[ 26. Memburuk ]

89 18 8
                                        

26. Memburuk.

Raihlah mimpi dengan cara mu sendiri yang sudah dimatangkan.
ㅡ TAA_26 ㅡ

Kembali pada rutinitas masing-masing jiwa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kembali pada rutinitas masing-masing jiwa. Seorang Kiara yang sepagi ini sudah bangun dan bersiap dengan seragam sekolah nya. Hari ini dia bangun terlalu cepat, semalam Kiara tertidur saat pukul lapan malam, dan terbangun sekitar jam empat pagi.

Sekarang, gadis itu tengah terduduk melamun di meja belajar nya. Hari Sabtu kemarin terasa melelahkan, dari pagi hingga malam Kiara terus beraktifitas, maka dari itu saat hari Minggu, Kiara benar-benar mengistirahatkan diri nya dengan bersantai-santai dirumah.

Kiara meraih buku harian milik nya, membuka lembaran baru lalu mulai menulis sesuatu di atas sana.

Jadwal Kiara, mulai minggu ini!
Senin-Jum'at: sekolah.
Selasa dan Kamis: les.
Kamis dan Jumat: jadwal ekskul basket.
Sabtu: olahraga bareng Alben.

Catatan itu tertulis jelas di lembar buku harian Kiara. Gadis itu sengaja menulis catatan tersebut agar ia ingat jadwal aktifitas perhari yang akan dilaksanakan nya.

Kiara membuang napasnya gusar, lalu ia menelungkupkan kepala nya diantara ke dua tangan. Kepala nya berdenyut nyeri, sehabis selesai mandi dan bersiap-siap tadi Kiara terus memikirkan hal apa yang akan terjadi selanjut nya.

Rasa-rasanya langkah demi langkah yang Kiara ambil, semakin membuat ia terjerumus ke dalam jurang ke bingungan. Kiara benar-benar bingung, ragu dan ketakutan sekarang. Semua nya terasa sangat singkat dan cepat, tidak ada waktu untuk Kiara berpikir terlebih dahulu.

Dia ingat perkataan Kirana, Bunda nya, jika suatu keputusan yang diambil secara terburu-buru kemungkinan besar hasil nya tidak pernah memuaskan. Kiara jadi bergidik ngeri saat membayangkan nya. Bagaimana jika diri nya tidak mampu dan berujung membuat malu diri sendiri?

"Kiara." Bunyi ketukan dari pintu kamar berhasil membuyarkan lamunan Kiara.

Kiara beranjak membukakan pintu kamar, dan disana menghadirkan sosok Kaisar Diogra yang berdiri tegap di depan Kiara.

"Ada apa, Abang?"

"Tumben sepagi ini kamu udah bangun dan rapi kayak gini, Ki."

Huh, menyebalkan.

"Ya bagus dong. Jadi, Abang atau Bunda enggak susah-susah untuk bangunin, Ki, setiap pagi nya," ucap Kiara.

Kaisar mengangguk-anggukan kepala nya. "Iya-iya apa kata kamu aja deh. Sekarang mending kamu turun, bantu Bunda siapain sarapan sana, anak cewek satu-satunya tapi enggak pernah bantu Bunda di dapur," ucap Kaisar dengan sedikit omelan di perujung nya.

TE AMO, ALBEN! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang