Aku beranjak ketika mendengar keributan yang datang dari belakangku. Bu Fera datang dengan pedang cambuknya! Wanita itu berlari ke arah Sir Dean dan menodongkan bilah besi itu. "TERNYATA SELAMA INI KAU YANG MEMBUNUH AYAHKU!"
Aku hendak berlari untuk mencegahnya, tetapi Sella menahan lenganku, "Bi-biar mereka saja." Kulihat El, Kale, Zac, serta Nic sudah mencengkeram lengan Bu Fera.
"Mereka berhasil masuk! Apa yang lain baik-baik saja?!"
Val, Ken, dan Ve yang mendengar perkataanku langsung berlari keluar menerobos kerumunan The Genetics terhipnotis. Baiklah, kupercayakan tugas memeriksa keadaan TENS-3 dan The Genetics yang tidak terpengaruh pada mereka.
Kondisi kantor OEP menjadi kacau. Semua yang terhipnotis masuk bagaikan zombie yang siap menyerang kami. Staf OEP yang ada tampak kewalahan membangun pagar pengaman dengan tubuh mereka. Tiga orang yang gagal ditahan oleh staf OEP adalah sang kepala sekolah, sang game master, dan sang wanita yang berbicara dengan Dokter Mike malam itu.
"Sial, kenapa tidak bisa?"
Aku mendekati wanita yang jelas sekali sedang berusaha mengaplikasikan kemampuannya untuk mempengaruhi kami yang ada di ruangan ini. "Ada apa? Gagal menggunakan kemampuanmu?" Kutatap sekilas kalung berliontin emasku, "Kau tidak akan bisa melakukan hipnotis lagi disini, Oh..."
"Mungkin lebih tepatnya... Penghapusan memori dan rekayasa peristiwa?"
Gotcha! Ekspresinya berubah seketika.
Jadi begitu mereka menjalankan rencana penghapusan memori dan rekayasa peristiwa itu. Ada orang lain yang memiliki spesifikasi hipnotis di bidang ini. Kemampuan-kemampuan genetik ini memang sangat berbahaya bila sang pemilik berada di sisi gelap, contohnya wanita di hadapanku.
Aku melihat sang game master. Wajahnya sangat akrab di memoriku. Mirip seperti seorang mantan teman yang berkhianat. "Kau... ayahnya, benar?"
"Anakku melakukan tugas yang baik dengan memata-matai dan melaporkan segala tingkah ceroboh kalian para tikus pemberontak pada Bu Fera." Lelaki itu menatapku. Ia masih bisa menganggap semua kelakuan Flo benar rupanya. Baiklah, tidak ada lagi yang perlu kukatakan padanya.
Aku mendekati Bu Fera yang sedang berusaha keras melepaskan diri dari keempat lelaki SPE-1. Aku melihat Sella dan Jeff berlari keluar, sementara Lyn mendekat ke arah yang sama denganku.
"BANTU AKU MELEPASKAN INI, TANIA! BIARKAN AKU MEMBUNUHNYA!"
Tiba-tiba Lyn menggenggam mata pedang dan merampasnya dari tangan Bu Fera. Cairan merah menuruni bilah pedang, tapi gadis mati rasa itu jelas tidak dapat merasakan sakitnya.
"Jangan ikut campur, atau kutebas kalian dengan cara serupa seperti yang dilakukan pemimpin bodoh kalian pada dokter itu." Lyn menghunuskan pedang kepada perempuan yang kami temui di tes kedua, sang wanita yang berbicara dengan Dokter Mike malam itu. Namanya ternyata Tania, satu pengikut Bu Fera.
"Kau tidak akan berani menggunakan benda tajam itu, gadis manis." Wajah Lyn terlihat serius, seperti yang selalu Ia ekspresikan. Tetesan darah dari telapak Lyn bergerak maju seiring dengan langkah kakinya. Perempuan itu tidak pernah main-main dengan ucapannya. Ia memposisikan mata pedang di tengah leher sang wanita bernama Tania. Aku mengeratkan rahangku, akan berbahaya jika Lyn menjadi pelaku pembunuhan.
"Lyn-"
"Biar aku yang mengurusnya." Kale melepaskan cengkeramannya dari salah satu bahu Bu Fera, dan El mengambil alih menahan sang kepala sekolah secepat kedipan mata. Kale menahan lengan Lyn dan membisikkan beberapa hal.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Genetics
FantasySelamat datang, The Genetics! Program Genetics terkenal dengan kesempurnaannya dalam memaksimalkan kualitas setiap peserta dari tahun ke tahun. Perlakuan adil adalah prinsip yang selalu kami junjung. Sikap tegas akan diterapkan pada setiap orang ya...
