"Antara sedih dan senang. Berliku dan bergelimang dalam hidup. Semua seimbang dan tak perlu untuk bimbang."
ㅡ Kiara Austiana
Kiara Austiana, gadis remaja yang gila akan tarian. Balet adalah tujuan Kiara menempuh impian dengan tarian indah.
Untuk K...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perlahan mata Kiara terbuka, pandangan nya masih kabur, cahaya benderang dari lampu ruangan tersebut membuat pandangan Kiara semakin terganggu. Kepala nya masih terasa pusing, tapi, Kiara memaksakan diri untuk bangun dari tempat ia berbaring.
Dengan sigap Azila dan Alena yang duduk menunggu Kiara siuman dari pingsan nya, langsung menopang tubuh Kiara yang masih lemas.
"Ki, udah lo istirahat aja," ucap Azila lembut. Azila menjadi lebih tenang saat melihat Kiara yang sudah siuman.
Dengan tangan kanan yang masih memegangi kepalanya, Kiara mencoba untuk benar-benar duduk tegap.
"Ini dimana deh?" tanya Kiara.
Gadis itu menatap ke seluruh isi ruangan ini, bau obat yang sangat menusuk indera penciuman nya, kotak P3K yang menempel di setiap sisi ruangan itu, dan yang membuat Kiara terheran-heran adalah ada sebuah foto besar dengan logo Prana Art Dance Class tertempel di dinding ruangan tersebut. Apa jangan-jangan ia masih berada di sanggar?
"Ini UKS sanggar, Ki." Alena beringsut mendekati Kiara. "Tuh 'kan, apa gue bilang, seharusnya tadi lo makan dulu!" omel Alena.
Alena merasa sedikit kesal kepada Kiara. Tadi, sebelum Kiara masuk untuk seleksu calon anggota, Alena sudah menawari nya makanan, tapi Kiara terus menolak. Padahal sedari pagi Kiara belum makan apa-apa, bahkan untuk minum saja ia baru minum satu teguk.
"Iya-iya, maaf," sesal Kiara.
"Terus siapa yang bawa gue ke sini? Tadi 'kan kita lagi di parkiran, dan disana sepi banget tadi," tambah Kiara saat mulai sadar dengan apa yang baru saja terjadi pada diri nya.
"Alben yang bawa lo ke sini," ucap Azila dengan tersenyum manis kepada Kiara.
"Hah?! Kok bisa?" tanya Kiara.
Bagaimana Alben bisa tahu kalau dirinya sedang berada disini?
"Entah. Gue juga enggak tahu kenapa Alben bisa ada disini," ujar Alena. "Tapi, dia sekarang lagi keluar untuk beliin lo bubur dan mau kabari Bang Kaisar tentang ini."
Deg. Jantung Kiara kembali berdebar, astaga jika Kaisar tahu pasti laki-laki itu akan khawatir, lalu berakhir dengan Austin dan Kirana yang tahu tentang Kiara pingsan. Menurut Kiara ini hanyalah hal sepele, ia malah takut jika setelah Austin mengetahui ini, Ayah nya itu pasti tidak akan mengijinkan Kiara lagi.
Ditengah ke khawatiran Kiara, beberapa detik kemudian seseorang membuka pintu ruang UKS dengan paksa.
"Ki, kamu enggak apa-apa?" Ke tiga anggota keluarga Kiara berjalan mendekati gadis itu.
Kan apa yang Kiara duga benar terjadi.
"Ki, enggak apa-apa kok, Bang. Cuma pingsan karena enggak sarapan doang," ucap Kiara mencoba untuk lebih santai.