Aku tidak tahu apakah ini sebatas kebetulan atau sebuah keberuntungan saat Dokter Mike masuk ke dalam SPE-1 sebagai pembimbing untuk materi pertolongan darurat di jam terakhir sore ini. Aku dan El bertukar pandang. Aku juga berbisik pada Nic, memberitahu bahwa itulah dokter yang aku dan El maksud.
“Kalau begitu kita sebaiknya bertanya padanya setelah kelas,” Nic menjeda, “Diam-diam terlebih dahulu.”
Aku menyetujui dan menyandarkan punggungku ke sandaran bangku. Entah kenapa aku merasa bersalah dengan tidak memberitahu banyak orang mengenai perkembangan rencana dan tindakan yang akan kami lakukan. Tetapi ucapan Madam Klevans memang sangat mengusikku, terlebih setelah Nic membicarakannya langsung kemarin.
Saat aku tidak sengaja bertatapan mata dengan Dokter Mike, pria itu tampak mengenaliku dari raut wajahnya yang terkejut ketika pertama kali menyebut namaku. Baguslah, itu artinya Ia masih mengingatku, hal ini dapat memuluskan tujuan kami.
Saat melakukan praktik pertolongan darurat pada boneka peraga, aku diam-diam mendekati Dokter Mike yang berjongkok dan membungkuk di belakangnya, seolah mendengarkan penjelasan mengenai bagian vital yang perlu diperhatikan saat menandu atau mengangkat seorang yang terluka, terkilir, atau pingsan. Aku berbisik di sebelahnya,
“Aku harus bicara,”
Setelahnya aku menjauhi sang dokter yang tidak berhenti menjelaskan. Aku yakin dia mendengarnya. Kuabaikan tatapan Jeff yang sepertinya juga mendengar bisikanku karena Ia berjongkok di samping Dokter Mike. Aku akan menjelaskan padanya nanti.
Materi pertolongan darurat selesai, Dokter Mike tampak bersiap meninggalkan ruangan. Sebelumnya tentu saja kami perlu menandatangani daftar hadir satu per satu. Pria itu duduk diam di bangku pembimbing tanpa melepaskan pandangan dariku saat aku berjalan ke depan kelas.
Aku berharap dia mengatakan sesuatu soal bisikanku tadi, tetapi tidak.
Seperti itu hingga Zac menjadi yang terakhir untuk menandatangani daftar hadir. Dokter Mike bangkit berdiri dan meninggalkan SPE-1 tanpa menoleh sedikit pun. El menatapku dan sang dokter yang meninggalkan kelas bergantian, dan aku menggeleng lemah. Kemungkinan untuk mendapat informasi dari Dokter Mike telah tertutup.
“Bagaimana dengan dokter itu?” Nic berdiri dari bangkunya, aku juga begitu.
Aku membenarkan kacamataku dan menyentuh belakang leherku dengan tangan kiri, “Aku tidak tahu kenapa Dokter Mike ti—“
Nic tiba-tiba meraih tangan kiriku dan menggenggamnya, kukedipkan mataku berkali-kali. Jantungku berdegup kencang, ada apa dengan pria ini?!
“Mari tinggalkan dua burung cinta itu, kawan-kawan.” Kale berseru keras, tentu saja kami yang Ia bicarakan, “Oh! Disini panas! Sepertinya El akan mendidih sebentar lagi.” Kale mendorong Jeff dan lainnya yang awalnya memperhatikan ‘adegan mendadak' ini untuk keluar bergantian, “Ayo pergi sebelum kita terpanggang disini! Jaga dirimu agar tidak terbakar api cemburumu sendiri, El!”
Kale langsung menutup pintu kelas agar botol minum yang dilempar El tidak mengenainya. Kurasakan El mendekati kami dan menepis tangan kami agar terlepas, “Hey! Apa yang kau lakukan?” seru Nic.
“Seharusnya aku yang bertanya, untuk apa memamerkan kemesraan di depan umum?” El benar berubah menjadi panas, “H-hei, El. Tenangkan dirimu, ada apa denganmu?” Aku mengelus punggung lelaki itu.
“Ada apa denganmu, hah?” Nic kembali meraih tangan kiriku yang menenangkan El, “Aku tidak sengaja melihat ini.” Nic membuka telapak tanganku dan terdapat tulisan yang seperti dibuat dari spidol hitam.
Aku tidak menulisnya!
“Apa itu?” El mengembalikan suhu tubuhnya dan bertanya.
“Seharusnya pertanyaan itu diajukan kepada pemilik tangan ini, bukan?” Nic menatapku.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Genetics
FantasySelamat datang, The Genetics! Program Genetics terkenal dengan kesempurnaannya dalam memaksimalkan kualitas setiap peserta dari tahun ke tahun. Perlakuan adil adalah prinsip yang selalu kami junjung. Sikap tegas akan diterapkan pada setiap orang ya...
