33 🔐

5.3K 383 30
                                        

"Sayang, ayo. Masih lama ga?" Jungkook memanggil Lisa kesekian kalinya, padahal mereka hanya ingin menemui Nancy yang mungkin saja sudah berada ditaman dimana Jungkook menjanjikannya tadi tapi sekarang Lisa belum juga keluar dari kamar mandi padahal ini sudah menit ke 10 Lisa berada didalam dengan alasan ingin mengumpulkan nyalinya terlebih dahulu sebelum melihat seseorang mati tepat didepannya nanti.

"Iya bentar." Teriak Lisa dari kamar mandi.

Jungkook menghembuskan nafas gusarnya.

Ceklek

Lisa keluar dari kamar mandi dan melihat Jungkook yang tengah menatapnya juga lalu segera berdiri dan mendatanginya.

"Kenapa lama banget?" Tanya Jungkook saat sampai didepan Lisa dengan tangan yang dilingkarkan di pinggang rampingnya.

Lisa terkekeh pelan dan menggeleng pelan. "Mau uji nyali dulu kan mau bunuh orang eh engga mau liat kamu bunuh orang hehe." Lisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Jungkook juga ikut terkekeh dan mendaratkan kecupan singkat di kening Lisa dan berakhir memeluknya. "Kamu tenang aja, kalo kamu ga mau liat biar aku ga jadi aja dateng trus nemenin kamu disini?"

Lisa mendongakkan kepalanya dan menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan ide Jungkook. "Gausah aku gapapa kok"

"Bener?"

Lisa mengangguk antusias, omong-omong ia seperti seorang Psikopat saja yang ingin membunuh mangsanya dengan perasaan yang berkecamuk dan bahagia yang mendominasi. "Aku udah kayak Psikopat aja wkwk." Lisa tertawa mendengar ucapannya sendiri.

"Yaudah, kamu jadi Psikopat aja terus kalo kita punya anak dia jadi Mafia keren ga tuh?" Dan dengan polosnya Jungkook mengatakan yang benar-benar diluar nalar Lisa.

Lisa yang mendengar itu refleks memukul Jungkook cukup kuat, ide macam apa itu. "Apa-apaan, gausah ngada-ngada cukup kamu yang jadi Psikopat jangan ajak-ajak aku trus itu anak jadi Mafia? Apa banget, inget masih kita Sma." Lisa menyentil pelan dahi Jungkook dan itu berhasil membuat kepalanya terdorong ke belakang walaupun pelan.

"Wkwk, aku kasih saran doang kali aja kamu mau kan bisa aku yang ngajarin." Jungkook menaikkan sebelah alisnya menggoda Lisa.

"Terserah." Lisa berlalu dan meninggalkan Jungkook yang tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Lisa dan berakhir keluar dari kamar mereka.

Dengan sisa tawanya Jungkook menyusul Lisa yang sudah keluar dari kamar.

"Sayang tungguin." Teriak Jungkook berharap Lisa mau berhenti tapi Jungkook yang sudah biasa tidak mendapatkan keinginannya alias di luar ekspektasinya hanya bisa melanjutkan tawanya yang masih tersisa. Bagaimana tidak, Lisa tidak menjawab teriakan Jungkook dan malah melajukan langkahnya, ia benar-benar kesal dengan pemuda Jeon itu bisa-bisanya ia mempunyai keinginan membuat anaknya menjadi Mafia.

Kalau itu benar-benar terjadi bunuh saja Lisa tanpa sepengetahuan Jungkook karena kalau Jungkook tahu maka kalian yang akan dibunuhnya sampai tidak tersisa, tapi mungkin itu akan terjadi kalau mereka benar-benar menikah nanti selain Psikopat Jungkook juga gila bisa membuat ide sebegitu gilanya dan lebih gilanya ia mengatakan itu dengan gemplangnya.

Persetan dengan menikah Lisa sudah kesal sekarang tapi sialnya ia masih ingin ikut dan ia juga sangat penasaran bagaimana Jungkook membunuh mangsanya, padahal kalau dipikir-pikir itu hanya masalah sepele tapi yang namanya seorang Jeon Jungkook mau sesepele apapun masalahnya yang penting ia sudah mencari masalah dengannya dan berakhir mengganti kesalahannya dengan sebuah nyawa, memang kalau membahas soal nyawa dan rasa sakit orang yang tengah di siksanya itu tidak masalah dengannya karena prinsipnya hanya satu, alias-.

Psyhcopath (End) ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang