anak-anak.
Barcley mengamati semuanya, termasuk sebuah lukisan yang membuatnya sangat tertarik. Lukisan atau gambaran Raland tentang dirinya dan Roland, benar-benar anak yang cerdas, dia menggambar dengan begitu rapi dan detail. Bahkan para pembuat manga atau komik saja kalah dengan hasil gambaran Raland.
"Gambaran nya bagus sekali, indah." Ujar Barcley memandang kagum ke arah gambaran tersebut, sementara Roland tersenyum sendu. Itu adalah gambaran Raland yang dia buat, tepat sebelum insiden penculikan itu terjadi.
🌹🌹🌹
Haii semua...
Udah bonus chapter ke 7 ya.. Besok bonus chapter ke 8, 9, dan terakhir ke 10. Mungkin malah gak ada acara pernikahannya...
Ya bayangin aja mereka, nikah kaya Twins dan Roxelia dulu 🥲🥲
ya intinya gitu lah 🤣🤣🤣
hati-hati ya, Chapter 8 mungkin bakal ada acara menangis bersama..
Siapin tissue sebanyak-banyaknya intinya..
Udah itu aja dari Author, terima kasih dan salam buat kalian semua..
KAMU SEDANG MEMBACA
My Five Devil
Romansa21 ++++++ Warning : > Adegan threesome dan Foursome. > Adegan mature. > Kata-kata yang mengandung unsur mature. > Kekerasan seksual. Seharusnya keduanya tidak menyukai atau bahkan mencintai kelima lelaki bejat yang sudah membunuh kedua orang tuanya...
