33. Semester Akhir

12 4 0
                                        

Hello everyone!! Welcome back.😄

Gimana nih kabar kalian? Semoga baik-baik aja ya 😊. Dan ini kesekian kalinya aku mau minta maaf karena aku terlalu lama update cerita ini, tapi semoga masih ada yang mau baca ya😅.

Oh ia sekedar pemberitahuan aja ni ya, sebenarnya cerita ini beberapa chapter lagi mau tamat. Tapi karena aku jarang update malah terhambat. Maaf ya!!😢 Semoga suka ya sama chapter kali ini.

And

Happy Reading...
.
.
.
.
.
.
.
3 minggu kemudian

Setelah liburan panjang dan memasuki tahun yang baru, akhirnya Naura masuk sekolah kembali. Tahun ini Naura masuk ke semester akhir, yang berarti kurang dari setengah tahun lagi Naura akan lulus dari Sekolah Menengah Atas.

Rasanya waktu berjalan begitu cepat, perasaan baru kemarin ia pindah kesekolah dan tidak lama lagi akan lulus dari sekolah ini. Ingin rasanya ia meminta waktu sedikit lagi, agar ia bisa bersama teman-temannya. Apalagi ia baru pindah kesekolah ini saat  pertengahan semester kelas 2, sehingga waktu pun terasa cepat berlalu. Ya mau gimana lagi, yang harus dilakukan sekarang ya memanfaatkan waktu dengan baik.

“Udah semester akhir aja, gak terasa ya!” Ucap Tessa pada Naura, Naya, dan Lola.

Saat ini mereka sedang berada di kelas, sambil duduk saling berhadapan di kursi mereka masing-masing.

“Ia kurang dari setengah tahun berarti kita lulus dari Sekolah Menengah Atas”ucap Naya dengan raut sedih.

“Hu..waaa.. gua gak rela, gue rasanya mau disini aja”ucap Lola dengan raut wajah seakan menangis.

“Ya terus lo mau gak lulus-lulus gitu, diam aja disini terus sebagai senior tertua”ucap Naura bercanda.

“Jadi pemecah rekor murit senior tertua sepanjang sejarah dong”ucap Naya sambil tertawa diikuti Tessa, dan Naura.

“Ya maksud gue bukan gitu, ishh... kalian ahh”ucap Lola cemberut membuat Naura, Tessa, dan Naya tertawa terbahak-terbahak (receh amat).

“Ia maaf la, kita-kita kan cuma bercanda-in lo doang”ucap Tessa setelah menghentikan tawanya.

“Ia gue maafin.”ucap Lola dengan wajah kesalnya lalu kemudian wajahnya kembali berubah jadi sedih.

“Maksud gue tadi itu, gue gak mau jauh-jauh dari kalian apalagi pisah, gue gak mau!”lanjut Lola dengan wajah sedihnya.

“Ia gue tau kok, kita-kita gak ada yang mau hal itu terjadi. Apalagi gue paling ngerasain waktu kita selama ini belum lama, karena gue kan baru pindah kesini dan belum ada dua tahun gue sama kalian”ucap Naura dengan raut wajah dan nada sedih membuat yang lain ikut bersedih.

“Walaupun kita lulus nanti pun, kita kan masih bisa ketemu diluar sekolah, bisa chat juga”ucap Naya menanggapi.

“Ia benar banget, kita akan tetap sahabatan dimana pun, disekolah atau pun di luar sekolah kita harus tetap sahabatan”ucap Tessa ikut menanggapi dengan raut sedih dan diangguki Naura, Naya, dan Lola.

“Kok kita malah melow gini sih, kan gue jadi mau nangis jadinya”ucap Naura sambil mengusap matanya yang akan menangis.

“Udah ah, jangan sedih gini dong.”ucap Naya

“Ia, gue jadi ikutan mau nangis ni”ucap Lola sedih

“Udah-udah jangan sedih lagi, pokoknya kita janji ya akan jadi sahabat selamanya”ucap Tessa sambil melihat mereka satu-satu.

“Janji?”ucap Naura sambil mengangkat jari kelingkingnya menghadap kedepan mereka dan saling melempar tatapan.

“Janji!!”ucap Tessa, Naya, dan Lola serempak, lalu mengaitkan jari kelingking mereka dan tertawa bahagia.

DIARY NAURA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang