Sekarang sudah pagi tapi kedua insan ini tak kunjung bangun dari tidurnya dengan posisi yang masih memeluk satu sama lain. Omong-omong ini hari minggu jadi mereka bisa menghabiskan waktu sepanjang hari.
Jungkook mengerjapkan matanya dan melihat wajah tenang Lisa yang tidur di sampingnya omong-omong ini tidak seperti biasanya ia terbangun lebih dulu karena biasanya Lisalah yang akan membangunkannya.
"Argh!"
Jungkook meringis kesakitan dan memegang kepalanya yang terasa sangat sakit padahal ia hanya ingin memperbaiki cara tidurnya tapi kepalanya seperti dihantam oleh sesuatu yang menyebabkan kepalanya yang terasa sakit bukan main.
"Argh sakit." Jungkook masih memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit dan sedikit memukulnya agar rasa sakitnya mereda ini sangat sakit, sungguh.
Lisa yang terganggu pun membuka matanya dan mendapati Jungkook yang sedang kesakitan dan memegangi kepalanya. "Astaga, Jungkook kamu kenapa?" Tanya Lisa panik bahkan rasa mengantuknya hilang begitu saja.
"Sayang sakit." Jungkook mengadu dan menangis di pelukan Lisa.
"Kamu tenang dulu oke biar aku pijitin dulu." Lisa membantu memijat kening Jungkook agar sakitnya berkurang dan ia baru ingat bahwa Jungkook telah mabuk dan terlalu banyak meminum minuman beralkohol itu sehingga kesakitan seperti ini.
"Sakit." Ringis Jungkook lagi dan ia masih memegangi kepalanya yang terasa berdenyut hebat.
"Kamu disini dulu aku mau masakin kamu sup biar bisa redain sakit kepala kamu." Lisa ingin melepaskan pelukannya tapi dengan cepat Jungkook menahannya.
Jungkook menggeleng seakan tidak memberikan akses untuk Lisa pergi. "Kamu disini aja."
"Tapi kamu juga butuh obat biar kamu ga kesakitan kayak gini." Ucap Lisa memberi pengertian kepada Jungkook sembari mengelus kepalanya.
Jungkook menggelengkan kepalanya lagi.
Lisa menghembuskan nafasnya melihat tingkah Jungkook yang tidak ingin melepaskannya, sebenarnya ia juga sangat merasa bersalah lantaran akibat permasalahan keduanya membuat Jungkook sefrustasi ini dan berakhir kesakitan karena kembali meminum minuman beralkohol itu setelah sekian lama tidak pernah meminumnya lagi selama ini.
"Aku bentar doang sayang!" Lisa mencoba membujuk Jungkook agar mau melepaskan pelukannya.
Jungkook lagi-lagi menggelengkan kepalanya dan semakin mengeratkan pelukannya. "Engga, kamu disini aja suruh bibi aja yang masakin."
"Iya lepasin dulu ya."
"Ga lamakan?" Tanya Jungkook sembari mendongak dan berusaha menahan sakit di kepalanya.
Lisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum hangat. "Engga, aku cuma mau bilang itu doang abis itu aku balik lagi." Lisa beranjak setelah Jungkook melepaskan pelukannya dengan tidak ikhlas.
Sebelum keluar Lisa menyempatkan untuk mengelus rambut halus Jungkook yang menjadi candunya karena ia sangat menyukai rambut Jungkook karena halus ketika dipegangnya.
"Bi, aku bisa minta tolong?" Tanya Lisa dengan senyuman hangatnya.
Pelayan yang ada disana terkekeh pelan melihat suara menggemaskan Lisa ketika meminta tolong padanya padahal kalau Lisa menyuruhnya itu sudah termasuk tugas mereka bukan sebagai permintaan bantuan.
"Haha, gausah seformal itu emang kamu mau minta tolong apa?"
Lisa menggaruk rambut belakangnya. "Mmm, gini semalem Jungkook abis mabuk-mabukan jadi kepala dia sakit, bibi bisa masakin sup atau apa kek biar sakitnya reda."
KAMU SEDANG MEMBACA
Psyhcopath (End) ✓
RandomJungkook adalah seorang Psikopat yang menyukai Lalisa Manoban yang terkenal polos namun sedikit bar-bar. Jungkook menyukai Lisa disaat pandangan pertama dan disaat Jungkook dan teman-temannya jadi murid baru di kelasnya. Apakah Lisa menyukai Jung...
