[ 23. Pemberian Pertama ]

76 17 16
                                        

23. Pemberian Pertama.

Banyak kata yang tak bisa di utarakan. Hingga akhir nya air mata yang harus jatuh di selatan.
ㅡ TAA_23ㅡ

Sesuai dengan perintah Alben, Kiara mulai memfokuskan pandangan nya, lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesuai dengan perintah Alben, Kiara mulai memfokuskan pandangan nya, lagi. Kiara mulai menghiraukan tatapan-tatapan dari orang yang tidak ia kenal di sekeliling nya. Setelah Alben selesai memberikan aba-aba, Kiara langsung melempar bola itu dengan sedikit melompat.

Dan, hasil nya masih sama dengan yang sebelumnya. Yaitu, gagal.

Tapi, Alben tidak gentar untuk tetap meminta Kiara agar mau mencoba lagi dan lagi. Sampai di percobaan ke sepuluh, Kiara benar-benar berhasil memasukan bola basket ke dalam ring dengan sempurna.

Kiara spechless, yang ia lakukan hanya mematung di tempat. Astaga, ia tidak menyangka jika bola itu benar-benar masuk!

Alben berjalan mendekati Kiara. "Apa gue bilang. Tuh, akhirnya bisa juga, ya 'kan?"

Kiara tersenyum menanggapi nya. Alben berlari mengambil bola basket, lalu dibawanya mendekat ke arah Kiara.

"Udah jam setengah sebelas, ayo pulang, gue antar. Sekalian ngomong sama Ayah dan Bunda lo juga." Alben bergerak memakai tas, dan tangan sebelah kanan ia biarkan memegang bola basket.

Sudah siang, dan cuaca lumayan panas, taman kota pun terlihat sepi karena kebanyakan orang-orang yang datang tadi sudah pulang lebih dulu.

Namun, nanti sekitar jam empat sore hingga malam hari, taman kota pasti akan sangat ramai. Banyak jajanan-jajanan atau tempat kuliner yang berada disini, dan juga terkadang ada live musik yang mengisi panggung aula setelah gerbang masuk sana.

"Mau ngomong apa emang nya?" Kiara ikut berjalan disamping Alben.

"Minta maaf, karena bawa lo pergi tanpa ijin mereka dan bawa lo pulang sesiang ini," ucap Alben.

Kiara menganggukan kepala nya. Ya, bagus lah jika Alben memang berniat meminta ijin kepada Ayah dan Bunda nya. Jadi, Kiara sendiri tidak perlu susah-susah menjelaskan kepada ke dua orang tua nya.

Tetapi, bukan nya berbelok ke arah jalan rumah Kiara. Alben malah berjalan lurus, memasuki sebuah mini market.

"Ih, lo mau ngapain?!" sergah Kiara.

"Ya mau beli minuman lah, masa mau nyolong. Udah lo tunggu sini aja, gue nitip bola." Alben melempar bola basket milik nya kepada Kiara.

Dan, dengan sigap Kiara menangkap nya, ia membiarkan Alben masuk ke dalam mini market tersebut.

Kiara memilih untuk duduk disalah satu bangku yang ada di depan mini market tersebut. Ia mencoba men-drible bola basket selama beberapa kali, terkadang bola itu lolos dari tangan nya dan bergelincir diatas tanah, tapi, Kiata tetap mengejar dan menangkap nya.

TE AMO, ALBEN! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang