Saat ini keluarga Jeon ingin merayakan pesta kecil-kecilan di rumah mereka karena ayah Jungkook atau sering di panggil Jeon Jonas itu telah berhasil memenangkan tender besar di perusahaannya jadi karena merasa bahagia ia ingin merayakannya dirumah bersama istri dan anaknya.
Sebenarnya ini bukan kali pertama ia memenangkan sebuah tender hanya saja Jonas merasa sangat bahagia sampai ingin merayakannya, tapi cukup dengan anak dan istrinya saja.
"Kuki, turun nak kita makan malam." Ucap nyonya Jeon yang bernama Shin Hye.
"Iya kuki turun ma." Teriak Jungkook dari kamarnya.
Shin Hye tersenyum mendengar suara meleking itu dan melihat suaminya yang sudah keluar dari kamar dengan pakaian rapi padahal mereka makan malam dirumah tapi suaminya ini sangat bersemangat sekali jadi ia memakai toxedo hitam.
"Apa Jungkook sudah selesai?" Tanya Jonas lembut dan menatap istrinya yang sedang membenarkan dasinya.
"Sebentar lagi dia akan turun."
"Ma, Pa, Kuki udah ganteng ga?" Tanya Jungkook saat menuruni undakan tangga dengan senyum cerah di wajahnya.
Mereka terkekeh pelan saat melihat gaya baju Jungkook yang sangat mirip dengan ayahnya.
"Astaga ganteng banget sih, anak siapa nih? hm" Shin Hye mendatangi Jungkook dan mengacak rambut Jungkook gemas.
"Anak Mama." Jawab Jungkook dengan polosnya.
"Yak, Papa gimana?" Tanya Jonas pura-pura kesal.
"Iya-iya, Kuki juga anak papa itu aja kesel, menyebalkan" Jungkook mempoutkan bibirnya lucu.
"Aigo, manisnya." Jonas pun mengangkat Jungkook dan membawanyake meja makan.
"Kuki, kenapa pake baju itu?" Tanya Shin Hye penasaran.
"Papa yang nyuruh biar gayanya sama." Jawab Jungkook dengan tampang polosnya dan tersenyum juga.
"Ya emang harus sama sih, kan anak sama Papanya harus kompak." Ujar Jonas sembari melipat tangannya dia depan dada.
"Yaya, kalian memang selalu kompak yaudah ayo makan."
Mereka pun makan dengan tenang dan bercanda seadanya saja karena mereka sedang makan jadi tidak mungkin tertawa terlalu berlebihan.
"Ma, Pa, Kuki ke kamar mandi dulu ya." Izin Jungkook dan turun dari kursinya.
"Iya, hati-hati jangan sampai kepeleset lagi, oke."
Jungkook mengangguk dan pergi ke toilet dengan sedikit berlari. Lalu mereka melanjutkan makan mereka lagi.
Dor
Dor
Mereka tersedak makanan mereka ketika mendengar suara tembakan dari. Mereka terkejut bukan main, itu bukan suara tembakan khas anak-anak tapi sebuah tembakan dari senjata api yang bisa merenggut nyawa siapa saja. Dengan segera mereka berdiri dan ingin mengecek pintu utama tapi saat mereka ingin sampai di depan pintu, pintu itu terbuka dengan sangat kasar dan muncullah orang yang membuat keributan di rumahnya.
"Hai, sudah selesai?" Tanya laki-laki paruh baya yang di ketahui bernama Ma Dong-Seok itu.
Jonas terkejut karena laki-laki itu pun turut andil dalam meeting mereka tadi dan tentu saja Jonas yang memenangkan tender itu dan dia kalah, Jonas sendiri pun tidak tahu salahnya dimana hingga mendapat ancaman seperti ini hingga menembaki orang-orang yang bekerja di rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psyhcopath (End) ✓
RandomJungkook adalah seorang Psikopat yang menyukai Lalisa Manoban yang terkenal polos namun sedikit bar-bar. Jungkook menyukai Lisa disaat pandangan pertama dan disaat Jungkook dan teman-temannya jadi murid baru di kelasnya. Apakah Lisa menyukai Jung...
