#masih flashback pertemuan Nia dan Bara
Kehadiran Bara di tengah-tengah pertengkaran Tania dan Yolan pun sontak menjadi pusat perhatian para siswa di kantin. Bisik-bisik pun mulai terdengar disana-sini. Seorang Aldebaran, Ketua Osis yg sangat berpengaruh di SMA nya. Semua orang merasa takut pada sosok seorang Aldebaran tersebut. Karena ketika seorang Bara sudah berucap maka semua orang bisa tunduk dan melakukan perintah yg Bara ucapkan. Bahkan para guru, kepala sekolah, dan donatur yayasan pun bisa tunduk pada Bara ini. Karena Bara bukan hanya terkenal dengan tampang nya yg tampan dan jabatannya sebagai ketua osis saja. Tetapi kemampuan berbicaranya pun tidak bisa diragukan lagi sehingga membuat semua orang yg menjadi lawan bicaranya selalu mati kutu dibuatnya. Selain itu, jabatan ayahnya sebagai pengusaha yg terkenal bahkan melebihi keluarga Erlangga pun membuat ia semakin disegani. Bara ini merupakan pewaris tunggal keluarga Rajasa jd tidak menuntut kemungkinan semua keinginan yg terucap oleh Bara dpt dipenuhi oleh sang ayah.
Namun, yg menjadi heboh semua murid di kantin ini adalah seorang Bara tidak pernah mau turun tangan langsung pada permasalahan siswi yg bertengkar seperti saat ini. Dan untuk pertama kalinya dia mau turun tangan menyelesaikan masalah ini.
"Lepasin tangan gua Bara. Sakit tau. Kasar bgt sih jd cowo", ringis Yolan yg kesakitan pada pergelangan tangan yg dicengkram oleh Bara.
"Cewe kaya lo emang pantes dikasarin Yol biar gak buat ulah lagi", sengit Bara kepada Yolan dan melepaskan tangannya dr Yolan.
"Kok lo belain cewe ini sih Bar. Dia tuh cewe pembunuh yg gak pantes ada di sekolah ini", kesal Yolan yg melihat Bara justru berdiri di sebelah Tania dan menyampirkan jaketnya pada Tania untuk menutupi seragamnya yg basah.
"Harusnya cewe kaya lo yg gak pantes sekolah di sini bukan Tania", balas Bara dengan tajam ke arah Yolan.
Setelah mengucapkan kalimat itu, Bara tiba-tiba saja menggenggam tangan Tania erat kemudian menatap seluruh isi kantin.
"BUAT KALIAN SEMUA YANG BERANI NYENTUH DIA SEDIKIT PUN. AKAN LANGSUNG BERHADAPAN DENGAN GUA. PAHAM", ucap Bara dengan lantangnya. Kemudian dia beralih menatap Yolan yg ada di dpnnya.
"Dan untuk lo-", jeda Bara. "Sekali lagi gua liat dan denger lo bully Tania lagi, gua gak akan segan-segan buat lo menderita melebihi apa yg lo lakuin ke Tania. Paham", ucap Bara pada Yolan dengan tajam dan dingin.
Setelah memberi peringatan pada seluruh murid yg ada di kantin, Bara pun menarik Tania menuju koperasi membeli seragam baru untuk Tania dan lanjut ke kamar mandi menyuruh Tania ganti seragamnya.
"Sekarang lo ganti seragam lo di dalem. Biar gua tunggu disini",ucap Bara masih dengan nada dinginnya.
"Tapi kak-", ucap Nia terpotong saat ia melihat tatapan tajam Bara seolah menyatakan bahwa cowo di depannya ini tak ingin ditentang. Akhirnya Tania pun menuruti kemauan Bara.
Selang 10 menit lamanya, akhirnya Tania keluar dari kamar mandi dan menghampiri Bara yg masih menunggunya di depan.
"Makasih ya Kak Bara udah nolongin aku tadi. Aku berhutang budi sama kakak jadinya", ucap Tania merasa tak enak hati pada Bara yg sudah menolongnya hari ini.
"Kalo lo merasa hutang budi sama gua, berarti lo harus bayar hutang itu dong", ucap Bara yg sudah mulai santai pada Tania.
"Iya kak. Aku akan ganti semua biaya yg udah kakak keluarin buat beli seragam dan bantu aku sekaligus tadi", ucap Tania sambil menatap Bara di depannya.
"Gua gak butuh uang lo. Kl lo mau bayar utang lo ke gua, lo harus ikut gua pulang sekolah nanti", ucap Bara balik menatap Tania lekat di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Life
RandomGak ada sinopsis atau prolog semacamnya. Cuma cerita halu ku sehari-hari ku yang ingin kucurahkan pertama kalinya. Jadi harap maklum kl bener-bener absurd :v Warning : ati-ati dilanda kebosanan dlm membaca :v
