"Aduhh gue kenyang." Lisa meletakkan sendok itu setelah melahap habis makanannya.
"Ya kenyanglah lo kan baru makan ngab." Ucap Jaehyun.
Lisa tidak menjawabnya. "Eh gue bisa tidur disini, ga? Gue ngantuk banget." Ujar Lisa dan sekarang ia sedang menguap karena mengantuk.
Mereka terkekeh gemas melihat Lisa yang sedang menguap karena menahan rasa kantuknya.
"Ya, bisalah. Pilih aja mau dimana." Ucap Jaehyun.
Lisa mengangkat tangannya dan membentuknya menjadi sebuah lingkaran kemudian berdiri.
Mereka menggelengkan kepalanya.
"Ada-ada aja emang." Sahut Sehun.
"Yaudah, Jae gue mau langsung pulang gapapakan?" Imbuh Doyoung.
"Eh iya gue juga deh." Sahut Mark.
"Gue juga." Timpal Sehun.
"Njir SMP." Ejek Jaehyun.
"SMP apa sat?" Tanya Sehun selaku perwakilan Mark dan Doyoung.
"Siap makan pulang." Ujarnya kemudian tertawa melihat teman-temannya cengo.
"Anjing." Umpat mereka.
Mendengar itu Jaehyun semakin tertawa.
"Yaudah-yaudah hati-hati dijalan ya."
Merek mengangguk dan pergi dari sana.
🐾
Jungkook masih dengan keadaan yang sama, masih dengan keadaan yang sangat kacau karena Lisa yang tidak kunjung pulang juga. Matanya sembab karena air matanya yang masih meluruh, ini sudah hampir malam dan tidak ada tanda-tanda Lisa akan pulang kerumahnya, rasa takutnya semakin menjadi bagaimana jika Lisa benar-benar meninggalkannya.
Bahkan semua teman-temannya sudah membujuknya untuk tetap tenang dan berhenti menangis lalu menyuruhnya menunggu Lisa pulang nanti. Bukannya mendengarkan bujukan dari teman-temannya ia malah semakin histeris dan hilang kendali.
Jungkook mengurung dirinya dikamar dan mengacuhkan teman-temannya diluar yang sedang memanggilnya dari luar karena khawatir Jungkook akan melakukan hal yang diluar nalar mereka.
"Hiks!" Tangisan yang masih sama, tangisan yang masih terdengar sangat pilu dan penuh dengan luka yang terasa sangat menyayat hatinya. Lisanya belum pulang padahal ia sangat membutuhkannya saat ini, keadaannya benar-benar sangat kacau sampai saat ini ia masih belum makan dan melewatkan makan siang hingga makan malamnya.
"Hiks, k-kamu k-kapan p-pulang." Kata-kata itu sudah berulang kali terdengar, kata-kata yang menanyakan kapan kekasihnya pulang, apa Lisanya sudah tidak memperdulikannya lagi, apa Lisanya benar-benar meninggalkannya.
Jungkook meringsut naik keatas tempat tidurnya dan menenggelamkan wajahnya disisi bantal yang sudah basah akibat air matanya sendiri. Apa Lisa semarah itu sehingga meninggalkannya dan tidak mengabarinya sampai saat ini bahkan ia lupa bahwa ponselnya sudah rusak hancur lebur karena dilemparkannya siang tadi.
Karena terlalu menangis dan frustasi disaat bersamaan tiba-tiba terbesit di pikirannya untuk menginjakan kaki ditempat berdosa itu, apalagi kalau bukan Club. Jungkook menghapus air matanya sembari memakai jaket hitamnya dan menyambar kunci mobilnya kemudian keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa, Jungkook tidak peduli lagi.
Lisa saja tidak peduli padanya jadi untuk apa ia menghabiskan waktunya hanya untuk menangis dan menunggunya pulang walaupun seharian ini hanya itu yang ia lakukan kemudian nalurinya keluar begitu saja dan membawanya ke Club malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psyhcopath (End) ✓
AlteleJungkook adalah seorang Psikopat yang menyukai Lalisa Manoban yang terkenal polos namun sedikit bar-bar. Jungkook menyukai Lisa disaat pandangan pertama dan disaat Jungkook dan teman-temannya jadi murid baru di kelasnya. Apakah Lisa menyukai Jung...
