12. Rumah Alvin

55 10 3
                                        

Langit gelap mulai menjadi terang bulan pun mulai menghilang digantikan oleh sinar mentari pagi, bunyi kicauan burung ikut menyambut pagi yang cerah ini ditambah lagi udaranya yang sejuk, cocok untuk melakukan aktivitas yang biasa dilakukan orang-orang pada hari pekan seperti jalan-jalan, lari pagi, kumpul bareng keluarga, dan aktivitas lainnya yang biasa dilakukan kebanyakan orang jika waktu senggang tak terkecuali Naura dan keluarganya. Saat ini Naura kedua orang tuanya dan juga Abangnya Daniel sedang menikmati sarapan pagi mereka, setelah menikmati sarapan pagi mereka berkumpul di ruang keluarga sekedar untuk berbincang-bincang.

"Mama sama papa siang ini mau pergi keluar kota, kalian berdua tinggal di rumah ya!"ucap mamanya.

"Keluar kota, Naura ikut ya Ma Pa?! "Ucap Naura.

"Nggak boleh sayang kamu di rumah aja sama Abang kamu!" Jawab mamanya.

"Naura malas kalau sama Bang Daniel, ngeselin suka gangguin aku dan dan jahilin aku terus nyebelin banget deh "ucap Naura cemberut.

"Naura gak boleh gitu sama Abang kamu! "Ucap Papanya.

"Tuh dengerin nggak boleh gitu sama Abang sendiri, harus turutin semua kata Abang" ucap Daniel

" kamu juga Daniel nggak usah ganggu dan jahil sama adik kamu terus "peringat mamanya.

"Iya Ma enggak kok. Sekali dua kali nggak apalah " ucap Daniel terkekeh membuat Naura memandang sinis kearahnya.

"Ma, Naura ikut Mama sama Papa aja ya? "Ucap Naura memohon.

"Nggak boleh Naura mama sama papa ke luar kota nya nggak lama kok cuma tiga hari!" Ucap mamanya.

"Emangnya Mama sama Papa ngapain sih keluar kota segala?" Tanya Naura.

"Pa..."

"Paling juga mama sama papa pengen berduaan honeymoon gitu. Soalnya kalau di rumah kan susah ada kita "celetuk Daniel memotong ucapan mamanya, yang seketika membuat papa dan mamanya melotot seketika, Daniel pun nyengir dan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf v.

" papa ada kerjaan mendadak di luar kota dan mama juga ikut temanin Papa"ucap Mamanya.

"Tuh kan lah, betul kata Abang Papa sama Mama tu.."

" Daniel "ucap mamanya melotot kearah Daniel, membuatnya hanya menyengir kembali.

"Lagian kamu kan harus sekolah, bentar lagi udah mau ujian kan" jelas papa

"Benar itu, kamu kan di rumah juga sama Abang kamu" tambah mama

"Yah Ma, Daniel lupa kalau nanti Daniel mau nginep di rumah teman Daniel ngerjain tugas kampus "ucap Daniel.

"Tuh kan Bang Daniel pergi ke rumah temannya, terus Naura gimana? Pasti mama sama papa gak bolehin Naura sendiri" ucap Naura.

" Gini aja deh kamu nginep di rumah Tante kamu aja ya, kan ada Alvin juga di sana "ucap mamanya.

"Tapi kan"

"Naura dengerin kata Papa kamu nginep di rumah Tante kamu aja kamu juga nggak mungkin di sini sendirian kan" ucap Papanya.

"Iya iya nggak apa-apa deh, aku nginep di rumah Alvin. Tapi beliin oleh-oleh ya!" Ucap Naura pasrah jika Papanya sudah berkata serius.

"Oke itu mah gampang diurus" ucap mamanya

"Ya iya lah gampang, pasti Mama sama Papa kesenangan tuh akhirnya bisa berduaan" ucap Daniel.

"Daniel enggak usah ngomong yang enggak-enggak deh, anak siapa sih kamu?"ucap mamanya geram.

"Ya anak mama sama papa lah, anak siapa lagi coba!" Balas Daniel.

"Oh kirain anak orang gila di pinggir jalan" ucap Naura asal.

"Ya nggaklah kalau abang anak orgil, berarti kamu adik orgil dong,, hahaha "tawa Daniel.

"Eh..iya ya berarti aku anak orang gila juga dong" ucap Naura bego.

"Daniel Naura kalian ngatain mama sama papa orgil"ucap Mamanya marah, sedangkan Papanya melotot mendengar perkataan itu.

"Emangnya Mama sama Papa merasa jadi orgil? Hahaha "ucap Daniel Sambil tertawa begitu pula Naura.

"Daniel kamu itu ya"

"Udah udah nggak usah ribut mama tenang ya "ucap sang papa.

" Ya udah nanti kamu anterin adik kamu ke rumah Alvin "ucap Mama yang masih sedikit kesel ke Daniel.

"Siap ma" ucap Daniel.

***

Mobil Daniel berhenti di depan rumah minimalis bergaya Eropa, yang tak lain adalah rumah Alvin. Setelah kedua orang tua mereka berangkat pergi keluar kota Daniel langsung mengantar adik nya ke rumah Alvin setelah itu baru pergi ke rumah temannya.

"Udah sampai dek kok, jangan nakal jangan ngerepotin tante" ucap Daniel pada Naura.

"Bilangin Tante abang minta maaf gak bisa singgah, mau ngerjain tugas. "Ucap Daniel lagi dibalas anggukan oleh Naura.

" Abang pergi dulu ya Dek dah "ucap Daniel setelah Naura turun dari mobil, dibalas lambaian tangan oleh Naura, setelah mobil Daniel hilang dari penglihatannya, Naura pun segera pergi menuju teras rumah kemudian langsung memasuki rumah Alvin tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu karena sudah terbiasa dari kecil jika ia rumah Alvin begitu juga Alvin jika ke rumahnya.

"Tante Naura cantik datang nih" Panggil Naura pada tantenya yang sedang duduk membaca majalah di sofa depan TV.

"Hai sayang" sambut Mama Alvin sambil memeluk Naura.

"Abang kamu daniel mana?" Tanya tantenya

"Bang Daniel tadi bilang dia minta maaf karena enggak bisa singgah tante, mau ngerjain tugas katanya "jelas Naura.

" Oh iya nggak papa kok"balas tantenya

"Tante aku nginep di sini ya mama sama papa ke luar kota, Abang juga nginep ke rumah temannya bolehkan tante Naura nginep di sini?" Ucap Naura

"Iya Tante tahu, tadi Mama kamu udah telepon tante, ya pasti boleh dong biasanya juga kamu sering nginep di sini nggak izin juga nggak papa kan" ucap Mama Alvin.

"Hehehe Iya Tante tahu aja, oh iya Om sama Alvin di mana Tante? Tanya Naura

"Om kamu masih di kantor kalau Alvin ada tuh di atas di kamarnya sa.."

"Oh ya udah Naura ke atas dulu ya Tante"ucap Naura memotong ucapan tantenya.

"Iya Sayang" jawab Mama Alvin sambil menggelengkan kepala melihat tingkah laku keponakannya itu, sedangkan Naura sudah berlari di tangga menuju kamar Alvin.
.
.
.
.
.
.
.
Sampai di sini dulu ya chapter kali ini maaf kalau ceritanya absurd nggak jelas juga maklum masih pemula.

Jangan lupa vote🌟 dan komentar 💬 pembaca, Gratis kok nggak perlu bayar tinggal tekan⭐.

DIARY NAURA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang