[BROTHERSHIP : AFTER ORION]
[SEQUEL DARI THE ORION CONSTELLATION]
Tidak diwajibkan untuk membaca seri pertama. Karena sequel jelas sekali berbeda.
Beberapa part mungkin akan menyangkut seri pertama tapi tidak keseluruhan.
Terima kasih.
____________...
Tidak perlu berlama-lama yuk kita lanjut ceritanya.
---O0O--
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
---O0O---
"Gak keluarga kayak dulu gimana maksudnya?" tanya Alfa pada siapa pun yang tahu jawabannya.
"Oh gini Pa maksudnya dulu kan Om Ryan dan Om Amar udah kayak dianggap keluarga sama Dylan. Ya kan lan?" Raffa menyikut lengan Dylan.
"Iya Pa. Jangan dipikirkan. Dylan mau jawab nih. Gak papa kok. Gue tetep bahagia, bagi gue mau sekarang atau masa lalu ya mereka tetap keluarga gue. Keluarga gak melulu harus terikat dengan darah kan? Dan iya gue masih jomblo woy.. Authornya kapan ngasih gue gandengan???.. Eh readersnim ada yang mau gak jadi pelabuhannya Bang Dylan?" Dylan mengedipkan sebelah matanya pada kamera. Ups.
"Bingung mau ngetik apa? Gue juga bingung mau ngomong apa?" balas Dylan.
"Iya gue emang sibuk sama restoran, makanya jarang nongol. Dan iye lagi gue masih jomblo. Gue juga bakalan kangen sama kalia semuwa.. i misss u..." Raffa memonyong-monyongkan bibirnya.
Jujur Hafis yang udah duduk kembali di dekat Raffa ingin sekali menaboknya.
---O0O---
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
---O0O---
"Kan gue tuh pahlawan di sini Bang. Lo udah gak bisa bantah lagi. Nih buktinya. Ada yang ngaku sendiri. Jangan iri lo!!" ujar Hafis membusungkan dada.
"Eh Jan bangga dulu cebol. Nih ada yang nanya 'gimana? apa kabar tuh tinggi badan?'. Ckck. Pahlawan kok cebol kek lo, mau nolongin siapa lo?" cibir Raffa.
"Oh ya kemarin ada anak kecil, balonnya nyangkut di ranting, minta tolong kan sama Bang Hafis, tapi Bang Hafisnya gak nyampek minta tolong ke anak SMP dong akhirnya." timpal Zulfan dengan kekehan tawanya.