"Huh."
Suara helaan nafas pasrah itu terdengar dari gadis cantik berdarah Thailand. Gadis manis dan juga menggemaskan, pantas saja Jungkook sangat menyukainya dipandangan pertama.
"Posesif banget masa iya gue harus nunggu dia dulu baru keluar rumah." Monolognya menahan kesal.
"Kok haus ya?"
Tidak berpikir panjang lagi Lisa turun dari kasur King sizenya dan akan mencari air minum yang dingin.
Ia membuka kulkas tapi minuman dingin itu tidak ada disana seperti biasanya. Setelah Lisa pikir sebelum Jungkook tiba ia ingin ke supermarket dulu untuk membeli minuman dingin yang diingginkannya. Lisa keluar dari pekarangan rumahnya dan Lisa lupa menguncinya karena dipikirnya ia hanya sebentar saja.
Lisa sudah sampai di Supermarket dan akan mengambil beberapa minuman saja untuk berjaga-jaga dirumah. Lisa membayar minumannya dan berniat keluar dari Supermarket tapi Lisa bertemu dengan teman laki-lakinya tapi mereka tidak terlalu dekat hanya sekedar bertegur sapa saja disekolah.
"Woi Lisa." Panggil temannya yang bernama Raka.
"Apaan?" Jawab Lisa dengan malas.
"Temenin gue yuk."
"Temenin kemama njer? Gabut lo."
"Iya nih, temenin ya." Ajaknya dengan wajah memelas.
"Jangan gue deh temen gue udah otw kerumah."
"Yaelah, bentar doang njir sombong amat."
"Bukannya sombong sat emang sekarang temen gue lagi otw kerumah gaenak juga biarin dia nungguin lama."
"Ayoklah." Sambil menarik tangan Lisa.
"Apaan sih ka! Tangan gue sakit nih."
"Makanya temenin gue nyet bentar doang kok."
Mau tidak mau Lisa harus menemani Raka yang sedang memaksanya karena ingin ditemani Lisa saja. Sebenarnya Lisa kepikiran dengan Jungkook, apa laki-laki itu sudah sampai? Apa laki-laki itu mencarinya?. Pertanyaan itu selalu saja berputar di benaknya. Sekarang Lisa dan Raka sudah berada di sebuah taman dan sekarang mereka lagi duduk.
"Woy, Lis." Panggil Raka.
"Apaan nyet?"
"Jutek banget sat."
"Ya terus?"
"Kenape lo?"
"Pacar gue udah dirumah nih kayaknya lo sih ah."
"Lah katanya temen sekarang udah pacar gimana sih, Lo kalo mau bohong belajar dulu sana sama temen-temen Lo."
"Sama aja sih."
"Gaada yang sama."
Lisa hanya mencebikkan bibirnya kesal dan membuang pandangannya kearah lain.
"Telpon aja sih sat kali aja dia udah dirumah lo."
Lisa baru mengingat sesuatu dan ingin mengambil ponselnya yang berada di sakunya tapi saat Lisa mau mengambilnya disaku celananya itu tidak ada.
"Bangsat hp gue ketinggalan, gimana dong." Kata Lisa sambil menepuk dahinya. "Mana rumah gue ga dikunci lagi."
"Lo ceroboh sih." Ejeknya dan mengacak-acak rambut Lisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psyhcopath (End) ✓
RandomJungkook adalah seorang Psikopat yang menyukai Lalisa Manoban yang terkenal polos namun sedikit bar-bar. Jungkook menyukai Lisa disaat pandangan pertama dan disaat Jungkook dan teman-temannya jadi murid baru di kelasnya. Apakah Lisa menyukai Jung...
