30 🔐

6.4K 430 28
                                        

"I'm Psychopath."

Jungkook menatap Lisa karena ia baru saja mengatakan rahasia terbesarnya kepada Lisa yang sedang membulatkan matanya seakan-akan tidak percaya apa yang baru saja diucapkannya.

Lisa terkekeh pelan mendengar penuturan Jungkook dan menganggap omongan Jungkook adalah bualan semata. "Haha, gausah becanda. Aku serius nanya loh." Ucap Lisa.

Jungkook hanya tersenyum tipis melihat reaksi Lisa, ia sangat takut ketika Lisa akan meninggalkannya nanti ia belum siap bahkan sangat tidak siap kalau itu sampai terjadi dengannya cukup kejadian itu yang membuat Lisa meninggalkannya seharian penuh tanpa kabar sekarang tidak lagi. "Aku juga serius."

Deg

Ucapan dan tatapan Jungkook membuat suasananya menjadi secanggung ini, apa Jungkook benar-benar seorang pembunuh. Lisa masih mencerna ucapan dan tatapan yang dilayangkan Jungkook untuknya dan entah sejak kapan pula ia menjadi selelet ini ketika berpikir.

"Aku ulangin sekali lagi, aku Psikopat." Ucap Jungkook lagi.

Tubuh Lisa bergetar ketika Jungkook mengulang perkataannya yang berhasil membuatnya takut bukan main, apa selama ini ia berhadapan dengan seorang pembunuh. Pacarnya, Jungkooknya, ternyata seorang pembunuh. Seorang pembunuh itulah yang selalu bermanja dengannya setiap jam, menit, bahkan detik, haha dia terlalu bodoh dalam urusan seperti ini bisa-bisanya ia baru tahu sekarang bahwa kekasihnya yang ia berikan julukan sebagai bayi kelincinya itu adalah seorang Psikopat.

Menyeramkan juga.

"K-kamu n-ngebunuh o-orang?" Tanya Lisa dengan bibirnya yang sudah bergetar menahan ketakutannya.

Jungkook hanya mengangguk sebagai jawaban. "Kamu tau?!" Jungkook ingin meraihnya tapi dengan cepat sang empu menjaga jarak dengannya.

Deg

"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Jungkook dengan wajah yang khawatir disertai panik.

Lisa menggeleng dengan cepat. "Jangan deket-deket." Ucap Lisa yang entah sejak kapan sudah mengeluarkan air matanya, mereka bukan sedang bertengkar tapi ka terlalu takut mendengar fakta yang baru saja Jungkook katakan padanya.

"Sayang, jangan ngehindar kayak gini." Ucap Jungkook lagi dan ingin meraih tangan Lisa agar mendekatinya.

"Kamu pembunuh." Ucapan Lisa seperti benda tajam yang sangat menusuknya walaupun hanya  sepersekian detik saja. Jungkook mengakui bahwa ia seorang pembunuh tapi entah mengapa kalimat yang dilontarkan Lisa untuknya benar-benar sangat sakit setelah mengudara diindra pendengarannya.

"Iya, aku tau. Aku cuma gamau kamu tau dari orang sebelum aku yang ngasih tau kamu. Cukup selama ini aku nyembunyiinnya dari kamu sekarang jangan lagi."

Lisa beranjak tanpa mendengarkan ucapan Jungkook, ia ingin pergi dari rumah ini. Hanya saja ia merasa keadaannya akan berubah setelah Jungkook mengatakan jati dirinya sebenarnya, tidak adalagi si gemas Jungkook, tidak adalagi si manja bayi kelincinya. Semuanya akan berganti menjadi Jungkook yang menyeramkan seperti seorang Psikopat sebenarnya, ia hanya mengira saja tapi itu akan terjadi kurun waktu dekat ini.

Jungkook yang melihat itupun sontak terkejut dan mengejar Lisa yang sudah meninggalkannya di taman belakang seorang diri, ia takut bahkan sangat, apa Lisanya akan meninggalkannya untuk kedua kalinya?.

Jungkook menaiki undakan tangga berharap Lisa disana dan tidak meninggalkannya seperti yang sudah dibayangkannya. Ayolah, Jungkook hanya ingin mengatakan siapa dirinya dan Lisa juga berhak tahu siapa dirinya sebenarnya.

"Lisa kamu ngapain sih?" Tanya Jungkook dengan paniknya, bagaimana tidak setelah ia membuka pintu Lisa sedang membereskan barang-barangnya dengan terburu-buru.

Psyhcopath (End) ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang