"Sudah Cher, gue juga kan gak kenapa napa." Yuna berusaha menenangkan Cherry yang masih kesal dengan perbuatan Giselle.
Cherry sudah berteman dengan Yuna sejak SD. Mereka sangat akrab, walau beberapa kali kelas mereka terpisah, saat jam istirahat mereka tetap makan bareng. Cherry juga tau semua masalah yang pernah Yuna hadapi. Ia lah yang selalu menemani Yuna disaat ia sedang berduka. Cherry juga tau sifat om dan tante Yuna, walau Yuna tidak cerita tentang ia yang menangis ketakutan kalau mendengar pertengkaran mereka, tapi Cherry tau pasti Yuna tidak baik baik saja.
Cherry kemudian menghela nafasnya, mungkin sudah capek berbicara. Saat ini mereka sedang didalam UKS. Jam istirahat sudah habis, tapi Yuna disuruh Ray tetap istirahat saja di UKS, dan Cherry menemani.
"Yuna," Joo muncul dari balik tirai yang membatasi setiap kasur di UKS.
"Joo?" Yuna terkejut melihat Joo datang padahal sekarang pasti sedang ada guru yang mengajar di kelasnya.
"Gue gak tau lo suka apa, tapi ini." Joo menyodorkan susu rasa coklat dingin kepada Yuna. Yuna langsung menerimanya dengan senang hati.
"Astaga, pas banget gue suka coklat. Makasih Joo." Yuna tersenyum sumringah dibalas dengan Joo yang ikut memberikan senyuman mautnya.
"Sama sama, minum ya, biar cepat sembuh."
"Hahaha padahal gue baik baik aja. Btw kok lo kesini? Tidak ada guru?" Tanya Yuna.
"Ada, cuma gue keluar sebentar untuk ke toilet, terus waktu melewati vending machine, teringat lo yang sedang terbaring di UKS. Jadi gue beli deh minuman buat lo." Jelas Joo.
"Astaga, jadi... Joo memikirkannya!? Aaa...! Senangnyaa! Aduhh tahan tahan."
Suara hati Yuna. Yuna berusaha menahan senyumnya agar tidak terlihat berlebihan.
"Wahh, makasih udah ingat gue hahahaha. Sebaiknya sekarang lo kembali deh, gue gak mau lo dimarain guru." Ucap Yuna.
"Okk, cepat sembuh ya." Joo menepuk pelan puncak kepala Yuna lalu berjalan meninggalkan UKS.
Cherry yang tadi invisible sudah kembali terlihat.
"Omaigat Cher, gue bukannya ke geeran, cuma, kayaknya dia suka gue gak sih?" Tanya Yuna yang sudah tidak bisa menahan senyumnya.
"Hmm, kayaknya dia udah mulai tertarik sama lo." Jawab Cherry sambil berpikir sejenak.
"Kalau gue hanya teman biasa, gak mungkin kan sampai beliin susu padahal dia juga tau gue gak sakit apa apa sebenarnya. Terus waktu gue disirami Giselle, dia juga sampai minjemin hoodie kesayangannya segala, padahal katanya tidak ada yang pernah menggunakan hoodie itu kecuali Joo sendiri." Yuna mulai menceritakan faktor faktor yang membuat ia merasa 'sepertinya' Joo juga suka padanya.
Setelah Cherry mendengar cerita Yuna, ia terdiam sejenak, "hmm... dari cerita lo, sepertinya memang ia mulai tertarik, tapi gak tau kalau sampai suka ya. Gue juga perhatikan, waktu dia ngelihatin lo itu, rada rada lama ngeliatinnya, padahal biasa kalau gue liat dia bicara dengan cewek lain, dia tidak natap lama dan selekat natapin lo."
Yuna jadi tersipu malu sekaligus senang bukan main mendengar perkataan Cherry, "aduh bisa aja lo!"
Tidak lama kemudian, terdengar langkah seseorang memasuki UKS. Awalnya Yuna dan Cherry tidak memedulikan siapa yang datang tapi setelah merasa orang itu berhenti dibelalang Cherry yang duduk disamping ranjang Yuna, mereka langsung menoleh.
Cherry langsung terkesiap, berdiri dari kursinya. Ia menatap tajam Giselle dan was was, jangan sampai Giselle macam macam lagi, apalagi dokter UKS masih belum kembali setelah mendapat panggilan dari guru lain.
Giselle melihat Yuna dari atas sampai bawah, "sepertinya lo baik baik aja."
Cherry mengepal tangannya dibawah, "baik baik pala lo! Menurut lo dikurung dalam gudang yang gelap dan pengap itu baik baik aja?"
Giselle menghembuskan nafas pelan lalu tertunduk, "maaf ya." Yuna dan Cherry sontak kaget mendengar Giselle meminta maaf.
"Iya, gak papa. Jangan diulang lagi ya."
Yuna langsung mendapat pelototan dari Cherry.
Giselle juga tidak menyangka bakal langsung dimaafkan semudah itu. Padahal kalau jadi Yuna, mungkin ia sudah melaporkan orang yang sudah mengurungnya ke komite kekerasan.
"Tapi, boleh tau kenapa lo sampai melakukan begini ke gue? Gue kan udah bilang kalau gue gak suka sama Ray, jadi lo tidak perlu merasa tersaingi." Yuna bertanya dengan hati hati, takutnya Giselle sensitif jika ditanya tanya.
Tiba tiba saja menetes airmata dari mata Giselle yang bulat dan indah itu. Yuna dan Cherry sontak kaget melihat pemandangan didepan mereka. Yuna langsung merasa bersalah sudah bertanya. Tapi Giselle mengatakan tidak apa dan dengan sesenggukan menceritakan kalau hanya Ray yang merupakan her real friend sedangkat yang lain selalu hanya memanfaatkan uangnya.
Sudah Yuna duga, pasti ada alasan mengapa Giselle sampai berbuat begini. Setelah mendengar penjelasan Giselle, Cherry mulai melunakkan perasaannya ke Giselle. Yuna dan Cherry masing masing bersyukur punya sahabat yang bisa menerima diri mereka apa adanya.
Giselle menghapus airmata yang tersisa dengan kasar, Yuna langsung menahan tangannya, "jangan kasar begitu."
Cherry mengambil tisu diatas meja UKS lalu menyodorkannya ke Giselle.
"Terserah sekarang kalian mau balas perbuatan gue, mungkin ngatain gue alay atau ngurung gue digudang. Atau mungkin kalian butuh duit?" Giselle merasa tidak mungkin ia langsung dimaafkan, dan pasti setelah mendengar penjelasannya, mereka bakal menganggap dirinya alay atau cewek iblis yang tega ngebully orang untuk masalah sepele.
Tapi tidak seperti yang Giselle pikirkan, Yuna dan Cherry malah merasa mengerti dan paham dengan apa yang dirasakan Giselle. Mereka membayangkan jika diri mereka ada diposisi Giselle, tidak mungkin mereka tidak takut sahabat satu satunya direbut. Sekarang saja Yuna dan Cherry tidak mau ada perpisahan atau dipisahkan oleh orang lain.
"Tenang Giselle, kita tidak bakal balas perbuatan lo, juga tidak butuh duit lo. Tidak ada yang alay dari cerita lo. Lagipula setiap orang pasti tidak mau kalau orang yang penting bagi kita pergi." Jelas Yuna menenangkan Giselle.
"Yah... meski lo juga salah karena langsung main bully." Timpal Cherry.
"J-jadi kalian langsung memaafkanku?" Tanya Giselle. Yuna dan Cherry mengangguk bersamaan.
Tampak sedikit senyum yang terukir diwajah Giselle. Ia kemudian tunduk lalu mengucapkan terimakasih. Kemudian lari keluar UKS.
"Sepertinya dia bukan anak yang jahat." Kata Cherry setelah hening sejenak.
Yuna tersenyum menyetujui.
{12/12/20}
Thank you udah baca sampai episode ini ☺ jangan lupa
vote👇 and komen 👇 yaa~
KAMU SEDANG MEMBACA
MISSION [ Completed Or Not Completed ]
Roman pour Adolescents[Cerita sudah lengkap] ✅ Dulu nolak, sekarang nyesal kan? Yuna yang dulu begitu menyukai Ray. Sayangnya, Ray tidak menanggapi serius hal itu dan malah dekat dengan cewek lain. Yuna sangat sakit hati karena hal itu. Untungnya, ia tidak satu sekolah l...
![MISSION [ Completed Or Not Completed ]](https://img.wattpad.com/cover/248721431-64-k242397.jpg)