"Antara sedih dan senang. Berliku dan bergelimang dalam hidup. Semua seimbang dan tak perlu untuk bimbang."
ㅡ Kiara Austiana
Kiara Austiana, gadis remaja yang gila akan tarian. Balet adalah tujuan Kiara menempuh impian dengan tarian indah.
Untuk K...
Kebahagiaan bukan soal cita yang mengikat, tetapi soal kebebasan yang melepas ambisi jiwa. ㅡ TAA_19 ㅡ
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dan kini Alben, Seno, Putra, Rio serta Reon yang mengambil alih lapangan. Ya, mereka berlima adalah anggota inti. Mereka tim utama di Ekskul ini, mereka juga sama-sama duduk di kelas sebelas, namun jurusan nya saja yang berbeda. Seperti Alben, Seno, dan Putra mereka di kelas IPS 1, Rio yang berada di kelas IPA 1, dan juga Reon yang berada di kelas Bahasa 2.
"Sebelum nya, kalian harus kenal kita terlebih dahulu. Gue Albenedict Saferio, kelas XI IPA 1, dan menjabat ketua Ekskul disini. Kalau di antara kalian ada apa-apa, bisa kasih tau langsung ke gue, karena gue bisa dibilang sebagai wakil nya Pak Anton," jelas Alben dengan suara lantang nya.
Setelah itu di ikuti perkenalan lagi oleh masing-masing anggota inti.
"Terimakasih buat anak kelas sepuluh yang udah gabung. Enjoy it," ucap Alben sambil tersenyum.
Selepas itu, Alben menyuruh para anggota nya untuk lari sebagai salah satu pemanasan sore ini.
"Tujuh putaran, ya," ucap Alben. Ia mulai menyalakan stopwatch yang ia genggam. "Go!!"
Para anggota pun mengikuti perintah dari Alben. Mereka berlari mengitari lapangan sambil berbaris dengan rapi nya.
Seno yang berada tepat di sebelah kiri Alben langsung menyikut perut laki-laki itu. "Di sana ada Kiara, jangan sebanyak itu lah lari nya."
"Tapi, jangan langsung tujuh putaran juga lah, Al, yang ada dia pingsan karena enggak kuat, apalagi ini latihan pertama nya," ujar Seno.
Alben membuang napas nya kesal. "Buat yang perempuan lima putaran aja," teriak laki-laki itu.
Kiara dari kejauhan pun menoleh dan tersenyum tipis. Di dalam hati ia merasa lega, setidak nya putaran yang akan ia lewati lebih sedikit. Lima putaran ya ... ah, Kiara rasa ia harus terbiasa dengan berlari.
"Ayo lari. Jangan sampe mereka mikir kalau kita merintahin mereka tanpa ikut lari juga," ajak Alben pada ke empat teman nya itu.
Mereka pun ikut gabung berlari dalam barisan tersebut. Seusai berlari mereka di pinta untuk melakukan pemanasan lain nya, dengan di pandu oleh tim inti. Hampir empat puluh lima menit telah terlewatkan dengan pemanasan saja.
Terlihat dari sebelah kanan datang seorang laki-laki dewasa dengan setelan olahraga menghampiri sekelompok murid tersebut.