"Antara sedih dan senang. Berliku dan bergelimang dalam hidup. Semua seimbang dan tak perlu untuk bimbang."
ㅡ Kiara Austiana
Kiara Austiana, gadis remaja yang gila akan tarian. Balet adalah tujuan Kiara menempuh impian dengan tarian indah.
Untuk K...
Ditengah marak nya rasa dilema. Terduduk menatap cahaya temaram yang jauh disana. Mampu membuat nya terdiam dan terpana. ㅡ TAA_12 ㅡ
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah memberikan pengunguman baru tentang jam mengajarnya. Pak Anton langsung meminta Rio, sang ketua kelas, untuk segera mengambil peralatan olahraga yang berada di gudang.
"Rio dan Bian, tolong kamu ambilkan sepuluh bola basket dan cone kerucut yang ada di gudang sekolah," perintah Pak Anton pada kedua murid nya itu.
Rio dan Bian pun menuruti perintah dari sang guru. Kedua laki-laki itu langsung berjalan menuju gudang yang berada di belakang sekolah.
Sementara Pak Anton, ia memutar pandangannya, mencoba memilih anak murid lain yang akan ia utus untuk memanggil anak kelas IPS 1.
"Kiara," panggil Pak Anton.
Karena tubuh nya yang mungil dan pendek, Kiara selalu berada di barisan paling depan. Maka dari itu Pak Anton langsung memanggil gadis itu.
"Iya. Ada apa, Pak?" Tanya Kiara.
"Tolong kamu panggil kan seluruh anak kelas IPS 1. Bilang kalau pelajaran mereka saya yang ajar dan harus turun sekarang juga," ucap Pak Anton.
Damn! Kiara terdiam ditempat ia berdiri saat ini. Astaga, untuk menerima jika harus belajar bersama Alben saja sudah sangat membuat mood Kiara turun. Dan, sekarang dirinya lah yang di pinta Pak Anton untuk memanggil anak kelas laki-laki itu.
"Sama saya juga ya, Pak?!" cetus Azila tiba-tiba. Berbanding terbalik dengan Kiara, mendengar nama kelas 'XI IPS 1' Azila langsung semangat, karena di pikirannya langsung terbayang Seno, pujaan hati nya itu.
"Iya, terserah kalian berdua. Sudah sana cepat panggil mereka." Lantas Pak Anton langsung meminta anak murid yang masih berada dilapangan untuk pemanasan.
Kiara dan Azila berjalan beriringan menuju lantai dua, dimana kelas IPS 1 berada. Azila dengan wajah berseri-seri nya, sementara Kiara dengan wajah masam dan kedua tangan yang terlipat didepan dada.
"Ki, ayo dong ketuk pintunya," pinta Azila.
"Lo aja deh, La."
"Gue?" Tunjuk Azila pada dirinya sendiri.
"Iya. Udah sana, sekalian bisa modus juga sama Seno 'kan," ucap Kiara. Lalu ia mendorong Azila yang menyebabkan pintu terbuka tanpa sengaja.
Memperlihatkan seorang Azila yang berdiri kaku di hadapan seluruh murid IPS 1. Azila malu sekali karena nya, semua mata menatap dirinya aneh, tapi dengan segera Azila menetralkan mimik wajah nya kembali menjadi seorang Azila yang ceria.
"Gais!! Kalian disuruh ke bawah karena mata pelajaran Olahraga mau dimulai," teriak Azila memberitahu.
"Tapi, Pak Radli nya aja cuti, siapa yang gantiin Pak Radli memang nya?" tanya salah satu dari mereka.