35. Study Tour (1)

22 5 0
                                        

Hello everyone!! Welcome back.😄

Sebelum itu aku cuma mau beritahu aja, kalau di dalam cerita ini gak ada pandemi covid 19 ya!! Ini cuma cerita fiksi belaka gak ada sangkut pautnya sama kenyataan, kalau ada pun hanya kebetulan yang tidak disengaja. Ok sip, silakan lanjut baca deh. 😁

And

Happy Reading...
.
.
.
.
.
.
.
Hari ini adalah hari keberangkatan study tour  sekolah Naura. Jadwal keberangkatan pesawat yang ditumpangi rombongan kelas 12 sekolah Naura, dijadwalkan pada pagi hari pukul 07:00 pagi. Sehingga Naura bangun pagi-pagi dari pada biasanya untuk bersiap-siap pergi ke bandara. Naura amat senang sekali mengingat ia akan pergi study tour hari ini. Bahkan ia semalam tidak bisa tidur karena memikirkan hal apa saja yang akan ia dan teman-temannya lakukan selama study tour di Bali. Tetapi untuk saja ia bisa bangun lebih pagi berkat jam alarmnya, sehingga ia bisa berangkat lebih pagi.

Setelah ia bersiap-siap, sarapan dan berpamitan dengan kedua orangtuanya, Naura langsung berangkat ke bandara dengan diantar abangnya Daniel. Naura sangat antusias sekali sejak akan pergi  ke bandara, tetapi itu tadi sebelum hal yang tak disangkanya terjadi. Apa ini yang ada didepan nya? Macet? Yang benar saja bagaimana ia bisa melupakan hal ini! Ini benar-benar kacau seharusnya ia berangkat lebih pagi lagi tadi. Naura terus merenggut kesal sendari tadi, karena kemacetan ini.

“Ini kenapa pake acara macet segala sih? Nanti kalau aku terlambat gimana?”ucap Naura pada abangnya kesal.

“Udah tau macet kenapa gak pagi-pagi berangkatnya”ucap Bang Daniel santai.

“Ih abang ara mana ingat. Ara tu dari kemarin cuma mikirin study tour aja, jadi gak ingat kalau bakalan macet gini. Abang juga sih kenapa gak bilang ara coba!”ucap Naura kesal.

“Ya mau gimana lagi, udah terjadi. Lagian ini macetnya gak seberapa dari biasanya, jadi tenang aja”ucap Bang Daniel.

“Ara mana bisa tenang, setengah jam lagi pesawatnya take off. Kalau ara ditinggal gimana?”ucap Naura gelisah.

“Gak akan ada yang ninggalin kamu dek, siapa sih yang  berani ninggalin adek abang yang gemesin ini?”ucap Bang Daniel bercanda.

“Ih abang gak usah becanda deh, itu lagi mobil! Lama amat sih jalan nya, awas aja ya!”

“Eh eh mau ngapain kamu?”tanya Bang Daniel panik saat melihat Naura yang akan mengeluarkan kepalanya keluar jendela.

“Ya mau neriakin mobil depan lah, suruh cepatan. Gak tau apa orang lagi buru-buru”ucap Naura kesal dan akan meneriaki pengendara depan tetapi dihalangi oleh Bang Daniel.

“Eh eh gak usah, bikin malu aja kamu. Orang lain juga buru-buru kali dek, bukan kamu doang.”ucap Bang Daniel.

“Tapi kan...”

“Udah-udah kamu duduk yang tenang aja, abang mau ambil jalan pintas biar cepat sampai bandara”ucap Bang Daniel

“Kenapa gak dari tadi aja sih ambil jalan pintasnya!”ucap Naura kesal tetapi tidak dibalas oleh abangnya yang sudah melajukan mobilnya.

Setelah dua puluh menit sejak melewati jalan pintas menuju bandara akhirnya mobil yang di kendarai oleh Daniel sampai di bandara juga. Naura segera turun dari mobil sambil mengendong tas ranselnya, lalu hendak berlari masuk ke bandara.

“Eh dek gak pamitan dulu sama abang?”tanya bang Daniel dari dalam mobil.

“Ishh orang lagi buru-buru juga”ucap Naura kesal tetapi ia tetap kembali berpamitan dengan abangnya tersebut. Naura langsung mencium pipi abang nya setelah itu langsung berlari masuk bandara tanpa berkata apa-apa.

DIARY NAURA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang