Sesampainya dirumah, Jungkook langsung mandi agar darah yang melekat disekitar bajunya tidak berbau amis dan itu sangat berbahaya baginya karena kalau saja ia tercium bau darah walaupun hanya sekilas saja Lisa tidak akan mau berdekatan dengannya bahkan memeluknya ketika ia tidur, oh tidak itu tidak bisa terjadi karena sekarang ia tidak bisa tidur tanpa pelukan Lisa dan itu telak.
Seperti biasanya Jungkook akan keluar dari kamar mandi setelah memakai bajunya disana dan keluar dengan rambut basah lalu mengeringkan rambut panjangnya menggunakan handuk kecil agar lebih mudah kering.
"Ga dingin mandi malem-malem?" Tanya Lisa saat mendapati Jungkook keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya.
Jungkook mendongak sebentar dan menganggukkan kepalanya. "Dinginlah tapi demi kamu aku mandi malem-malem gini". Jungkook berbohong untuk mengatakan ia mandi demi Lisa karena biasanya setelah ia membunuh mangsanya ia akan langsung mandi karena tidak ingin darah itu melekat terlalu lama ditubuhnya tapi sekarang ia mandi dan mengatakan itu demi Lisa.
Lisa mengerutkan dahinya bingung. Apa-apaan Jungkook menyalahkannya padahal tadi setelah mereka sampai kerumah Jungkook langsung memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya tapi sekarang malah menyalahkannya. "Kenapa, aku?"
Jungkook terkekeh pelan mendengar nada ketus dari Lisa, sebelum menjawab ucapan Lisa Jungkook memasuki kamar dahulu dan meletakkan handuk kecil itu dan keluar untuk menaiki ranjangnya yang sudah ada Lisa disana yang sedang duduk bersila bersiap untuk mendengarkan jawaban darinya. "Kalo aku ga mandi aku ga bakal di peluk sama kamu". Jungkook mencubit pangkal hidung Lisa pelan.
Lisa mendelik mendengar itu dan hanya memutar bola matanya malas. "Oh aja". Lisa berbaring dan membaringkan tubuhnya di sisi kasur.
Jungkook lagi-lagi terkekeh geli melihat itu dan ikut membaringkan dirinya siap-siap untuk memeluk Lisa dan akan tidur. "Gemesin banget sih". Sebelum membaringkan tubuhnya Jungkook menyempatkan mengecup pipi berisinya.
Lisa tidak menjawab dan ia berbalik agar berhadapan dengan Jungkook, entah angin apa yang merasukinya Lisa melepaskan pelukan Jungkook dan agak menjauh dari sang empu yang menatapnya bingung.
"Kenapa di lepas?" Tanya Jungkook yang masih belum mengerti.
Lisa menggeleng pelan. "Gpp, malem ini panas banget jadi aku mau tidur sendirian aja kamu ga usah peluk aku dulu"
Jungkook melihat Lisa dengan tatapan kesalnya, mana bisa ia tidur tanpa pelukan dari Lisa. "Mana bisa gitu". Ujar Jungkook dengan kesalnya.
"Bisa. Kamu tidur sana". Lisa kembali berbalik dan menghiraukan Jungkook yang sedang kesal tapi masih memasang wajah sedihnya kalau-kalau Lisa tiba-tiba berbalik dan berakhir memeluknya lagi seperti malam-malam sebelumnya.
"Sayang, kok tega sih?"
Lisa tidak menjawabnya.
"Sayang, aku ga bakal bisa tidur kalo kayak gini" Jungkook masih melihat Lisa.
Lisa lagi-lagi tidak menjawab karena sekarang ia sudah berada di mimpinya karena terlalu mengantuk.
"Masa iya gue tidur tanpa dipeluk Lisa gini kan ga adil". Cerocos Jungkook yang masih melihat sang empu tak kunjung berbalik juga. "Masa iya gue begadang cuma karna ga dipeluk gini, tapi gue emang ga bisa tidur kalo ga dipeluk sama Lisa gue udah terlalu biasa dipeluk tidur". Jungkook mengomel sendiri dan menatap atap kamarnya dengan perasaan campur aduk.
Mata Jungkook benar-benar terbuka dengan besar dan ia sekarang mencari posisi nyaman agar bisa memperepat tidurnya namun tetap saja tidak bisa padahal ini sudah dini hari karena ia yang nenbunhh Nancy terlalu lama dan ia juga sebenarnya takut membangunkan Lisa lagi kalau ia mengatakan kalau dirinya tidak bisa tidur tanpa dipeluk Lisa bisa-bisa ia diamuk Lisa tengah malam begini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psyhcopath (End) ✓
RandomJungkook adalah seorang Psikopat yang menyukai Lalisa Manoban yang terkenal polos namun sedikit bar-bar. Jungkook menyukai Lisa disaat pandangan pertama dan disaat Jungkook dan teman-temannya jadi murid baru di kelasnya. Apakah Lisa menyukai Jung...
