32. Pasar Malam

20 4 4
                                        

Hello everyone!! Welcome back.😄

Apa kabar semuanya? 😁
Semoga kalian baik-baik aja ya 😊.  Happy new year juga untuk kita semua🎉🎊. Maaf baru ngucapin sekarang dan maaf juga karena keterlambatan aku dalam mengupload Chapter dari Diary Naura berikutnya. Semoga kalian suka dengan Chapter kali ini.

And

Happy Reading...
.
.
.
.
.
.
.

Naura Pov

Devan benar-benar membuat mood ku hancur sendari tadi. Dimulai dari aku kalah taruhan nilai tertinggi dengan Devan, sampai kejadian dikafe tadi, yang berakhir dengan uang saku ku yang habis karena membayar makanan walaupun hanya setengahnya saja. Tapi tetap saja itu kurang dan dengan terpaksa aku harus meminjam uang pada Alvin.

Benar-benar menyebalkan dan sekarang mood ku jadi tambah buruk karena seharusnya aku sudah ada di tempat tidur kesayanganku. Tapi apa-apaan ini! Dengan seenaknya dan tanpa persetujuanku Devan malah membawaku entah mau kemana. Padahal sendari tadi aku sudah bertanya kepada Devan akan kemana, tapi ia tidak memberi tahuku. Bahkan aku sudah hampir akan pulang sendiri tadi, tapi mengingat uangku sudah habis jadinya tidak jadi.

Pikiran buruk mulai menghantui pikiranku. Sebenarnya Devan mau membawaku kemana? Apa dia mau menculik ku dan menjualku ke perdagangan manusia? Atau.. ah tidak tidak bagaimana ini? Aku ingin bertanya lagi tapi percuma juga aku bertanya, jika orang yang di tanya saja tidak mau memberi tau.

Tapi aku mencoba untuk menenangkan diri dan berpikir positif. Tidak mungkin Devan melakukan hal buruk terhadapku. Aku mulai memandang jalanan dan bersikap tenang.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya mobil Devan berhenti juga di suatu tempat. Aku yang melihat kami ada dimana pun tersenyum senang, lalu memandang Devan.

"Ini beneran?"tanyaku pada Devan.

"Ya benar dong, ya udah ayo"ucap Devan tersenyum.

Aku dan Devan pun keluar dari mobil. Setelah berada di luar, aku tak henti-hentinya tersenyum senang.

"Pasar malam? Lo ngajak gue ke pasar malam?"tanyaku pada Devan sambil menatap ke arahnya.

"Ya ia lah pasar malam, emang ini terlihat seperti pasar sayur dimata lo? Yang benar aja!?"ucap Devan memandang heran ke arahku. Aku yang mendengar perkataan Devan pun memandang cengoh ke arahnya. Lalu memukul bahunya cukup keras.

"Aww, kok lo malah pukul gue sih" ucap Devan memegang bahunya.

"Lo tu apaan sih! Gue serius tanya lo malah bercanda tentang pasar sayur. Apaan coba? Gak jelas banget!"ucapku sambil memandangnya.

"Lo tu yang apaan! Udah jelas-jelas ini pasar malam, ngapain juga lo tanya lagi!"ucap Devan tak mau kalah.

"Ya maksud gue tu, lo serius ngajak gue ke pasar malam? Kenapa? Dalam rangka apa ni?"tanyaku padanya.

"Ya emang kenapa kalau gue ngajakin lo ke pasar malam? Lo gak mau? Ya udah kalau gak.."

"Ya mau lah, siapa juga yang nolak"ucapku memotong ucapan Devan.

"Kenapa gak bilang dari awal sih! Kalau gue tau kan bisa pulang dulu"ucapku kesal karena mengingat uangku yang sudah habis.

"Lah ngapain pulang segala?"tanya Devan padaku.

"Lo lupa atau pikun sih? Uang gue kan udah habis!"ucapku kesal.

"Oh lo tenang aja, gue yang traktir. Sebenarnya tadi kan harusnya gue yang traktir, tapi gue kepikiran ngerjain lo. Jadi sebagai ga.."

DIARY NAURA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang