3

885 63 26
                                        

Semua mata tertuju pada Yuna dan Ray yang berjalan bersamaan setelah turun dari mobil Ray. Bagaimana tidak jadi pusat perhatian kalau seorang Ray tiba-tiba bersama cewek?

Tadi pagi Ray benar benar datang ke rumah Yuna untuk berangkat ke sekolah bareng, tentu saja Yuna sangat kaget dan awalnya menolak. Tapi Ray mengancam kalau tidak mau masuk mobil nanti diseret, jadi Yuna terpaksa langsung masuk sendiri dengan kedua kakinya tanpa diseret.

Ray datang begitu pagi, tapi untunglah karena hari ini tidak ada sarapan yang tersedia lagi, Yuna jadi berangkat lebih pagi juga.

Sudah hampir setiap pagi Yuna berangkat ke sekolah tanpa sarapan karena om dan tantenya yang masih tidur. Dulu waktu awal pindah ke rumah mereka, Yuna heran kenapa tidak ada makanan untuk sarapan diatas meja padahal dulu ibunya selalu menyediakan sarapan, rumah juga sepi, om dan tantenya sepertinya ada dikamar mereka.

Yuna pun mengetuk pintu kamar mereka untuk bertanya. Awalnya tidak ada jawaban, jadi Yuna mengetuk lebih banyak dan keluarlah om nya.

"KAU GILA!? INI MASIH PAGI! NGAPAIN KAU MENGGANGGU!?" Bentak om nya dengan sangat sangat marah. Yuna langsung ketakutan.

"Ke-kenapa tidak ada sarapan?" Tanya Yuna dengan suara pelan.

Om nya berdecak kesal, "DASAR! SUDAH UNTUNG DIPUNGUT, MALAH BANYAK NUNTUT! PERGI SANA!" Pintu kamar langsung dibanting keras. Yuna langsung lari ketakutan sambil menahan tangis.

Kadang memang tersedia sarapan, karena om ada pekerjaan yang mengharuskannya berangkat pagi, jadi makanan tersedia. Tapi itu sangat jarang. Jadi sebelum naik bus ke sekolah Yuna selalu singgah ke minimarket membeli roti dan susu sebagai sarapannya dan biasanya sekalian beli makanan untuk jam istirahat kalau Yuna lagi bosan makan makanan kantin. Karena dulu terbiasa sarapan setiap hari, Yuna jadi merasa lapar kalau tidak sarapan.

"Wah! Ray sekarang udah punya pacar ya?" Seorang siswa datang menghampiri mereka dan langsung merangkul Ray, dia adalah Bryan, bendahara 1 osis. Mungkin mereka cukup dekat karena sesama anggota osis.

Sebelum Ray menjawab Bryan, Yuna sudah langsung menyela, "maaf, gue bukan pacarnya, gue bukan siapa-siapanya, jangan salah sangka." Sambil memberi penekanan pada setiap kata 'bukan'.

Bryan langsung tertawa terbahak-bahak padahal Yuna tidak merasa ada yang lucu.

"Aduh bro, lo lagi cinta bertepuk sebelah tangan toh? Semangat bro! Gue dukung." Ucap Bryan menyemangati Ray yang hanya memasang wajah datar.

"Heh! Dukung apaan? Kalau dukung supaya dia gak usah datangin gue lagi sih, oke, kalau dukungan dalam maksud lain, jangan ngadi ngadi ya." Yuna langsung meninggalkan kedua cowok itu dan menuju ke kelasnya.

Yuna sedikit deg degan dan tidak enak hati melakukan akting jahat begini. Pada dasarnya dia bukan orang sejahat dan sefrontal ini. Tapi ini juga demi dirinya dan demi Ray, jadi terpaksa ia lakukan.

--------------------------------------------------------------

Bel istirahat berbunyi, semua siswa satu persatu langsung meninggalkan kelas menuju kantin. Karena hari ini Yuna berangkat bersama Ray, ia jadi tidak singgah ke minimarket untuk membeli makanan. Dia bahkan tidak sarapan, makanya sekarang sangat lapar.

"Yuk ke kantin, Cher." Ajak Yuna. Dan dibalas dengan anggukan Cherry.

Saat ingin keluar kelas, mereka dihadang dengan 3 orang cewek dengan dandanan cukup menor untuk dipakai kesekolah.

"Lo kan yang namanya Yuna, yang tadi ke sekolah bareng Ray?" Tanya salah satu dari mereka yang berdiri ditengah, sepertinya dia lah ketua geng itu.

MISSION [ Completed Or Not Completed ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang