"Sayang, aku mau cerita dong." Jungkook membuka suaranya setelah sekian lama hanya berdiam di pelukan Lisa.
"Mau cerita apa?" Tanya Lisa.
Jungkook melepaskan pelukannya dan duduk diikuti Lisa yang sedang bersandar di dinding kasur.
"Aku yang ngebunuh Raka sama papanya." Ucap Jungkook Tho the point.
Lisa membulatkan matanya karena terkejut, memang Jungkook tipikal orang yang tidak ingin berbasa-basi. Bisa-bisanya ia mengatakan itu dengan santainya tanpa merasa bersalah. "H-hah?" Lisa ngeblank. Mengapa setelah ia tahu siapa Jungkook ia menjadi selemot ini.
Jungkook terkekeh pelan melihat Lisa yang sedang terkejut dengan mata bulatnya yang melebar. "Aku juga ngebunuh Minju."
"Hah?" Ucap Lisa terkejut untuk kedua kalinya.
"Santai aja kali itu mata sampe mau keluar." Ucap Jungkook lagi dan tertawa.
Mendengar itu Lisa dengan cepat merubah ekspresi wajahnya. "Apaan sih?" Ucap Lisa yang sudah malu.
Jungkook mengangkat tangannya dan mengelus rambut Lisa. "Iya, aku yang udah ngebunuh mereka. Aku Psikopat dan itu rahasia terbesar aku yang selama ini aku jaga oh iya Blackbangtan juga udah tau loh."
"Kalian ngebohongin aku?" Tanya Lisa dengan nada ketusnya, apa-apaan semua teman-temannya sudah mengetahui siapa dirinya dan hanya tinggal ia saja yang belum menyebalkan memang.
Jungkook menggelengkan kepalanya. "Engga, aku yang bilang ke mereka ngga ngasih tau kamu."
"Kenapa?" Tanya Lisa dengan kesalnya.
"Ya, aku pikir biar aku aja yang ngasih tau. Kamu inget ga waktu aku nangis di Rooftop sekolah?" Tanya Jungkook dan menatap Lisa.
Lisa mengangguk cepat. "Masih emang, kenapa?"
"Yang ngebunuh Mama Papa aku itu Papanya Raka, aku udah nyari dia tapi ga ketemu juga eh ternyata dia baru balik ke Seoul waktu kita ngumpul di Cafe waktu itu."
"Kamu tau darimana dia baru balik kesini?"
"Kan aku ngurung dia jadi aku taulah. Awalnya dia kaget liat aku tapi kagetnya kayak ga kenal sama dia, bisa-bisanya aku nyekap dia padahal dia ga kenal sama aku. Yaudah, deh aku kasih foto aku kecil aja dan untungnya si brengsek itu inget."
"Terus?"
"Gini ya aku ceritain." Jungkook kembali menceritakan masa lalu kelamnya dengan Lisa. "Waktu itu aku benar-bener ga tau aku harus kemana, aku sendirian, aku takut. Semua orang dirumah itu mati di depan aku." Ujar Jungkook yang sudah menceritakan detail tentang masa lalu yang dilewatinya.
Lisa hanya menatap Jungkook yang sedang berbicara dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. Jungkook juga pernah mengatakan kalau ia sangat lemah jika menyangkut tentang masa lalunya.
"Mulai saat itu aku ngurung diri, aku benar-benar tertutup banget gamau tegur sapa sama orang yang nyapa aku dan akhirnya aku ketemu Bangtan. Mereka baik, mereka Hyung terbaik yang bisa buat aku bangkit lagi walaupun aku ga pernah bilang ke mereka tapi aku yakin mereka sadar kalo udah mulai bangkit dari keterpurukan aku."
"Sebelum kenal kamu, aku masih sama tetep cuek ga banyak omong, aku juga ga percaya kalo aku bakal berubah secepat ini setelah aku kenal sama kamu. Waktu aku sekolah di Busan cewe banyak yang caper ke aku tapi bukannya baper aku malah ilfeel dan risih banget kayak gitu. Eh, ternyata setelah pindah ke Seoul aku ketemu sama cewe cantik, pipinya chubby, pake poni lagi gemes ga tuh." Jungkook menaikkan sebelah alisnya.
Lisa memutar bola matanya malas, bisa-bisanya Jungkook menggombalinya padahal sekarang ia sedang curhat. "Gausah ngegombalin aku, aku lagi serius denger cerita kamu." Ucap Lisa lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psyhcopath (End) ✓
RandomJungkook adalah seorang Psikopat yang menyukai Lalisa Manoban yang terkenal polos namun sedikit bar-bar. Jungkook menyukai Lisa disaat pandangan pertama dan disaat Jungkook dan teman-temannya jadi murid baru di kelasnya. Apakah Lisa menyukai Jung...
