[ 20. Kesal ]

75 19 18
                                        

20. Kesal.

Kesal berujung sesal, menimbulkan  ke kecewaan yang kekal.
ㅡ TAA_20 ㅡ

Dan sekarang, Kiara dan Azila tengah berjalan kaki menuju halte bus yang berada di depan jalan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dan sekarang, Kiara dan Azila tengah berjalan kaki menuju halte bus yang berada di depan jalan. Mereka sama-sama diam, tak ingin memulai pembicaraan. Namun, diam nya mereka berbeda.

Kiara yang asik bergelut dengan pikiran nya, tentang hal-hal apa saja yang akan ia lewati ke depan nya. Apakah ini akan berakhir dengan baik dan memuaskan? Atau malah akan berakhir dengan menyakitkan dan mengecewakan?

Sementara Azila, ia asik memikirkan tingkah laku Alben terhadap Kiara. Azila terkikik geli saat mengingat nya.

"Kenapa sih lo, aneh banget. Ke sambet, ya?" tanya Kiara dengan nada kesal. Sebab, sahabat disamping nya ini terus saja diam dan terkadang tertawa sendiri. Kan, Kiara jadi mikir yang tidak-tidak.

Azila mengulum senyum nya. "Ya ... enggak apa-apa sih, pengen senyum aja, emang enggak boleh?"

"Boleh. Asal jangan disamping gue, serem liat nya."

Azila menyenggol pundak sang teman. "Nyebelin lo, senyuman gue tuh menawan tau!" rajuk Azila dengan mimik wajah jenaka andalan nya.

Kiara tersenyum kecil melihat nya. Di sepanjang jalan mereka isi dengan obrolan khas anak perempuan, yang membahas tentang pelajaran, kegiatan di sekolah sampai membahas kegiatan di hari pertama Ekskul Kiara ini.

Lebih tepat nya, Kiara yang lebih banyak berbicara. Ia terus mengutarakan isi hati nya kepada Azila, dari perasaan kesal nya terhadap Alben, dan perasaan senang Kiara karena memiliki seorang pelatih yang baik juga ramah kepada nya.

Pikiran-pikiran negatif Kiara perlahan hilang dari benak nya. Hanya satu permasalahan nya sekarang, seorang Alben yang sangat di benci dan membenci nya.

"Jangan kayak gitu lah, Ki," jeda Azila. Mereka berdua telah sampai di halte, dan duduk di bangku yang tersedia disana. "Lagian menurut gue Alben baik, kok, cuma cara nya aja yang kadang salah."

"Kadang, kata lo?" tanya Kiara. "Di mata gue Alben mah selalu salah."

Azila terdiam sebentar, lalu mata nya menangkap seseorang yang ingin melintasi jalan di depan nya. Dengan segera gadis itu menghadang jalan nya.

"Stop, Al!!" pekik Azila, ia merentangkan tangan nya, mencoba untuk memberhentikan motor laki-laki itu.

Mau tidak mau, Alben pun memberhentikan laju motor nya dengan terpaksa. "Mau apa sih lo, La?"

TE AMO, ALBEN! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang