Dor!🎈

1.6K 146 148
                                        

Hanbin pov

"mau ngapain sih? Tumben banget" Tanya gue ketus saat Bobby,Dongi dan Jiso ngajak makan di suatu restoran malam itu

Selain karna gak mood keluar. Aneh aja rasanya,biasanya kita makan dirumah atau paling mewah makan diangkringan. Kok tiba-tiba ngajak gue ke restoran yang bisa di bilang cukup mewah kaya gini.

Yang awalnya mau curiga,tapi gak paham juga apa yang harus gue curigain dari 3 anak ini. Jadi,selama ini di traktir. Gue oke-oke aja di ajak ke tempat kaya gini. Lu-ma-yan! Haha. Kecuali kalo nanti pas pulang,tiba-tiba gue yang di suruh bayar. Abis si Bobby!

Lagi asik-asik ngabisin steak yang ternyata rasanya super duper enak,asli enak banget. Tiba-tiba lampu yang ada di restoran ini mati beberapa detik.

Keganggu? Jelas dong! Lagi makan enak-enak padahal. Tapi gak lama muncul cahaya dari terangnya lilin-lilin yang baru saja di nyalakan para pegawai restoran itu.

Sebenernya,gak ngaruh sih mau seindah apapun tempat ini. Yang jelas hal ini ganggu gue yang lagi asik-asiknys nikmatin makan!

Tapi kalo boleh jujur,ini salah satu tempat makan dengan tatanan romantis yang pernah gue atau bahkan Bobby,Dongi dan Jiso lihat seumur hidup sih

"Malam ini,saya ingin mengutarakan rasa yang saya rasakan pada orang spesial yang ada disini -" tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki yang gak asing di telinga gue. Tapi gue hiraukan karna steak yang ada di depan mata gue lebih menggoda untuk di makan

"Widihhh! Keren banget" Ucap Bobby yang dari tadi sudah menghentikan makannya dan fokus dengan tontonan di depan sana.

Gue menoleh ke arah Dongi yang juga sepertinya gak setertarik itu dengan adegan ini. Dan benar, hanya Bobby dan Jiso yang fokus melihatnya.

"Ada acara apaan sih? kawinan?" Tanya gue ke arah bobby tapi tidak di gubris sama sekali

"siapa sih? Lu kenal dong?" Bisik Gue ke arah Dongi. Logis sih kalau mereka ngajak makan di restoran semahal ini karna mau kondangan.

Sayangnya Dongi pun hanya bisa menggelengkan kepalanya "Gue gak tau,kayanya ada yang mau lamaran"

"Wah gila romantis banget di lamar di tempat kaya gini. Jadi iri" Ucapan Jiso cukup membuat gue hampir mati keselek saat itu juga.

Gue ikut menoleh ke arah sumber suara yang sempet gak gue hiraukan dari tadi.

"Jennie,tolong berdiri " ucap lelaki itu

"Jennie?" Ucap Hanbin yang langsung menoleh ke sumber suara itu

Author pov

"Bangsat!" Ucap Hanbin pelan yang langsung berdiri dari duduknya. Mengepalkan tangannya menuju meja tempat Mas Rafa,Jennie dan beberapa orang lainnya duduk.

"Bang! Bang!!! Itu bang!" Ucap Dongi ke arah Bobby

"Biarin! Seru nih nih dong" ucap Bobby sambil tertawa kecil

"Seru gimana? Itu nanti berantem bang!" ucap Dongi sambil melihat ke arah Bobby dan kemudian terdiam. Dongi memang sangat cepat memahami situasi.

"Maskud lu apa?" Tanya Hanbin sambil meraih kerah baju mas Rafa, membuat mas Rafa terbangun dari duduknya

"Hanbin" ucap Jennie mencoba menahan Hanbin namun tenaga Hanbin jauh lebih kuat dibanding Jennie

Brukkkk

"Bangsat lo mas! Gak punya otak!" Ucap Hanbin sambil memukul pipi kanan mas Rafa

"Hanbin!!" Jennie mencoba untuk menahan tubuh Hanbin. Memeluk erat tangan kanan Hanbin

Sweet Love || iKONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang