Part 16

8 2 2
                                        

Malam hari setelah kejadian tadi dimana Nia memutuskan utk keluar dari rumahnya setelah kelulusannya, ia pun pergi ke rumah Bara. Ia berniat untuk memberitahu rencananya keluar dari rumah. Nia pergi ke rumah Bara dijemput oleh Bara tentunya karena ia sempat meminta dijemput. Ia hanya ingin menikmati sedikit waktu berduanya sebelum ia pergi.

Saat ini ia tengah duduk di ruang keluarga Rajasa bersama ayah, bunda dan Bara di sampingnya. Mereka menunggu Nia berbicara sesuatu karena gadis itu berkata jika ada hal yg ingin ia sampaikan.

"Nak, apa yg ingin kau bicarakan pada kami? Apa ada hal penting yg terjadi?" tanya ayah Dino pada Nia.

"Iya yang, ada apa sih? Dari tadi kamu aneh bgt perasaan?" tanya Bara ikut penasaran akan sikap gadisnya ini.

"Yah, Bun, Kak. Sebenarnya ada yg mau Tania bicarakan", jeda Nia sebelum melanjutkan ucapannya.

"Tania memutuskan untuk keluar dari rumah. Tania sudah tak sanggup lagi untuk bertahan disana. Mereka benar-benar sudah tak mengharapkan Tania lagi. Tania menyerah, Tania memutuskan utk pergi dari sana selagi bisa yah, bun, kak", ucap Nia sambil menahan air matanya lagi. Ia rasanya masih tak sanggup untuk jauh dari keluarganya yg ia sayang.

Bunda yg mendengar ucapan Nia pun segera memeluk gadis itu. Ia sangat paham jika pasti ini bukan kemauan Nia tetapi situasi yg memaksanya utk menyerah. Nia yg mendapat pelukan dari bunda pun tak tahan untuk tak menangis. Entah knp ia sangat sensitif mengingat ia akan pergi meninggalkan keluarganya dan mngkn mereka yg ada disini juga.

"Kamu yakin mau keluar dari rumah mu itu? Kamu beneran sanggup?" tanya bunda meyakinkan.

"Tania yakin bun. Hiks hiks. Mereka sendiri yg minta Tania untuk pergi. Tania udah gak punya alasan lagi utk terus disana. Semakin lama Tania disana, semakin sakit rasanya", ucapnya sambil sedikit terisak.

"Oke, kl itu emang udah keputusan kamu. Kita semua cuma bisa dukung apapun itu", ucap Bara.

"Kapan kamu akan pergi dari rumah itu?" tanya ayah.

"Selepas kelulusan besok, Tania akan langsung pergi yah", jawabnya.

"Berarti kamu mau kan tinggal bareng kita di rumah ini?" tanya bunda padanya.

"Maaf bun, Tania gak bisa tinggal di rumah ini bareng kalian. Bukan karena Tania gak mau tapi Tania udah punya tujuan lain", ucap Nia berat hati.

"Lalu kamu mau tinggal dimana tan? Kamu gak akan pergi ninggalin aku jauhkan?" tanya Bara.

"Maaf kak, tapi kali ini aku gak bisa nuruti permintaan kakak untuk gak jauh dari kakak. Sebenarnya 3 bulan yg lalu Tania ikut global audition di salah satu agensi korea. Tania rasa saat itu kl Tania gak bisa kuliah, Tania bisa kembangin bakat Tania utk masa depan Tania. Dan sebulan stlh audisi ternyata Tania keterima jd trainee disana. Awalnya Tania ragu buat ninggalin kalian, saat itu Tania masih ingin bertahan bersama keluarga Tania. Tapi stlh tadi pagi Tania sadar kl Tania sudah tdk diharapkan lagi di rumah dan membuat niat Tania semakin besar utk pergi meraih mimpi Tania. Maaf kl baru bilang skrng karena saat itu Tania tak terpikirkan kejadian ini akan terjadi", jelas Nia merasa bersalah pada mereka.

"Jadi mksd kamu setelah kelulusan bsk kamu langsung brgkt ke korea gitu? Dan ninggalin aku gitu aja? Kamu yg bener aja tan?" ucap Bara sedikit kecewa padanya.

"Bara kamu gak boleh gitu. Seharusnya kamu dukung semua keputusan Tania. Bagaimanapun ini juga untuk mimpi dan masa depan dia. Kamu gak boleh egois dgn menahannya seperti itu", tegur ayah yg membuat Bara terdiam dgn raut dinginnya.

"Maaf kl Tania baru bilang skrng dan buat kalian mngkn kecewa sama keputusan Tania", ucapnya sambil menundukkan kepalanya.

"Gpp nak, kl itu emang keputusan kamu. Kita cuma bisa dukung aja. Semoga kamu bisa meraih apa yg kamu impikan ya", ucap ayah.

"Iya nak, yg penting kamu jgn lupain kita dan ttp komunikasi sama kita ya disana", sambung bunda.

"Iya bun, yah, makasih dukungannya. Nia gak akan lupain kalian kok dan sebisa mngkn Nia akan jaga komunikasi dgn kalian. Lagipula masih ada waktu seminggu sblm Nia brgkt, Nia bisa manfaatin waktu bareng kalian dulu", ucap Nia.

"Ya udah kita tinggal dulu ya. Sepertinya kalian butuh bicara berdua", ucap bunda yg mulai meninggalkan mereka berdua.

"Inget nak jgn pake emosi dalam bicara. Bicara dgn tenang oke", bisik ayah pada Bara.

Selepas kepergian ayah dan bunda. Nia pun mulai mendekati Bara. Ia memegang tangan Bara yg mengepal dgn pelan.

"Maaf aku ya kak, maaf kl mngkn keputusan aku bikin kakak kecewa. Tapi ini demi masa dpn aku dan demi kesembuhan aku sendiri. Karena seperti yg kakak bilang jika aku ingin menyembuhkan luka ada baiknya kita menghindari sumber luka itu. Dan skrng aku hanya ingin menghindar dari mereka. Sekali lagi aku maaf yah", ucap Nia.

"Tapi knp kamu baru bilang skrng. Knp gak dr 2 bulan yg lalu tan. Kl kamu bilang dr lama aku bisa nyiapin diri aku sendiri. Tapi saat ini aku bener-bener gak siap tan. Bahkan kita masih blm punya banyak kenangan tapi kamu dah mau ninggalin aku gitu? Knp harus ke korea tan? Knp kamu gak bertahan disini aja bareng aku? ", ucap Bara dgn mata yg mulai memerah menahan tangis dan emosi.

"Maaf kak. Tapi sblmnya aku gak berfikir kl aku akan ambil kesempatan itu, tp keadaan yg maksa aku buat ngelakuin ini dan ninggalin kakak. Aku pun gak mau ninggalin kakak tapi aku harus kak. Aku gak maksa kakak buat terus bertahan sama aku. Aku tau pasti berat jalanin LDR gini. Apalagi aku gak bisa jamin kapan aku balik kesini lagi. Kl kamu mau kita putus, aku gak masalah. Aku akan terima keputusan kamu. Bukan berarti aku gak cinta sama kamu. Tapi aku gak mau kamu terbebani sama hubungan kita nanti", ucap Nia memandang Bara.

"Kamu gila?!! Kamu mau kita putus gitu tan? Aku emang gak sanggup kamu tinggal pergi, tapi bukan berarti aku mau akhirin hubungan ini tan. Kita masih bisa komunikasi kan? Kamu gak akan putus komunikasi sama aku kan? Aku sanggup kok LDR sama kamu. Kl kamu gak bisa balik kesini aku yg akan susul kamu kesana nanti. Aku terima keputusanmu asal kita jangan putus ya", ucap Bara sambil memeluk Nia erat.

"Iya kak. Aku akan selalu usahain kabarin kakak dan gak akan putus komunikasi. Maaf kl aku dah ambil keputusan yg egois buat hubungan kita. Aku janji akan balik lagi kesini saat luka aku sembuh. Makasih karena kamu mau terima keputusanku", ucap Nia balik memeluk Bara.

"Aku mau bsk stlh kamu balik dari liburan sama temen kamu, kita harus habisin waktu berdua sblm kamu pergi yah? Aku mau buat banyak kenangan sblm kita LDR nantinya", ucap Bara sambil menatap mata Nia dalam.

"Iya kak. Aku akan luangin waktu aku cuma untuk kakak sblm aku brgkt ke korea nanti", ucap Nia dgn senyumannya. Membuat Bara kembali memeluk gadisnya seolah tak ingin melepas gadisnya ini. Ia tak menyangka jika nanti ia akan berpisah dgn gadisnya ini. Semoga semesta baik padanya dgn menyatukannya kembali dgn sang gadis.

*part 16 finish

My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang