21🔐

5.5K 373 19
                                        

Hari ini ujian demi ujian akan dimulai dan hari ini adalah awal mereka mulai menjalani hari yang sibuk dan berakhir dengan lelah karena ujian yang selalu menghantui mereka.

Jungkook yang awalnya seruangan dengan Lisa harus pindah ruangan karena namanya tercetak jelas di mading sebagai salah satu siswa yang berbeda ruangan dengan teman sekelasnya.

Awalnya Lisa harus menenangkannya sebelum akhirnya mereka menuju sekolah karena jungkook terus-terusan mengoceh karena tidak ingin berpisah darinya.

"Jangan kenalan sama cowo, jangan deket-deket apalagi senyum segala ga boleh pokoknya." Kalimat itu, kalimat yang entah sudah ke berapa kalinya terulang. Kata-kata itulah yang selalu dilontarkan Jungkook hingga mereka sampai disekolah.

Lisa memutar bola matanya jengah, ia hanya menjalan tugasnya sebagai siswa dan ia juga tidak bisa mengubah keinginan gurunya bahwa mereka berbeda ruangan apakah itu salahnya lalu mengapa Jungkook selalu mengatakan hal yang sama seakan-akan Lisa akan meninggalkannya dan tidak akan kembali lagi ketika ia bertemu dengan orang baru nanti, menyebalkan.

"Udah deh. Dari tadi kamu ngebahas itu mulu jujur aja aku sampe bosen ngedengernya." Ujar Lisa dan menatap Jungkook malas.

Jungkook melihat Lisa yang sedang menatapnya juga. "Nyenyenye kamu ga bakalan paham maksud aku." Jungkook cemberut dan memilih bergeser menjauh dari Lisa.

Jujur saja Jungkook lumayan kesal dengan Lisa yang tidak mengerti maksud dari ucapannya tadi, ayolah Jungkook hanya tidak ingin Lisa didekati oleh pria disekolah ini dan berakhir meninggalkannya, membayangkannya saja membuatnya gila apalagi sampai benar-benar terjadi, Jungkook akan mengizinkan siapapun untuk membunuhnya, sungguh.

Omong-omong mereka sekarang sudah berada disekolah dan sedang duduk bangku taman dan menunggu bel berbunyi karena mereka datang kali ini agak cepat dari biasanya.

Lisa hanya melihat Jungkook yang sedang menjauh darinya, apa Jungkook sekarang tengah merajuk, Lisa tidak ambil pusing dan malah memainkan ponselnya.

Jungkook melihat kearah Lisa yang sibuk dengan ponselnya, ck. Jungkook menghembuskan nafasnua dan ia juga bertambah kesal ketika Lisa benar-benar mengacuhkannya.

"Gitu aja terus lagi-lagi gue dicuekin." Batin Jungkook.

"Sayang!" Panggil Jungkook dan menatap Lisa.

"Sayang." Jungkook mendekati Lisa.

"Sayang, ih" Akhirnya Jungkook merengek dan memegang tangan Lisa.

Lisa menoleh dan menatap Jungkook yang sedang merengek karena didiamkannya. "Apa?" Tanya Lisa dengan nada yang tidak biasa.

Jungkook mengerucutkan bibirnya lucu setelah mendengar nada bicara Lisa. "Masa aku dicuekin "

"Siapa yang nyuekin kamu? Yang ngejauh sendiri siapa? Kamukan yang diem dari tadi siapa? Kamu jugakan? Trus kenapa nyalahin aku?" Tanya Lisa bertubi-tubi.

"Maaf." Ujar Jungkook dan menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap mata Lisa. Jungkook yang biasanya sangat ditakuti dan disegani bahkan orang-orang hanya sekedar menatapnya saja tidak berani tapi lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.

Lisa lagi-lagi memutar bola matanya, selalu saja seperti ini. Jungkook bahkan tidak akan bosan ketika memperingatinya agar tidak berdekatan dengan laki-laki yang ingin mendekatinya, percayalah Jungkook sangat marah ketika gadisnya berdekatan dengan laki-laki selain dirinya.

"Sayang maaf." Jungkook meminta maaf dengan kepala yang masih menunduk.

"Kenapa minta maaf?" Tanya Lisa dan menatap Jungkook yang sedang menunduk.

Psyhcopath (End) ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang