Hening yang lama tidak membuat mereka merasa tak nyaman, kini keduanya telah sama-sama menenangkan diri setelah sebelumnya berkutat dengan fikiran masing-masing. Tak ingin membahas lebih jauh masa lalu yang hanya membuat mereka bersedih, kesimpulannya adalah, Nikki kini hidup dengan satu ginjal. Kini Nikki membentangkan kain berwarna peach kotak-kotak diatas rumput, menarik tangan Aubry dan mengajaknya duduk, lalu mengeluarkan makanan dari keranjang rotan yang dibawanya tadi.
"Kapan kamu nyiapin ini?", tanya Aubry dengan sedikit sesenggukan, sisa tangisannya tadi.
"Tadi pagi, disiapin sama mbak ratih, aku nginap dirumah Papa kemarin", jawabnya sambil melungsurkan kotak makanan berwarna biru kepadaku.
"Mba ratih siapa?"
"Pengurus rumah tangga, dia udah lama kerja dirumah papa", jawabannya membuat Aubry lega dan mengangguk mengerti. Mereka mulai makan dalam diam, aktifitas menangis tadi membuat keduanya lelah dan lapar.
"Jadi jawabannya apa bry?", pertanyaan Nikki membuat Aubry terdiam, botol minuman yang harusnya sudah menempel dibibirnya kini hanya melayang diudara, seketika semburat merah jambu menjalar dibalik lapisan kulit pipinya yang mulus.
"Sorry, minum dulu deh", Nikki nyengir dan mempersilahkan Aubry untuk minum.
"kamu maunya aku jawab apa?" Aubry membalas pertanyaan Nikki.
"Apa aja, asalkan kamu hepi", Nikki tersenyum, tapi senyumannya tidak menyentuh matanya.
"Kalo gitu aku jawab iya", seketika senyuman Nikki merekah bagaikan bunga dimusim semi, perasaan sendu yang yang menggantung sejak tadi dihatinya sudah berubah menjadi hangat dan bahagia.
"Makasih Bry", hanya itu yang kini sanggup ia katakan, acara makan siang yang sangat indah ini telah selesai, Aubry sibuk membereskan bekal yang dibawa Nikki, sambil merangkak Aubry membersihkan remah-remah makanan yang berceceran, Nikki pun melakukan yang sama, setelah bersih botol minuman yang dibawa Nikki dan tempat makan yang dipegang Aubry bertabrakan diatas keranjang rotan, keduanya tertawa, kini Nikki mendekatkan wajahnya kearah Aubry dan dengan perlahan mendaratkan bibirnya ke bibir Aubry, sekilas tapi begitu mendebarkan, membuat keduanya tercekat seakan lupa caranya bernafas.
Kini keduanya diam, tiba-tiba merasa canggung tapi bahagia karena percikan dihati keduanya yang telah berubah menjadi besar dan berkilauan, seperti kembang api di malam tahun baru.
***
"Jody?, Nikki mana?", Aubry masuk kedalam apartemen Nikki membawakan donat yang masi hangat, hasil karyanya tadi pagi. Bedanya sekarang Aubry sudah menyewa sebuah rumah tak jauh dari apartemennya yang lama. Dan mereka kini telah berpacaran kurang lebih 3 bulan.
"Mandi, kamu ikut hari ini?", tanya Jody, Redhood akan ke Bandung hari ini dan mereka akan berada disana dua hari.
"Nggak, kita juga ada jadwal main hari ini di Citos", aubry membuka tupperware berisi donat lalu menaburnya icing sugar. "Makan donat dulu nih Jod?"
"Kebetulan banget, gue kelaperan dari tadi nungguin Nikki lama banget bangunnya", kata Jody sambil mengunyah donat dengan antusias."Em-nyakkk". Aubry hanya geleng-geleng kepala liat tingkah Jody.
"Hai snow white", Nikki keluar dari kamarnya dan mencium pipi Aubry sekilas, membuat darahnya berdesir. Nikki terlihat segar dan ganteng dengan kaos hitam dan jeans slim fit hitamnya, kapan saja dia ganteng! batin Aubry.
"Ini donatnya enak banget Nik", Jody menyodorkan donat kepada Nikki.
"Yang dibuat pacar gue semua enak, siniin", Nikki menarik tempat donat yang dibawa-bawa Jody lalu mulai memakannya.
"Makasih sayang", kata Nikki sambil menarik pinggang Aubry, mengajaknya duduk di sofa depan TV dan menyalakannya, mereka menonton channel musik seperti biasa. Video klip Sunshine sedang diputar, modelnya adalah Aubry sendiri dan Tama.
"Ih kok diganti sih", kata Aubry sambil merengut kepada Nikki.
"Aku benci benget ngeliat cara Tama mandangin kamu di video klip itu", kata Nikki datar. Tepat sebulan yang lalu video klip Sunshine mulai tayang di televisi, dan disitu diceritakan bahwa Aubry adalah kekasih yang bersedih di tinggalkan pacarnya yang diperankan Tama.
"Itu cuma akting tau?"
"Tau, tapi kayaknya dia memendam sesuatu sama kamu bry", Aubry terdiam, memang benar adanya Tama pernah menyatakan cinta dulu, tapi itu udah lama banget, pasti perasaan itu udah nggak ada lagi kan?
"Jadi di Bandung berapa hari?", Aubry mengalihkan pembicaraan.
"Besok malem atau senin pagi juga uda balik kemari"
"Ohh, kamu ada jadwal kemana aja besok?
"Cuma rekaman lagu baru sama on-air di radio", kata Aubry sambil menonton. Sunshine sepertinya diterima masyarakat Indonesia, single mereka meledak dipasaran, namun pihak label masih ingin melihat respon pasar sebelum membuatkan mereka album.
"Ayo Nik, yang lain udah nungguin", Jody menginterupsi acara nonton tv mereka.
"Cepet banget?"
"Yeee, besok weekend, takut macet kan", jawab Jody. Nikki bangkit untuk mengambil gitar dan ranselnya dari kamar.
"Aa' pergi dulu ya neng", Nikki merangkul pinggang Aubry dan berjalan meninggalkan apartemen. Didepan Apartemen sudah menunggu bus tour Redhood.
"Hati-hati, jangan lupa kabarin aku kalo udah nyampe, jangan ganjen-ganjen, makan yang bener", petuah Aubry membuat Nikki dan Jody tersenyum.
"Iya,, kamu juga baik-baik disini ya?, sampe ketemu hari senin", Nikki menggenggam tangan Aubry lalu mengecup keningnya.
"Bye bry", kata Jody.
"Bye..", Aubry melambaikan tangannya kepada bus tour yang mulai berjalan, lalu melangkah ke mobilnya yang sudah tiba di Jakarta sebulan yang lalu.
Pendek bgt? emang iya.. hehehe lagi ga semangat :(
Vote?

KAMU SEDANG MEMBACA
White Melody
RomanceKisah cinta anak band yang berakhir duka.. Adakalanya sebuah lagu bisa mewakili perasaanmu dan kisah perjalanan cintamu...