Happy Reading...
.
.
.
.
.
.
.
Hari ini cahaya matahari begitu terik, padahal jam hampir menunjuk pukul dua sore membuat siapa saja enggan untuk keluar rumah. Tetapi berbeda dengan dua orang yang berbeda jenis ini, yaitu Naura dan juga Alvin. Mereka sekarang sedang menuju ke rumah Devan untuk mengerjakan tugas akhir karena sebentar lagi mereka akan menghadapi ujian. Sebenarnya hanya Naura saja yang mengerjakan tugas, sedangkan Alvin hanya mengantar, karena paksaan sepupunya itu.
Setelah cukup lama mengendarai motor akhirnya mereka sampai tujuan, yang tak lain rumah Devan. Setelah memarkirkan motornya di halaman rumah Devan, Naura dan Alvin langsung turun menuju pintu teras rumah Devan. Alvin memencet bel rumah Devan, tetapi tak ada yang membuka pintu. Karena tak ada yang membuka kan pintu Alvin pun memencet bel terus menerus, hingga akhirnya ada yang membuka kan pintu, dan muncul lah Devan disana.
"Lama amat sih buka pintu, gak tau apa haus ni!"ucap Alvin dan langsung nyelonong masuk.
"Woii enak amat lo main nyelonong masuk gitu aja, berasa gak di hargai gue sebagai tuan rumah"ucap Devan melihat ke arah Alvin, yang di balas cengiran oleh Alvin.
"Dan lo, ngapain lo disini?"tanya Devan yang baru menyadari bahwa ada Naura juga dirumahnya.
"Emang lo gak ingat, tadi kan kita udah janji ngerjain tugas akhir di rumah lo"ucap Naura jengah.
"Ohh ia ya, lupa gue. Ya udah masuk"ucap Devan.
Naura pun lansung mengikuti Devan menuju ruang tamu dimana sudah ada Alvin yang sudah duduk manis di sana membuat Naura malu mengakui bahwa Alvin adalah sepupunya.
"Enak banget lo main duduk-duduk aja, belum juga gue suruh"ucap Devan lalu duduk begitu pula Naura setelah di persilakan oleh Devan.
"Ya elah kan udah biasa, lo juga gitu kalau ke rumah gue. Ortu lo juga gak masalah malahan nyuruh gue anggap kayak rumah sendiri"ucap Alvin santai.
"Oh ia, ortu sama adek lo mana sepi amat"lanjut Alvin bertanya.
"Bisa aja lo kalau ngeles, ortu sama adek gue pergi undangan. Ya udah gue kedapur dulu bentar buat minum"ucap Devan lalu beranjak.
"Jangan lupa cemilannya"teriak Alvin yang di balas deheman oleh Devan.
"Lo malu-maluin banget sih jadi orang, malu gue punya sepupu kayak lo"ucap Naura pada Alvin setelah Devan pergi.
"Yah Naura kok lo gitu sih sama gue, lo kan udah dengar tadi gue jelasin."ucap Alvin.
"Ya tapi... ah terserah lo deh"ucap Naura kesal lalu menghiraukan Alvin. Kalau tidak karena ngerjain tugas pasti ia tidak akan disini di tambah lagi sepupunya yang membuat mood nya buruk.
Flashback on
Di sekolah
Jam menunjukan pukul 07:10 wib, itu berarti sudah lima menit yang lalu bel masuk berbunyi, menandakan agar para murit untuk masuk ke kelas masing-masing. Begitu pula kelas Naura, dimana seluruh murit sudah duduk manis di kursinya masing-masing karena bu Nisa yang akan memasuki kelas tersebut.
"Selamat pagi anak-anak"sapa bu Nisa saat sampai di kelas.
"Pagi bu"ucap seluruh murit serentak.
"Ibu mau memberitahukan bahwa hari ini kita tidak ada kegiatan belajar mengajar"ucap bu Nisa.
"Emangnya kenapa bu?"tanya seorang murit.
"Hari ini para guru mengadakan rapat untuk membahas ujian kenaikan kelas yang akan di adakan lima hari lagi. Oleh karena itu kalian di pulangkan lebih awal hari ini"jelas bu Nisa membuat kelas menjadi riuh seketika.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIARY NAURA [END]
JugendliteraturNaura, begitulah orang memanggilnya. Seorang gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA. Ia merupakan siswi berprestasi dan ramah, sehingga banyak orang yang mau berteman dengannya. Hingga suatu hari ia harus pindah sekolah mengikuti kepindahan ora...
![DIARY NAURA [END]](https://img.wattpad.com/cover/219456273-64-k514731.jpg)