[ O5. Bang Kai!! ]

141 32 70
                                        

05. Bang Kai!!

Semua pasti akan berada di titik terendah mereka. Yang ia harap, di saat semua itu terjadi akan ada seseorang yang tetap tegap melingungi dan bersamanya.
ㅡ TAA_O5 ㅡ

Kiara berjalan sambil tergopoh-gopoh menuju rumah nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kiara berjalan sambil tergopoh-gopoh menuju rumah nya. Jarak dari taman sampai ke rumah nya memang cukup jauh jika ditempuh dengan jalan kaki saja, mungkin jika dengan naik motor itu akan terasa dekat.

Walau taman masih di satu komplek yang sama dengan rumahnya, tetapi letak persis nya sangat jauh, seperti dari ujung ke ujung.

Kiara jadi menyesal dan kesal sendiri jika teringat dengan kejadian tadi. Bodoh nya ia sampai-sampai meminta diajari oleh anak kecil yang pasti pengalamannya pun tidak terlalu banyak.

Kaki gadis itu terasa sakit sekali, seperti nya pergelangan kaki nya terkilir.

Tak terasa Kiara pun telah sampai di rumah.

"Assalamualaikum, Bunda!!" Panggil Kiara setelah membuka pintu rumah.

"Waalaikumsalam."

Kiara mengira jika yang menjawab salam tadi ialah sang Bunda. Tetapi tidak, melainkan yang jawab adalah Kaisar -Kakak nya.

"Loh kok abang?! Bunda nya mana?" Tanya Kiara.

"Lagi keluar sebentar katanya, ada urusan sama Tante Lova," jelas Kaisar.

"Terus kenapa abang ada di rumah jam segini?" Tanya Kiara keheranan.

"Abang lupa ternyata jam mata kuliah abang jam 1 siang, bukan tadi pagi," ucap Kaisar tanpa dosa. Lalu laki-laki itu jalan santai ke arah sofa ruang tamu sambil membawa susu kotak rasa pisang di tangannya.

Kiara menatap kesal Kakak laki-laki nya itu. Kalau tahu Kaisar ada di rumah, ia pasti sudah meminta untuk menjemput nya saja, dari pada harus pulang sendirian seperti tadi dan malah nahas nya kaki gadis itu sampai terkilir. Walau bukan murni kesalahan Kaisar, tetap saja ini membuat Kiara kesal.

Gadis itu berjalan ke arah Kaisar, ketika sudah dekat Kiara langsung menjambak rambut laki-laki itu. "Kalau abang ada di rumah seharusnya tadi jemput Kiara aja!! Kiara kan jadi pulang sendiri dan malah kaki Kiara sampai terkilir kayak gini!!"

"AAAAA, SAKIT RA!!" Pekik Kaisar tak kalah kencang.

Sekira nya sudah puas, Kiara melepas genggaman tangan nya dari rambut sang Kakak.

"Emang kamu kenapa sih pulang sendiri?" Tanya Kaisar sambil mengusap puncak kepala nya yang merasa agak pusing karena jambakan dari Kiara tadi.

TE AMO, ALBEN! [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang