2. Awal Pertemuan

97 12 5
                                        

Hai Semuanya...
Sekarangkan pada libur karena adanya wabah covid-19, jadi untuk menghapus kejenuhan dan kegabutan kalian, aku harap kalian mau membaca karya aku ini untuk menemani liburan kalian😊.

Have a nice today for you and your family!😊😄

Stay at home

Stay healthy

And

Happy Reading...😊
.
.
.
.
.

Setelah kepergian Bang Daniel usai menggantarku kesekolah baruku, aku pun bergegas menuju gerbang sekolah untuk masuk, saat aku sudah masuk ke area sekolah aku berdecak kagum melihat interior sekolah baruku, sekolahnya bertingkat, terdapat beberapa lapangan olahraga disana, dan di tambah lagi pepohonan yang menambah kesan sejuk dan asri membuatku tak berhenti memandang.

Ketika sedang asik mengagumi sekolah baruku itu, tiba-tiba ada seseorang yang menabrakku dari belakang hingga membuat aku dan orang tersebut terjungkal dan terjatuh, aku pun meringis kesakitan karena kulitku lecet terkena gesekan tanah akibat terjatuh. Saat aku berdiri dan hendak protes kepada orang itu, orang tersebut malah lebih dahulu memarahiku. Sepertinya dia siswa di sekolah ini terbukti dari seragam yang ia kenakan, merupakan serangam sekolah ini.

"Heh, lo kalau jalan pakai mata dong, lihat ni gue jadi jatuhkan!"protesnya.

'Ni orang kok malah gue yang di salahin sih, padahalkan dia yang nabrak gue' ucapku dalam hati.

Aku yang tidak terima pun langsung membalas ucapannya.

"Hei... harusnya gue yang marah sama lo, kenapa jadi lo yang marah, lagian dari zamannya nenek moyang yang ada jalan tu pakai kaki, bukan pakai mata."ucapku.

"Lo yang salah siapa suruh jalan di tengah jalan, lo itu halangin jalan gue", ucapnya.

"Emang ini jalan nenek moyang lo apa, sampai-sampai lo bilang gue halangin jalan lo segala, lagian ini jalankan besar."ucapku tak terima.

"Terserah gue dong mau bilang apa, lagian lo siapa sih? Kok gue baru lihat lo sekarang? Ahh gak penting lo siapa, malas gue berdebat sama lo!" Ucapnya yang akan beranjak pergi.

"Siapa juga yang mau berdebat sama lo, habisin waktu gue aja!" Balasku.

Dia pun langsung pergi setelah aku berkata demikian, meninggalkan aku yang mengerutu kesal karenanya.

Kulihat beberapa siswa siswi melihat aksi debat antara aku dan cowok tadi memandang dengan tampang bingung, aku pun hanya membalas dengan tersenyum polos.

Ini baru hari pertamaku disini, sudah ada saja yang membuat aku kesal. Bagaimana hari-hari berikutnya coba. Aku yang tak mau ambil pusing hal sepele tersebut pun, bergegas mencari ruang kepala sekolah untuk bertanya dimana kelasku berada.

Naura off

***

Saat ini Naura berjalan di koridor sekolah, ia sedang mencari ruang Kepala Sekolah. Untung saja koridor sekolah sudah sepi karena beberapa menit yang lalu bel sudah berbunyi sehingga mengharuskan siswa siswi di sini untuk masuk ke kelas.

Setelah beberapa menit Naura berjalan mencari ruang Kepala Sekolah. Akhirnya Naura  menemukan ruang Kepala Sekolah, Naura pun mengetuk pintu terlebih dahulu terdengar suara intruksi untuk masuk ke dalam. Naura pun bergegas masuk ke dalam dan terlihatlah di sana seorang pria paruh baya sedang duduk di kursinya, yang ia yakini pasti kepala sekolah disini.

" Permisi Pak, Selamat pagi! Saya Naura murid pindahan dari SMA Pelita, saya mau bertanya letak kelas yang akan saya tempati di sekolah ini dimana ya pak?" Ucap Naura sopan.

" Selamat pagi! Oh kamu Naura perkenalkan saya Aryo kepala sekolah di sini, kamu masuk ke kelas 11 IPA 2. Mari saya antarkan ke kelas baru kamu karena pagi ini kebetulan wali kelas 11 IPA 2 ,sedang mengajar di sana." ucap Pak Aryo.

" Oh baiklah Pak, mari pak" setelah itu Naura dan Pak Aryo pun pergi menuju kelas yang akan ia tempati yang terletak di lantai dua gedung sekolah ini.
.
.
.
.
Hai... semua, ini part yang kedua, masih banyak salahnya tapi semoga suka ya! Jangan lupa votenya 🌟 dan comen 💬 ya, part 3-nya next!😊

Maaf part yang ini sedikit😅.

DIARY NAURA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang