37 🔐

5.7K 400 46
                                        

Seorang gadis cantik memasuki pintu masuk Cafe yang berada di depannya dengan langkah yang lebar dan senyum yang terlihat sangat manis sekali dibalik masker hitamnya menuju sebuah meja di dekat jendela yang mana terlihat seorang pria sangat kesal dan menggerutu lantaran dikatakan berhalu oleh penggemarnya.

Gadis itu Lalisa Manoban, baru saja sampai ke Korea Selatan setelah sekian lama diluar negeri dan kehidupannya diisi oleh kesibukannya dan baru bisa kembali sekarang. Setelah mengantarkan segala keperluannya ke rumah kekasihnya itu ia ingin berjalan-jalan dan tidak sengaja ia melihat kekasihnya yang tengah menggerutu sendirian.

Omong-omong rumah kekasihnya itu masih sama, tidak ada yang berubah hanya bertambah sedikit dekorasi saja dirumah yang telah ditinggalkannya itu. Jangan tanya kapan dia sampai karena setelah mendaratkan kaki ke Seoul lagi, ia langsung menuju rumah kekasihnya dan pergi berjalan-jalan dengan beralasan merindukan kota ini.

Lisa melihat TV yangg tengah menyiarkan dirinya dan kembali melanjutkan langkahnya dengan lebar.

"Permisi, aku bisa duduk disini bareng kamu ga?" Tanya Lisa dengan menetralkan degub jantungnya, omong-omong kekasihnya ini semakin tampan saja, dia jadi salting sendiri.

Deg.

Jungkook mendongakkan kepalanya dan melihat gadis yang tengah mengajaknya berbicara itu. Suaranya sangat familiar di pendengarannya. Suaranya sama seperti Lisa yang entah kapan pulang kesini, apa mungkin Lisa keluar dari TV tadi setelah diberitakan, tapi itu tidak mungkin. Selesai dengan pikiran anehnya, ia menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri.

"Engga." Balas Jungkook acuh.

Lisa ingin tertawa namun ia tahan, ternyata Jungkook masih sama seperti yang ditinggalkannya dulu. Tanpa persetujuan darinya Lisa duduk didepan Jungkook.

"Lo apaan sih? Gue kan udah bilang engga, ngapain masih duduk." Ujar Jungkook kesal, ia sudah kesal karena dikatakan berhalusinasi yang nyatanya miliknya dan sekarang gadis asing itu malah duduk didepannya yang jelas-jelas tidak ia izinkan tadi.

"Ya, suka-suka guelah." Lisa masih menahan tawanya melihat wajah jengkel dari kekasihnya ini dan masih belum membuka maskernya.

Jungkook berdecak kesal dan kembali melanjutkan kata-katanya. "Gue lagi kesel karna dikatain halu sama mereka padahal Lisa yang Brand Celine itu pacar gue beneran jadi ga usah nambah lagi deh." Entah angin apa yang membuatnya menjadi curhat ke perempuan didepannya ini dengan bibir yang mengerucut lucu.

Lisa hanya mengangguk-angguk saja dan mati-matian menahan tawanya kalau ia tertawa sekarang bisa-bisa ia ketahuan karena mengerjai Jungkook. Kekasihnya ini tidak ada capek-capeknya bertingkah menggemaskan begini.

"Ck, ini pesanan gue mana lagi?" Sepertinya laki-laki yang bermarga Jeon ini benar-benar sangat kesal sehingga berceloteh sedari tadi guna melampiaskan rasa kesalnya itu.

"Lo brisik banget sih diem kali."

Jungkook menoleh. Hei, apa-apaan bukankah sebelumnya ia melarang gadis di depannya ini agar tidak duduk dengannya dan sekarang ia sedang kesal dan ingin melampiaskan rasa kesalnya dengan menggerutu sesuka hatinya dan sekarang gadis itu malah menyuruhnya diam, itukan sudah resikonya mengapa memaksa ingin duduk bersamanya. "Lah, lo juga diem ngapain ikutan ngomong juga."

"Suka-suka gue lah. Lo siapa ngatur-ngatur."

Jungkook menatapnya aneh. "Yaudah sama, lo juga siapa ngatur gue buat bicara." Ucapnya kemudian sibuk bermain ponselnya.

Lisa terkekeh pelan dibalik masker hitamnya dan tiba-tiba ia membuka maskernya dihadapan Jungkook. Jungkook jelas tidak menyadarinya karena ia sedang bermain ponsel.

Psyhcopath (End) ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang