[ O6. Mimpi dan Usul]

157 33 50
                                        

06. Mimpi dan usul.

Tetap menjadi diri sendiri, tanpa adanya rasa iri. Dengan semangat mengejar mimpi.
ㅡ TAA_O6 ㅡ

Kiara memilih untuk langsung istirahat dan tidur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kiara memilih untuk langsung istirahat dan tidur. Setelah melihat balasan dari Alena, ia sangat lega sekali, lembar daftar nya ternyata masih tersimpan rapi.

Karena besok sudah hari selasa dan jadwal nya untuk mengikuti les pembelajaran tambahan.
Kiara memang sudah mengikuti les bimbel tambahan seperti itu sejak kelas 8 SMP. Orangtua nya sengaja memasukan Kiara ke dalam les-an agar bisa mempermudah Kiara dalam kegiatan belajar di sekolah.

"Ra ..." Panggil seseorang dari arah pintu kamar nya. Kiara yang baru saja ingin tidur akhirnya menoleh dan memilih untuk duduk di atas kasurnya.

"Ada apa Bang?"

Ya, yang datang itu adalah Kaisar.
Kaisar mendekat ke adiknya, dan ikut duduk di atas kasur.

Melihat pertanyaan nya tidak di jawab oleh Kaisar, akhirnya Kiara bertanya lagi. "Ada apa sih, Bang?"

"Enggak apa-apa," balas Kisar. "Kamu sendiri ada apa? Tiba-tiba aja nangis tadi siang."

Kiara kembali teringat. Ah, kenapa sih jika ia sudah berniat untuk melupakan kesedihannya ada saja sesuatu yang berhasil membuat nya teringat lagi?

"Oh itu ... eum, enggak ada apa-apa kok," ujar Kiara.

"Masa? Tapi, yang Abang liat kamu sedih banget kayak nya tadi siang," ucap Kaisar. "Terus juga kamu bilang kalau kaki kamu terkilir gara-gara Abang, emang abang salah apa?"

Kiara terdiam. Ada benar nya juga apa yang Kaisar ucap kan, Kaisar tidak ada sangkut paut nya sama sekali dengan kejadian tadi siang. Memang dasar Kiara nya saja ceroboh dan bodoh.

"Aku tadi jatuh di taman sampai buat kaki aku terkilir gitu," ujar Kiara dengan suara lirihnya.

"Ke taman? Jatuh? Jatuh karena apa? Aduh plis deh, Ra, kamu tuh udah gede, enggak mungkin kan kamu jatuh cuma karena lari-larian?" Tanya Kaisar berurutan, laki-laki itu hampir tertawa membayangkan Kiara yang jatuh hanya karena lari-larian.

Kiara mengambil bantal yang berada di dekatnya, setelah itu ia melemparnya tepat di wajah Kaisar.

"Bukan karena itu! Aku tuh jatuh gara-gara bocil nyebelin yang ada di taman tadi," jelas Kiara.

"Coba ceritain kejadian lengkap nya," kata Kaisar.

Kiara pun menceritakan semua nya secara lengkap di depan Kaisar. Dari ia pulang sekolah, pergi ke taman, melihat sanggar tari, dan sampai di ajari menari oleh anak kecil.

TE AMO, ALBEN! [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang