Makan Malam
___
|perhatian 1600 kata|
<○○●●●___■___●●●○○>
~AFTER ORION~
"KAMU?"
"Om?"
"Kamu yang tadi siang digebukan brandal itu kan?"
Zuli Diraja yang kini berdiri di hadapan Zulfan Dwi. Lelaki usia kepala empat itu terlihat cukup terkejut dengan sosok pemuda yang ditemuinya di persimpangan jalan siang kemarin. Pun sama halnya dengan Zulfan.
"Iya."
"Kamu ngapain di sini?" tanya Zuli menautkan kedua alisnya, heran.
"Loh ini rumah saya. Om yang ngapain di sini?" Zulfan balik bertanya.
Zuli cengo seketika.
Jika pemuda ini tinggal di rumah Aini besar kemungkinan dia adalah putra Aini.
Begitulah pemikiran Zuli.
Belum sempat Zuli menjawab pertanyaan Zulfan, Aini lebih dulu datang dengan tergopoh-gopoh dari dalam rumah dan langsung menahan lengan Zulfan tiba-tiba.
"Jangan-- Loh Mas Zuli!" Aini yang masih bermata sembab itu terkejut ketika menyadari presensi Zuli di hadapan Zulfan.
"Bunda kenal sama Om ini?" tanya Zulfan.
"Iya, dia temen Bunda." kata Aini gugup sendiri.
"Bunda? Dia anak kamu Ain?"
Aini mengangguk.
"Silakan masuk Mas," kata Aini yang membuat Zulfan pun ikut kembali ke dalam rumah.
Ini secara tidak langsung adalah taktik Aini untuk membuat Zulfan tidak pergi dari rumah. Anak lelakinya itu tahu betul seberapa sensitive-nya mulut tetangga perihal lelaki yang menjadi tamu seorang single parents seperti Aini.
"Jadi Om sudah tahu tentang orang stres itu?" tanya Zulfan dengan kentara menunjukkan ketidaksukaanya pada objek yang dibicarakan.
"Jangan bilang begitu. Bagaimana pun dia tetap ayah kamu Fan." Itu suara Aini yang baru saja keluar dari dapur membawa tiga gelas teh hangat.
Zulfan memutar bola matanya jengah.
Selalu saja begitu, batin Zulfan.
Aini memang tidak pernah mengajarkan Zulfan untuk membenci orang lain. Apalagi ayah kandungnya sendiri. Bagaimana pun juga Agust pernah menyayangi Zulfan dulu, sebelum akhirnya ia di-phk dan menjadi brandal yang suka minum dan mempermainkan wanita.
"Apa yang dikatakan Ibumu benar Fan. Kamu gak boleh kasar sama ayahmu."
"Tapi Om, dia udah nyakitin bunda, masa aku harus diam saja!" bantah Zulfan sengit.
"Oh itu tenang saja. Urusan Ibu kamu biar Om yang nanganin. Lagian Om ini udah ngasih pembalasan kok buat si agustus itu!!"
Aini dan Zulfan kompak menaikkan alisnya.
"Om hajar dia?" tebak Zulfan.
"Enggak. Om ceburin dia ke empang," kata Zuli yang langsung disambut kikikan tawa oleh Zulfan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFTER ORION [✔]
Fanfiction[BROTHERSHIP : AFTER ORION] [SEQUEL DARI THE ORION CONSTELLATION] Tidak diwajibkan untuk membaca seri pertama. Karena sequel jelas sekali berbeda. Beberapa part mungkin akan menyangkut seri pertama tapi tidak keseluruhan. Terima kasih. ____________...
![AFTER ORION [✔]](https://img.wattpad.com/cover/243753872-64-k226955.jpg)