[ 32. Perihal Acara Tahunan ]

77 15 24
                                        

32. Perihal Acara Tahunan.

Waktu terus berjalan seiring berjalan nya aktifitas setiap individu, begitu juga dengan Kiara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Waktu terus berjalan seiring berjalan nya aktifitas setiap individu, begitu juga dengan Kiara. Selepas hari pengunguman itu ia lebih sering terlihat tersenyum dan rajin berolahraga.

Kiara juga sudah menjauh dari camilan lainnya yang mampu membuat berat badan nya naik dan menghambat tinggi badan, menurut nya. Kiara jadi lebih sering makan buah-buahan serta susu yang dianjurkan Kaisar.

Untuk Ekskul basket, Kiara pun masih rutin mengikuti nya. Hanya saja olahraga bersama Alben yang biasa ia lakukan setiap hari Sabtu tidak akan terjadi lagi. Karena dihari Sabtu dan Minggu, ia pergi ke sanggar untuk berlatih menari Balet.

Dan hari ini, tepat pada hari pertama Kiara masuk ke sanggar Prana Art Dance Class sebagai anggota tetap kelas Balet. Sekarang Kiara tengah terduduk menunggu, bersama dengan anggota lain di luar ruangan.

Dari arah kanan ada seorang Alben yang duduk disamping Kiara. "Ngapain lo ada disini?" tanya Kiara yang baru sadar bahwa Alben tengah duduk disamping nya.

"Suka-suka gue, tempat ini juga punya nyokap." Alben menyenderkan punggung pada dinding yang berada dibelakang nya.

Tidak, jika kalian berpikir Alben dan Kiara pergi bersama ke sini jawaban nya adalah salah. Kiara tadi berangkat dengan diantar oleh Kaisar, sementara Alben? Kiara saja tidak tahu jika laki-laki itu juga berada disini.

"Kenapa bisa?" tanya Alben tiba-tiba.

"Bisa apanya maksud lo?" jawab Kiara kurang mengerti.

Alben kembali menegak kan tubuh nya. "Ya ... kenapa bisa lo masuk sanggar ini? Setahu gue yang daftar disini apa lagi untuk kelas Balet itu banyak."

"Mungkin takdir, dan jawaban dari usaha juga penantian gue selama ini," lanjut Kiara.

"Penantian?"

Kiara mengangguk. "Iya penantian. Gue udah nunggu lama untuk hari ini, hari dimana gue bisa masuk ke sanggar ini sebagai anggota, bukan sekedar pengunjung saja."

"Terus untuk usaha? Usaha apa yang lo lakuin untuk masuk ke sini?" tanya Alben, lagi.

"Awalnya gue cuma bermodal suka dan mimpi. Tapi, gue sadar kalau diam enggak akan wujudin mimpi gue jadi nyata. Dan akhirnya gue mulai nyoba dengan hal-hal kecil."

"Contoh nya?" sahut Alben.

Kiara menerawang beberapa minggu yang lalu. "Berusaha turunin ego dan gengsi, mengutamakan cita dan mimpi. Lalu nyoba untuk masuk Ekskul basket, awal nya memang takut, tapi waktu itu gue udah terlanjur daftar, dan Alena juga Azila ngedorong gue terus untuk tetap berada di Ekskul basket. Ditambah lagi dengan gue diterima di sanggar, itu semua bisa membuat gue semakin yakin kalau gue bisa gapai apa yang gue cita."

Selama Kiara cerita panjang dan lebar, Alben terus menyimak dengan saksama. Lalu ia berdiri dan mengajak Kiara untuk berdiri juga.

"Bangun," pinta Alben.

TE AMO, ALBEN! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang