Jungkook memasuki gerbang Mansion Lisa, setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya motor yang dinaiki Jungkook dan Lisa sudah sampai di kediamannya.
"Nah, sampe deh." Ujar Jungkook dan mematikan mesin motornya.
Lisa pun turun dari motornya dan merapikan rambutnya yang agak berantakan dan dibantu Jungkook juga, benar-benar pacar-able sekali. "Rambut kamu berantakan, besok-besok kalo. Sekolah jangan lupa bawa sweater biar bisa nutupin rambut kamu ya." Celetuk Jungkook yang masih merapikan rambut Lisa.
Lisa hanya mengangguk saja menikmati sentuhan tangan Jungkook yang sedang bergerilya di kepalanya. "Udah?" Tanya Lisa.
"Udah nih, udah rapi juga." Jungkook pun mengangkat tangannya dan tersenyum.
"Kamu ga mau masuk dulu?"
"Emang boleh?" Tanya Jungkook dengan tampang polosnya.
Lisa memutar bola matanya jengah, ada apa dengan Jungkook sebenarnya mengapa ia masih menanyakannya. "Aneh banget ya bocah, ya bisalah"
Jungkook memanyunkan bibirnya lucu, ia paling kesal ketika di panggil bocah oleh Lisa walaupun itu faktanya ketika ia bersama Lisa. "Aku ga bocah ya!" Sahut Jungkook tidak terima.
Lisa terkekeh pelan melihat reaksi Jungkook yang sedang memanyunkan bibirnya lucu akibat kesal. "Iya deh percaya. Udah ah, ayo masuk." Lisa pun jalan lebih dulu dan mendahului Jungkook yang bertambah kesal karena di tinggalkan Lisa.
"Sayang tungguin kali"
Akhirnya Jungkook mengejar Lisa yang sedang berlari memasuki Mansionnya. "Yak, awas aja kalo kamu turun." Ternyata Lisa berlari sangat kencang hingga ia bisa menggapai gagang pintu kamarnya dan masuk dengan tawa yang mengejek kearah Jungkook yang sedang kesal.
Sambil menunggu Lisa, Jungkook pergi ke dapur untuk minum karena sangat haus sepertinya mengomeli Lisa nanti butuh suara karena sekarang suaranya agak hilang akibat tenggorokannya yang kering. Setelah meneguk minuman dingin itu Jungkook juga membawakan untuk Lisa, karena Jungkook juga tahu bahwa Lisa sama hausnya dengannya.
Jungkook membawa gelas yang berisikan minuman dingin itu ke ruang tamu dan duduk di antara sofa yang terletak disana. Saat sedang asik bermain game di ponselnya ternyata Lisa sudah siap dengan stylenya.
"Hai, apaan tuh seru kayaknya" Ujar Lisa dan duduk di samping Jungkook.
"Aku nge-game bentar, gapapakan?" Tanya Jungkook yang masih fokus dengan ponselnya.
"Iya!" Jawab Lisa.
"Sayang tuh minum aku udah ambilin tadi."
Lisa menoleh dan matanya melihat kearah meja yang terletak sebuah gelas. "Ga ada tambahan kan di dalem minuman aku?" Tanya Lisa bercanda.
Jungkook berdecak mendengar itu. "Ck, ya enggalah."
Lisa terkekeh. "Bercanda, pak sensian bener." Lisa pun meminum minuman yang di ambil Jungkook tadi. Lisa meneguknya hingga habis karena memang Lisa sangat haus mengingat matahari sangat terik hari ini padahal akan menjelang sore.
Lisa pun duduk seperti semula tapi saat Lisa sudah merubah cara duduknya Jungkook bergeser dan menjatuhkan kepalanya ke pundak Lisa sebagai bantalannya dan kembali fokus ke Gamenya. Lisa hanya diam saja toh juga Lisa harus terbiasa dengan sifat yang Jungkook yang seperti ini.
"Sayang, elusin dong." Ucap Jungkook tanpa mengalihkan pandangannya.
Lisa menoleh kearah Jungkook dan mengelus rambut Jungkook yang sedang asik bermain Game di ponselnya. "Kamu masih lama nge-game nya ga?" Tanya Lisa sambil mengelus rambut Jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psyhcopath (End) ✓
RandomJungkook adalah seorang Psikopat yang menyukai Lalisa Manoban yang terkenal polos namun sedikit bar-bar. Jungkook menyukai Lisa disaat pandangan pertama dan disaat Jungkook dan teman-temannya jadi murid baru di kelasnya. Apakah Lisa menyukai Jung...
