Bonus Chapter 🔐

5.5K 346 92
                                        

"Baby--" Rengekan itu berasal dari Jeon Jungkook yang tidak mendapati istri cantiknya di sampingnya.

Setelah memutuskan untuk tunangan Jungkook membawa Lisa ke London untuk meminta izin dengan orang tua Lisa untuk menikah dengannya kalau pun tidak direstui Jungkook tetap akan menikah dengan kekasihnya itu, tapi untung saja itu hanya perkiraan belaka darinya karena ternyata kedua orang tua Lisa setuju mereka menikah jadi setelah mengadakan pertunangan dan meminta restu bulan depannya Jungkook langsung menikahi Lisa.

"Ck, sayang dimana sih?" Teriak Jungkook. "Aku udah bangun kamu dimana?" Jungkook masih berteriak memanggil istrinya, karena setelah mereka menikah Jungkook paling tidak suka ketika ia terbangun tidak mendapati istrinya berada sampingnya setidaknya berada dikamar mereka.

Ceklek

Atensi jungkook beralih ke pintu kamar mandi yang sudah terbuka dan istrinya keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan Bathrobe putih melekat di tubuhnya.

"Kenapa sih teriak-teriak?" Tanya Lisa yang baru saja menutup pintu kamar mandi dan mendatangi suaminya yang tengah duduk dengan bibirnya yang di poutkan lucu.

Jungkook memeluk istrinya yang berdiri disampingnya. "Kan aku udah bilang aku paling gasuka kalo liat kamu gaada disamping aku pas aku baru bangun tidur." Cerocos Jungkook dan mengeratkan pelukannya.

Lisa hanya memutar bola matanya malas, kalau selama pacaran bukan rahasia lagi kalau Jungkook itu sangat manja dan bergantung padanya, sialnya begitu juga selama mereka menikah sifat manjanya itu bukannya hilang tapi malah semakin bertambah entah apa yang terjadi kalau mereka sudah punya anak nanti pasti kedua orang yang disayanginya itu selalu berebut dirinya mengingat kedua orang itu membutuhkan Lisa dengan cara masing-masing.

Omong-omong soal anak, pasangan Jeon ini belum mempunyai seorang anak tapi walaupun belum diberi kepercayaan kepada mereka karena belum mempunyai keturunan tapi mereka masih sabar menunggu Baby Jeon yang akan meramaikan rumah.

"Mandi sana aku mau masak dulu."

Jungkook mendongakkan kepalanya menatap istrinya. "Gamau sebelum dicium dulu." Ucap Jungkook dan tersenyum menggoda istrinya.

Lisa tersenyum malu-malu padahal mereka sudah melakukan lebih dari sekedar ciuman semata, contohnya membuat seisi kamar berantakan dengan baju yang berceceran dilantai dan hawa panas yang sangat kentara ketika melakukan pembuahan di malam hari.

Jungkook masih menunggu istrinya menciumnya karena Jungkook tengah memejamkan matanya siap untuk menerima ciuman bertubi-tubi di wajahnya. "Sayang cium." Suara rengekan itu kembali terdengar ketika Jungkook mendapati istrinya tengah melamun sembari menatap wajahnya dengan pipi yang merah merona, entah apa yang sedang di pikirkan istrinya ini sehingga pipinya memerah.

"Eh-" Lisa tersentak ketika mendengar rengekan suaminya yang menunggunya dicium olehnya.

"Mikirin apa sih hem?" Tanya Jungkook dan memberikan senyum menggoda istrinya yang tengah memeluknya ini.

Lisa menggelengkan kepalanya dan terkekeh pelan. "Nggak kok, aku ga lagi mikirin apa-apa."

Jungkook hanya menganggukkan kepalanya percaya. "Yaudah ayo cium, aku dari tadi nungguin tau." Jungkook mengerucutkan bibirnya lucu.

Lisa lagi-lagi terkekeh kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Jungkook. Lisa mengecup keningnya setelah menyibak poninya, turun ke kedua mata, turun lagi ke pipi kiri dan kanan, dan berakhir di pangkal hidung Jungkook dan mengusak rambutnya gemas.

Jungkook membuka matanya dan merenggut kesal padahal Lisa sudah menciumnya dengan segala arah tapi Lisa melupakan sesuatu yaitu--.

"Sayang yang ini cemburu loh." Jungkook memajukan bibirnya.

Psyhcopath (End) ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang